
Dia benar-benar Geregetan melihat dua makhluk itu sudah mendarat di tempat yang sama dengannya. Yaitu rumah tantenya Aluna yang memang ibu dari Jordy, idola adik kembarnya itu. Di tambah kehebohan mereka yang membuatnya merasa malu sendiri.
“Eh, Bang Rae, Kami nemenin mama jemput kakak, nih.” Jawab keduanya dengan riang, suara mereka riuh nyaris bersamaan.
“Kalo jemput ya udah, tunggu di mobil sana. Ngapain pecicilan di situ. Teriak-teriak gak sopan.” Rae dengan wajah masam. Antara marah dan malu, ia segera memberskan buku yang berserakan. Beruntung kerja tim mereka memang sudah berakhir.
Tadinya ia juga akan segera memberikan informasi pada sang amama, agar segera menjemputnya. Tapi entah, Sarah memang terlampau bersemangat atau apa, sehingga tidak hanya dia yang menjemput. Melainkan duo kunyuk itu pun diajak ikut serta.
"Seharusnya kedua gadis ceriwis ini diam di dalam mobil saat mommynya turun atau Mommynya telpon saja, apa susahnya?"Rae mengomel panjang pendek dalam hati.
“Wah, udah selesai belajarnya?” tanya Melisa ramah sambil membawa nampan berisi empat gelas jus ke arah di mana Sarah sedang duduk manis.
“Iya sudah tante. Rae pamit.” Rae mendekati tante Melisa dan hendak bersalaman, Rae siap untuk segera pulang. Dengan begitu dia segera membawa kedua adiknya yang berkeliaran tanpa malu di dalam rumah orang sambil cekakak-cekikik tak jelas.
“Iiih, kok pamit. Buru-buru amat? Liat nih, jus mama mu belum di minum. Santai saja dulu, lanjut ngobrol dulu.” Melisa sudah meletakkan nampan di atas meja dan duduk berhadapan dengan sarah.
Sarah tersenyum lebar menyambut tawaran Melisa, seolah memberi isyarat, waktu mereka di perpanjang.
Seharusnya, Rae senang karena dengan begitu dia sedikit lebih lama ngobrol dengan Aluna, maklumlah lagi kasmaran, obatnya palung tidak berdekatan dan saling memandang.
Tapi, kehadiran adik-adiknya ini membuat Rae salah tingkah sendiri, celotehan mereka bisa saja membuat dia malu di depan Aluna.
“Tante … kak Jordynya mana? Kok gak kelihatan?”
iiish, Rey mana tau malu. Setelah bersenggol-senggolan dengan Ry. Akhirnya dia yang berani bertanya.
“Oh … kalian kenal anak tante, Si Jordy ?" Mata tante Melisa berkilat riang. Yang di tanya, kedua gadis centil ini menyambut dengan mengangguk-angguk kepala sembari cengengesan.
__ADS_1
"Dia sepertinya sedang eskul basket. Sebentar lagi mungkin pulang. Kalian satu SMA?” Tante Melisa merasa tak yakin dengan postur tubuh dua anak kembar itu. Tapi dia sedikit penasaran mengapa mengapa kenal dengan Jordy yang sudah SMA.
“Kami masih SMP tante tapi satu Yayasan dengan SMA tempat kak Jordy dan Bang Rae. Sttt, tapi Kak Jordy itu idola anak SMP sebelah. Makanya kami kenal.” Ry senyam senyum menjelaskan kepada Melisa membuat Sarah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan dua gadisnya ini.
“Tidak Cuma idola tante. Tapi kami memang sudah akrab dengan Kak Jordy. Kak Jordy itu baik, minggu lalu aku di kasih boneka BT12 lho, padahal Rey gak ulang tahun.” Astaga, jika pot Kristal itu milik mommynya. Mungkin Rae sudah melempar adiknya itu. Yang tanpa malu mengakui kebaikan Jordy musuh bebuyutannya.
“Oh, jadi boneka yang di beli Jordy itu di kasih buat kamu.” Dengan mata berbinar Melisa menanggapi cerita dari Rey.
“Gak, itu ga benar tante. Itu sebenarnya buat Ry. Tapi di rebut oleh Rey.” Timpal Ry dengan nada kesal, bibirnya merengut.
Aluna yang muncul dari ruang tengah tempat mereka belajar bersama dengan Emma terlihat tersenyum mendengar kepolosan adik Rae ini.
