CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR
BAB 43. HAMPIR TERCIDUK


__ADS_3

Dalam satu kelompok yang berisi 5 personil itu. Semua tampak sibuk berkutat dengan bukunya masing-masing. Ada yang menatap sayu, ada juga melotot bahkan ada saja yang sekedar memandang tapi tidak di sertai pikiran ke isi dalam buku itu. Tak ada xdiskusi yang berati karena kebanayakan tak tahu apa yang didiskusikan. Sementara pak Wahyu berjalan mondar mandir macam setrikaan.


Rae dan Aluna, terlihat serius menulis dan membaca. Ternyata bukan tentang rumus Matematika, tapi mulai pecah fokus dengan obrolan di luar jalur tugas yang di berikan oleh Pak Wahyu. Berbalas coretan lewat buku catatan Rae ternyata jauh lebih mengasyikkan.


"Why not? We cant try?" Jantung Aluna sehat secara medis, tapi tidak ia yakini secara perasaan. Aliran darahnya ia rasa sempat tersumbat, nafasnya beberapa detik ngadat, itu yang membuat irama jantungnya berbeda dari biasa. Bodoh, itu hanya 5 kata. Tapi kenapa desiran itu aneh, saat ada kata 'We' dalam tulisan itu.


We adalah kita. Kenapa itu terasa nyeees!! Kaya air panas di cemplungin es batu tau ga? Meleleh guys.


We cant try? Ampun ...! Kenapa otak Aluna nakal sekali? Membayangkan sebuah jemari milik remaja tanggung di depannya itu terulur ke arahnya, dengan tatapan serius dan tak berkedip. Jari jemari itu, menyusuri pipinya dengan lembut.


"Glek!" Aluna Nyaris tersedak oleh fantasi aneh, yang demi Tuhan baru pertama kali ini singgah di kepalanya.


"Stttt?" Rae memberikan kode sambil mengetuk sedikit ujung pulpennya ke atas meja. Aluna mengangkat wajahnya dengan gelagapan.


"Hmmm..." Aluna mengerjap sesaat, mata mereka bertemu dan serrr...darahnya mengalir lebih cepat dari ujung kaki hingga ujung kepala, tatapan Rae seperti sungguh mengajaknya melewati sesuatu yang mengasyikan untuk mereka lakukan bersama.


Gila ...!! Ini gila. Aluna sadar. Ini hanya ajakan ikut Lomba Karya Ilmiah kan, bukan ajakan kencan atau semacamnya. Tapi kenapa dia sudah sebaper ini.


"Apa?" Aluna menggerakkan bibirnya tanpa suara sembari alisnya naik satu centi.


"How?" Rae membalas dengan gerakan bibir, tetapi gerakan itu malah membuat Aluna sesaat seperti kelilipan, dia tak bisa bohong bibir Rae yang tipis dan berwarna cokelat muda itu tiba-tiba seperti magnet yang aneh.


"Lun..." Jess menyikut Aluna yang masih duduk dengan tegang, senetara matanya tak lepas dari Rae.


"Bisa minta di cek gak, Lun? Otakku mampunya cuma jawab begini." suara Jes yang membuyarkan lamunan singkat Aluna saat hanya menggigit bibirnya sendiri. Belum bisa menjawab pertanyaan dari Rae.


Buku yang Jes serahkan tadi, jelas di rujuk untuk Aluna. Tapi tangan Rae segera mengambil alih permintaan Jes.


"Biar aku yang cek, Luna masih nyalin." Jawab Rae dengan wajah dinginnya. Melotot sebentar ke arah Aluna lalu melirik ke buku yang belum Aluna jawab pertanyaanya. Ada semburat bete di raut wajahnya. Karena belum dapat jawaban dari gadis yang membuat onar dalam hatinya sepanjang malam tadi..

__ADS_1


"Let's try. Together we can." Tulis Aluna di bawah kalimat yang Rae tulis tadi. Lalu mengangsurkan bukunya ke hadapan Rae yang masih sok memerikasa tulisan Jess.


"Itu apa?" Tanya Jess dengan alis berkerut, dia menangkap tulisan pendek tanpa angka atau bangun datar yang berhubungan dengan soal Trigonometri yang senag mereka bahas.


"Ini pekerjaanku, sekalian di periksa sebelum di salin, ya Rae." Bohong Aluna. Iya, Aluna setelah jatuh cinta ternyata jadi pintar bermain peran. Mereka berdua berhasil mengelabui 3 teman sekelompoknya yang jelas sedang pusing tujuh keliling memikirkan jawaban soal Matematika. So' so an, sibuk mengerjakan tugas, malah chat ala ala anak SMA jaman 90'an. Rada norak memang.


"Ooooooh..." mulut Jess langsung membentuk hurup O, lalu perhatiannya segera berpindah pada Bimbim yang tampak menggaruk-garuk kepalanya sambil sok pinter mengomentari pekerjaan Dio di sebelahnya.


