
"Norak!” kata-kata itu bukan keluar dari mulut Aluna tapi dari bibir seorang laki-laki yang berdiri duduk di sudut ruangan.
Semua mata sekarang seperti di aba-aba menoleh ke arah sumber suara berat dan terkesan dingin itu.
"Beb..."Emma lebih ekspresif menunjukkan keterkejutannya dari Aluna, yang mulutnya sedikit terbuka, tak menyangka Rae telah ada dalam ruangan kelas, bersandar di dinding sambil menyilangkan kedua tangannya, mata itu menatap dingin pada mereka.
"Eh, si jago emperan. Ada kamu?" Dandy tersenyum sinis, dia dan Rae memang tak pernah cocok. Pernah hampir adu jotos beberapa kali, karena Dandy yang mempunyai gank di luar sekolah dan teman se ganknya itu adalah bebuyutan Rae dari SMP.
Rae memang sensitif soal bullying, dia tidak suka ada perundungan pada siapapun. Kawan Dandy yang kala itu sudah SMA membully teman SMP Rae dan Rae menghajarnya sampai babak belur.
Dandy memang tak terlibat perkelahian yang berujung hampir tawuran itu tetapi dari kejadian itu Dandy selalu mengklaim Rae sebagai musuhnya dan mereka selalu tak sepaham dalam hal apapun. Meskipun Dandy tidak barbar seperti teman-teman genknya tapi sikap urakan dan playboynya itu tetap membuat siapapun gerah termasuk Rae.
Apalagi sejak Rae masuk sekolah di mana Dandy berada, mereka terlibat perang dingin yang menunggu waktunya saja meledak.
"Suatu kehormatan kelas kami dikunjungi kakak kelas." Sindir Rae.
"Memangnya ada yang melarang?" Tanya Dandy merasa tak nyaman, ketika semua yang sedang berada di dalam ruangan itu melihat pada mereka.
"Di sini tempat belajar, bukan tempat menebar rayuan norak begitu."
"Norak? Kamu sudah dua kali menyebut kata norak!" Wajah Dandy memerah, para penonton dalam kelas itu menjadi tegang tapi tak ada yang benar-benar berani menghentikan ketegangan itu.
"Norak. Ups, maaf tiga kali sebut." Rae benar-benar sedang mencari masalah. Dandy mengepalkan dua tangannya.
"Rae, sudahlah. Kak Dandy, tolong hentikan." Emma berdiri dengan gugup. Sementara Aluna hanya menatap lurus pada Rae, dia tak pernah melihat wajah Rae seperti es batu, ekspresinya begitu aneh membuat dada Aluna berdegup tiba-tiba.
"Jangan bersikap kurang ajar denganku! Aku bukan orang yang bertoleransi dengan orang yang sok jago?" Dandy menggeram, dia merasa Rae mempermalukan dirinya di depan banyak adik kelas yang selama ini hormat dan takut padanya.
"Aku tahu, gak hanya mulutmu yang toleransi tapi tanganmu juga toleransi, dengan cewek lemes begitu..." Ucapan itu benar-benar menyiratkan rasa keberatannya melihat Dandy yang hendak menyentuh dagu Aluna.
"Hey...bukan urusanmu!" Tiba-tiba Dandy melompat, menyerang ke arah Rae, situasi menjadi tak terkendali ketika Dandy tanpa ba bi bu melayangkan tinjunya ke wajah Rae, sementara Rae hanya menggeserkan badannya ke samping, membuat tinju Dandy mengenai dinding.
"Arggggh..." Dandy tambah meradang, di iringi teriakan beberapa orang siswa, termasuk Emma dan Aluna.
__ADS_1
Aluna segera menyadari, pertengkaran dua orang itu menjadi sangat serius. Dua orang laki-laki ini, sudah bertukar bogen, membuat beberapa kursi meja terpelanting dari tempatnya.
Pada saat itu Arka masuk, selaku ketua kelas dan teman Rae dia segera bergerak melerai. Emma dengan wajah panik, berlari keluar menuju ruang guru untuk melaporkan kejadian di dalam kelasnya.