“Masa? Heem. Nanti deh tante bilangin Jordy. Ngasih orang kembar itu gak boleh hanya satu. Tapi harus dua. Atau tidak usah sama sekali, kan gak adil dong cuma di kasih satu.” Melisa menengahi sambil tertawa. Sarah hanya menggedikkan bahunya, dia tak bisa berkata-kata lagi dengan kelakuan kedua puterinya itu.
“Seru ya bu Sarah punya anak kembar. Dulu rumah kami juga ramai. Waktu si kembar Reya dan Rafa masih kecil, hanya sepertinya lebih seru kali kalau mereka sama cewek. Jadi seleranya ya persis sama gitu, kecendrungan rebutannya jadi lebih sering.” Kekeh Melisa senang melihat interaksi absurd adik-adik Rae.
"Iya, Reya dan Rafa, cuman mereka kembar sepasang, satu cewek dan satunya cowok." Sambut Tante Melisa bersemangat. Obrolan soal anak kembar itu segera berlanjut di selingi tawa mereka.
Rae dan Aluna beberapa kali saling mencuri pandang sementara Emma sibuk berceloteh sambil ngemil bersama si kembar, mereka sudah saling mengenal memang karena beberapa kali bertemu.
“Mom..." Rae akhirnya memberi kode pada Sarah. Dia capek, lirik-lirikan dengan Aluna.
"Eh, kenapa, Rae?" Sarah menoleh pada Rae yang terlihat gelisah sendiri.
"Kita pulang, yuk. Ntar habis makanan orang di embat Ry sama Rey.” Rae beralasan sembari menunjuk kedua adiknya yang berada di meja lain menghadap beberapa toples biskuit dan cokelat yang di bawa Emma dari dalam.
"Akh, gak apa-apa, Rae. Biarkan saja mereka. Santai saja." Melisa terkekeh sementara Sarah menepuk jidatnya, dua gadisnya itu benar-benar merasa berada di rumah sendiri sepertinya.
__ADS_1
Rae akhirnya mengambil keputusan beranjak dari duduknya dan menyalami tangan Melisa untuk di saliminya dengan takzim.
"Tante, kami pulang dulu, terimakasih banyak sudah menerima kami belajar di sini." Rae berusaha bersikap cool dan sopan.
"Aduh, Rae ini memang anak baik dan sopan. Seneng lho punya anak sebaik ini, Bu Sarah pasti bangga punya anak seperti Rae." Puji tante Melisa tak tanggung-tanggung di sambut senyum bahagia Sarah, merasa dirinya berhasil mendidik sang anak menjadi berakarakter sebaik Rae.
"Alaaah, itu pencitraan aja tante..." Si Ry ini memang bawel bukan main, seenaknya menyeletuk begitu.
"Biasanya di rumah dia gak sesopan itu lho, tante. Kalau sudah jinak-jinak begitu sama mommy pasti ada maunya. Hati-hati lho tan, kalau Bang Rae begitu biasanya minta jajan lebih." Timpal Rey tak mau kalah, membuat wajah Rae langsung merah padam. Dia melotot pada kedua adiknya tetapi saat matanya bertemu pandang dengan Aluna segera dia sadar untuk menahan diri.
"Astaga, Tuhan...berikan aku kesabaran lebih menghadapi mereka." Rae segera berjalan keluar setelah melempar pandangan pamit dalam bentuk isyarat pada Aluna. Ada sedikit harapan di hatinya, Aluna akan mengantarnya keluar tetapi Aluna hanya mengangguk saja sambil tersenyum maha manis padanya.
Diliriknya Ry dan Rey, mereka sudah asyik kembali pada gibahan be-te-es mereka dengan Emma yang kayaknya nyambung pake banget sama duo itu.
"Eh, beneran, kak Emma Army juga? Waaaa...Ry biasnya Kim Seokjin lho." Celoteh Ry.
"Eh, Rey suka juga sama Seokjin tapi suami Rey Taehyung. Cuman kadang oleng ke Suga, habisnya Rey kan' sekte Yoongi marry me...hi..hi..."
Astaga, Rae tidak habis fikir, anak kelas 3 SMP sudah mengklaim bersuami idol korea.
Sumpah dia malu di jemput mamanya berdua dua cecunguk itu pula. Tingkah kedua adiknya itu membuat dia malu sendiri di depan gadis yang di sukainya.
(Bersambung, yaaaa☺️ Author ksh bonus ni buat yang nunggu lama, upnya dobel hari ini☺️☺️☺️
novel ini memang bergenre remaja ya, mudah-mudahan memberi variasi bacaan buat reader yang lelah dengan novel rumah tangga dan perselingkuhan😅 Jangan lupa dukungannya untuk novel ini... luv U all🙏🙏🙏)
__ADS_1