Rae segera meraih buku itu dan tak sabar membacanya. Sampai tak sadar bibir Rae menjadi tipis melebar kekiri dan ke kanan. Sampai pipinya berbuah akibat senyumnya tadi. Ups ... Rae tak pandai menyimpan rasa sukanya, saat Aluna memastikan mereka berdua kan menjadi tim dalam lomba. Semula dia berfikir untuk mencari cara untuk menolak hal ini tetapi setelah mendapat pencerahan dari sang daddy tadi pagi, dia memutuskan untuk membuktikan dirinya di depan gadis ini.


Menulis sebentar lalu menyerahkan lagi ke Aluna.


"Istirahat pertama, kita ke kantin bareng ya. Kita bisa bicarakan ini lebih lanjut" Tulis Rae dengan penuh keberanian, dia berusaha menepis gengsi besar yang selama ini bercokol di hatinya.


Baru saja  buku itu di sodorkannya ke hadapan Aluna, seketika dia ngelag macam jaringan lelet, hilang garis senyum lebarnyanya setelah sadar 3 pasang mata di depan mereka sedang memperhatikan ke arahnya dan Aluna bergantian. Mereka terlihat begitu penasaran denagn gestur aneh pada dua orang dalam kelompok yang sama.


"Em...Ini...eh, coba kamu cek lagi, Lun. Kayaknya...kayaknya ada yang salah deh." Rae berucap dengan kelabakan lalu menutup segera buku catatan yang terbuka di depan Aluna.


"Aneh gimana?"


"Ituuu..."Tuding Bimbim.


"Masa sih punya Aluna sudah di cek, sebentar sekali. Kamu pilih kasih Rae?" Bimbim curiga dan akan menarik buku yang ia lihat dari tadi geser kiri geser kanan. Nanti di tulis Rae, lalu di tulis Aluna.


"Coba Ku lihat..."


Jangan lupa, Bimbim mana pernah serius dengan soal yang jadi tugas dan tanggung jawabnya. Ia lebih suka mencermati hal di sekitarnya, yang tentu lebih menarik perhatiannya.


Dengan sigap Aluna menahan dengan tangannya. Tak mau chat manual itu di lihat apalagi sampai terbaca oleh Binbim

__ADS_1


"Iih, Bimbim ... Aku mau nyalin niih." Aluna menahan buku yang hampir berpindah tangan tadi, dia kelabakan sendiri seperti halnya Rae yang mendadak menjadi tegang juga.


"Punya kamu mana Bim?" Rae berdiri, sengaja untuk merusak fokus Bimbim yang pasti akan membuatnya malu.


"Eeh ... Eh. Be .. belum selesai Rae." Gerakan Rae cepat, sungguh gesit. Di tangannya bahkan sudah ada buku Bimbim yang saingan sama bayi baru lahir saking polosnya. Kosong melompong.. Ga ada secoretpun goresan pena pun di sana. Hal itu membuat tidak lagi tertarik dengan buku yang di pegang Aluna. Dan berusaha menyelamatkan bukunya dari tangkapan Rae.


Aluna juga tidak mau isi chatnya dengan di baca oleh Bimbim. Tak kalah cepat ia mengambil dan merobek lembaran chatnya denga Rae. Lalu meremasnya. Bulat seperti bola pingpong, dan meletakkannya di dalam laci. Baru kembali fokus melanjutkan pekerjaannya sebagai sang sekretaris ttak resmi ini.


"Jawabanmu mana? Kita periksa sama-sama."


"Eh, belum selesai Rae, tadi hampir kutulis tapi sibuk meriksa kerjaan Dio yang gak kelar-kelar." Bimbim beralasan.


"Lho, kok gara-gara aku, sih?" Dio terlihat bingung mendengar alasan Bimbim.


"Makanya jangan sibuk rese aja sama kerjaan orang." Dumel Rae melihat buku kosong milik Bimbim sambil melirik pada Aluna yang kembali pada bukunya, menulis dengan tenang.


"Masih mikir akunya." Bimbim cengegesan dan kembali duduk di kursinya.


Suasana kembali senyap. Mereka kembali berkutat dengan pekerjaan yang akan segera di presentasikan di hadapan guru dan semua teman-teman mereka. Presentasi hasil kelompok pun berjalan sukses.


Rae aktif sebagai pembicara kelompok, tak seperti biasanya yang lebih suka diam di pojokan, mager memeprhatikan orang saja. Pagi ini dia tampil ala-ala CEO yang lagi memaparkan program. Bagaimana tidak, waktu kecil Raka sering membawanya ke kantor usai sopir menjemputnya dari sekolah menunggu Sarah datang setelah melakukan meeting terpisah biasanya, maklum mommynya itu salah satu dewan komisaris juga bersama sang daddy sebelum kemudian di ambil alih sang daddy. Dan pemandangan biasa jika ia melihat daddynya yang tampan itu sedang berbicara dan berdiri di depan orang banyak.


YUK DI VOTE YUUUUUK😅😅😅 Othor lagi geli-geli lucu ni nulis cinta-cinta monyet macam gini🤣🤣


Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah


kesayangan othor🤗 i love you full....


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap

__ADS_1


semangat menulis😂🙏🙏🙏


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...


__ADS_2