"Rae...sudah!!!" Arka menarik tubuh Rae, sementara Dandy menarik kerah baju Rae hingga robek.
"Hentikan! Astaga, apa yang kalian lakukan?!" Aluna tanpa berfikir lagi, maju memisahkan keduanya, tapi tangan Dandy yang terayun itu tepat mengenai dahi Aluna.
Gadis ini terjengkang, ke sudut arena kelas yang tiba-tiba acak-acakan itu.
Dan sesaat kemudiam, dia terjatuh dan pingsan.
...***...
Raka masuk ke ruang kepala sekolah dengan tergesa, dan yang pertama lali di lihatnya adalah dua orang anak laki-laki yang duduk di depan meja kepala sekolah, pakaian mereka benar-benar berantakan.
Seorang laki-laki setengah baya dengan kemeja abu-abu rokok sepertinya seorang pegawai kantoran, lebih tua dari Raka berdiri, dia adalah Pak Gery, papa dari Dandy.
"Selamat pagi, maaf membuat semua menunggu." Raka mengulurkan tangan kepada perempuan yang menggunakan stelan dengan tubuh sedikit gemuk tetapi berwibawa itu. Lalu menjabat tangan pak Gery.
"Ini juga kesalahan anak saya, Dandy. Dia telah menyerang masuk ke kelas anak bapak." Pak Gery menyambut dengan muka masih masam, karena baru saja memarahi anaknya.
"Silahkan duduk, pak Raka, pak Gery." Ibu Aini, kepala sekolah mempersilahkan mmereka kembali duduk.
"Mari kita bicarakan bersama, bagaimana memberikan masukan untuk anak-anak kita ini untuk memperbaiki karakter mereka. Kejadian ini menjadi serius karena perkelahian mereka mengakibatkan salah satu siswi harus di bawa ke rumah sakit."
Rae menundukkan wajahnya dalam-dalam, dia sangat menyesali semua yang terjadi, ketika rasa tak terimanya melihat Dandy hendak menyentuh Aluna berbuah perkelahian yang dia sendiri tak menghendakinya.
Raka berbalik menatap anaknya itu dalam-dalam, lebam di sudut bibir dan dahinya menunjukkan dia benar-benar habis berkelahi. Sesaat dia melihat pada anak laki-laki yang duduk di sebelah Rae, tak kalah acak-acakannya.
"Rae, kita akan bicara banyak setelah ini!" Suara Raka terdengar tegas, sebelum kemudian berbalik kembali menghadap kepala sekolah. Dengan sikap siap mendengarkan.
...***...
__ADS_1
Aluna membuka matanya dan pertama di lihat adalah Tante Melisa dan Jordy.
"Sayang...kamu tidak apa-apa, kan?" Tante Melisa meremas jemari gadis itu dengan cemas luar biasa yang terbias lewat wajahnya.
"Tante..." Aluna menatap sekeliling dan memastikan ruangan itu bukanlah ruangan UKS, ruangan ini lebih besar.
"Ini di mana?" Tanya Aluna, dia berusaha menghindari tatapan Jordy yang tidak sekedar cemas tetapi seperti orang ketakutan.
"Ini, di rumah sakit."
"Hah, rumah sakit?" Aluna melotot segera ingatan mundur pada kejadian sebelum dunia menjadi gelap.
"Tante..." Aluna membalas genggaman tangan Melisa dengan kuat.
"Rae tidak apa-apa, kan?" Tanyanya dengan suara gemetar.
(Eh, pemberitahuan dikit readers kesayangan semua❤️, novel ini di ganti covernya sama pihak Noveltoon🙏🤗
sebelumnya ini yaaaah, 👆
sekarang jadi ini👆
tapi cerita tetap sama dan visualnya jg yg ada di dalam novel, ya🙏🤗
Covernya saja yang bergant. Terimakasih💟💟💟💟)
Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....
__ADS_1
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...