CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR
BAB 20. Tukang Gombal


__ADS_3

"Hey, selamat pagi cantik..." Seseorang tiba-tiba memanggil dengan suara yang terdengar genit.


Aluna dan Emma bersamaan mengangkat wajah ke arah pintu. Pada seseorang yang bersandar di pinggiran pintu.


Senyumnya merekah lebar, seperti bunga matahari yang mekar. Emma hampir shock, sampai-sampai tanpa sadar salinan peernya tercoret karena tangannya gemetar.


“Kak Dandy? Angin apa yang membawamu kemari? Apakah akhirnya kamu menyadari pelabuhanmu ada di sini?” Emma berdiri dengan tatapan terpesona. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya melihat Dandy masuk ke dalam kelas mereka.


Dandy ada dua tingkat di atasnya, tentu saja sangat jarang bisa bertemu dengan Dandy, kecuali dia yang sengaja datang ngintili tempat nongkrong Dandy yang biasanya di lapangan olahraga, kalau tidak di lapangan futsal, dia biasanya berada di kantin sekolah.


Sekarang Dandy dengan sengaja datang ke kelas mereka, tentu saja Emma ketar-ketir, seolah sedang menerima kunjungan presiden.


Dandy hanya melirik pada Emma sesaat, mengerling sekedar untuk menebar pesonanya. Beberapa anak perempuan lain segera salah tingkah, aura badboynya yang membuat meleleh itu tak bisa di lewatkan.


“Tadi aku mau jemput kamu ke rumah tapi tante Meli bilang sudah berangkat pagi-pagi. Yang numpang malah kakakmu yang cerewet itu.” Dandy mberkata dengan santai, sambil menarik-narik dasinya dengan gaya sok maskulin. Matanya terarah hanya pada Aluna yang juga tengah menatapnya, lebih karena tak menyangka akan kehadiran Dandy yang begitu tiba-tiba.


Emma menoleh pada Aluna mencari penjelasan, bagaimana bisa laki-laki yang di klaimnya sebagai suami masa depannya itu ternyata sudah mengenal Aluna tanpa sepengetahuannya.


“Kamu mengenalnya, Lun?” Tanya Emma setengah mendelik.


Aluna hanya menggedikkan bahunya dengan acuh tak acuh pada Emma,


“Enggak kenal.” Jawab Aluna pendek, sambil kembali mengalihkan perhatiannya pada buku di atas meja.


“Tapi, dia sedang berbicara ke kamu.” Tuding Emma setengah berbisik.


"Mungkin dia nyasar."


“Dia sedang melihatmu.” Emma terpaku pada Dandy yang sedang terlihat jelas berusaha menebar pesonanya.


“Sebenarnya kamu punya ilmu pelet atau bagaimana sih Lun, kok semua kumbang-kumbangku pada termehek-mehek ngeliatin kamu. Atau…jangan-jangan kamu pake susuk? Bagi dikit, napa?” Emma mengoceh.


“Sembarangan.” Aluna menyahut sambil menimpuk bahu temannya itu.

__ADS_1


“Dia benar-benar sedang melihat ke arahmu saja, Lun.”


“Biarkan saja. Dia mungkin kurang kerjaan.”


“Yang kurang kerjaan siapa, dear? Aku khusus meluangkan waktuku yang berharga ini hanya untuk melihatmu pagi ini.” Dandy tiba-tiba sudah berdiri tepat di depan meja Aluna.


“Oh, my God…” Emma menatap terpesona pada wajah Dandy meski tak sedikitpun tertarik untuk melirik kepadanya.


“Maaf, sebentar lagi bell akan berbunyi, kami akan belajar.” Seloroh Aluna dengan cuek.


“Aku hanya mau bilang, jam istirahat aku menunggumu di kantin. Aku akan mentraktirmu.”


“Aku bawa bekal sendiri, I’m Sorry.”


Emma benar-benar melongo melihat kepada Aluna dan dandy bergantian, dia tak percaya melihat bagaimana Aluna menolak Dandy bahkan tak nampak sedikitpun salah tingkah saat di tatap Dandy dengan begitu dalamnya.


“Kalau begitu, aku akan mengantarkanmu pulang hari ini.” Tawar Dandy sama sekali tak menyerah.


“Lun, kamu serius nolak dia?” Emma menyikut pinggang Aluna. Yang di sikut hanya menggedikkan bahu, wajah itu bebar-benar datar tanpa ekspresi.


“Kak Dandy, kalau Luna gak mau, aku bersedia, kok.” Emma menyeringai pada Dandy dengan pias memelas yang di buat-buat.


“Terimakasih, sayang...lain kali saja. Sekarang, aku hanya ingin mengajak si cantik ini…”


“Tolong berhenti sebut aku dengan cantik-cantik begitu, geli tau…” Aluna berucap dengan risih, dia masih ingat bagaimana Dandy menggendongnya dan kemudian menjatuhkannya ke lantai, melihat wajah Dandy saja masih terasa ngilu.


Dandy dengan acuh tak acuh mencondongkan badannya sambil bertahandi atas meja Aluna.


“Kamu memang cantik, terus aku harus bilang apa? jelek? Jangan membuatku berdosa karena mengatakan fitnah.”


Telinga Aluna mendadak memerah mendengarnya.


“Kamu tahu bedanya kamu sama Borobudur?" Tanya Dandy.

__ADS_1


Aluna diam tak menanggapi.


"Kalau Borobudur itu candi, tapi kalau kamu itu candu.” Kalimat receh itu di ucapkan Dandy, bukannya Aluna yang tersipu tetapi malah Emma yang memegang dadanya dengan mimik pasrah yang lucu.


“Gombal!” Sergah Aluna, wajahnya terlihat semakin memerah saja.


“Tahu nggak kenapa kita cuma bisa liat pelangi itu setengah lingkaran?” Tiba-tiba Dandy menatap ke arah Emma yang sedang menatap wajah Dandy dengan berbinar-binar.


“Enggak? Kenapa?” Emma senang bukan main, mendapati Dandy yang akhirnya mengajaknya ngomong bahkan kini sepertinya sedang melemparkan gombalan mautnya pada Emma, mungkin dia telah menyerah mencari perhatian Aluna.


“Karena setengahnya lagi ada di wajah temanmu ini.”


“Aaaaaaa…” Emma yang semula melambung tinggi itu seperti di hempaskan oleh Dandy.


“Kamu tahu nggak? Wajahmu itu seperti wajan panas…” Dandy sekarang mengarahkan tatapan syahdunya itu kepada Aluna, yang membuat Aluna melotot padanya dengan murka.


“Memangnya kenapa kalau wajahku kayak wajan?” Sembur Aluna, dia kesal mendengar Dandy menyamakan wajahnya dengan wajan.


“Eits, cantikku jangan marah dulu, wajahmu itu memang seperti wajan panas tapi aku adalah menteganya. Setiap melihat wajahmu, aku jadi meleleh. Gak kuat nafas.” Dandy nyengir tangannya bergerak hendak menyentuh dagu Aluna tapi Aluna menepisnya sebelum Dandy menyentuh kulitnya.


“Norak!” kata-kata itu bukan keluar dari mulut Aluna tapi dari bibir seorang laki-laki yang berdiri duduk di sudut ruangan.


Semua mata sekarang seperti di aba-aba menoleh kearah sumber suara berat dan terkesan dingin itu.


(Ayok, pembaca kesayangan semuanya, berikan Vote dukungannya untuk novel ini biar mak othor tambah semangat nulisnya🤗🤗🤗😅😅)



Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah kesayangan othor🤗 i love you full....


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap semangat menulis😂🙏🙏🙏


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

__ADS_1


__ADS_2