
Rae menurunkan kedua adiknya di depan gerbang sekolah, dua adiknya itu masih belum berbaikan.
"Abang gak akan jemput kalian kalau masih belum baikan, ingat itu!" Ancam Rae dari belakang kemudi.
"Ry yang ngeyel..." Rey merengut.
"Males." Ry masih saja bersikeras menolak Rey berbaikan dengannya, dia masih kesal dengan adiknya itu, karena menerima barang dari cowok yang di sukainya.
Rae geleng-geleng kepala ketika melihat dua adiknya itu berjalan tanpa saling menoleh masuk melewati gerbang sekolahnya. Keduanya sama keras keras kepala tetapi Ry memang lebih ngambekan meskipun dia tidak terlalu banyak bicara seperti adiknya Rey. Tetapi, Rae tahu benar, keduanya meski sering bertengkar tak bisa hidup tanpa yang lainnya.
Dia sudah ceramah panjang dan lebar pada kedua adiknya, bahwa sebentar lagi mereka ujian kelulusan, urusan laki-laki harusnya di kesampingkan, apa lagi itu urusan memperebutkan Jordy, musuh bebuyutannya.
Sampai sekarang, sejak pertemuan Rae di rumah sakit karena menjenguk Aluna itu, mereka tak saling bicara memang atau lebih tepatnya saling menghindari satu sama lain.
Rae tak mau membuat kesalahpahaman yang baru apalagi setelah tahu Aluna adalah sepupu dari Jordy sementara Jordy sendiri menjaga perasaan Aluna yang akhir-akhir ini getol membela Rae jika dia meributkan adik kelasnya itu yang menurutnya sok.
Tapi, Rae sungguh tak tahan melihat pertengkaran dua adik kembarnya itu gara-gara Jordy yang menurutnya memang sengaja menabur bibit pertengkaran pada adik-adiknya itu.
"Dia pasti sengaja, menggoda kedua adikku yang masih polos itu terus ngincar dan ngasih harapan palsu buat salah satunya biar yang satunya ribut. Terus mereka bertengkar. Kayaknya dia balas dendam ke aku gara-gara Aluna kemarin dengan cara begini. Ini gak bisa di biarkan." Rae tak bisa menahan kesalnya pada Jordy.
Dari usia saja Rae merasa adik-adiknya itu jauh di bawah Jordy, bayangkan saja, Jordy kelas tiga SMA, adikya baru kelas tiga SMP.
"Demi ribut denganku kayaknya dia rela nyebrang ke SMP sebelah." Gerutu Rae.
Sekolah mereka memang di bawah satu yayasan jadi satu lingkungan meski pagarnya terpisah, tetapi menurut Rae, banyak cewek SMA yang naksir dengan Jordy, tidak perlu sampai memperdaya bocah SMP yang masih gatal gigi seperti Rey dan Ry.
__ADS_1
...***...
Jam istirahat berbunyi, Rae segera keluar dari kelasnya di ikuti oleh Arka yang tampak cemas mengikuti dari belakangnya. Selama belajar pagi ini Rae hampir tak berbicara padanya.
Bahkan, Emma kesal sendiri saat menyapa Rae, tak di gubris sama sekali. Sepertinya Rae sibuk memikirkan sesuatu.
"Kamu mau kemana?" Tanya Arka sambil mensejajari langkah Rae.
"Ke lapangan Futsal."
"Futsal? Tumben?" Arka mengerutkan keningnya, dia tahu Rae memang menyukai banyak jenis olah raga tetapi dia jarang bermain futsal di sekolah. Rae lebih di kenal sebagai atlit basket sekolah.
"Mau cari orang."
"Cari orang? siapa?"
Ruang kelas mereka ada di lantai tiga, ada lift sebenarnya tetapi anak-anak jarang menggunakannya, mereka lebih suka menggunakan tangga.
"Kenapa cari Jordy?" Arka bertanya cemas.
"Aku mau kasih pelajaran buat om-om ganjen."
"Om-om ganjen? Maksudmu apa? Cari Jordy apa cari om-om?"
"Cari orang yang membuat masalah dan sudah godain Ry dan Rey." Sahut Rae.
__ADS_1
Sekarang Arka semakin besar mgung dengan jawaban Rae.
"Maksudnya apa?"
Ketika Rae menyebut nama Ry, Arka tiba-tiba merasa cemas.
Dari dulu, Arka mempunyai perhatian lebih pada Ry, adik Rae itu. Tetapi karena statusnya yang hanya anak sopir keluarga itu, terlebih Rae adalah sahabatnya, dia membuang jauh-jauh fikiran itu. Arka sadar diri dia tak boleh menyimpan perasaan lancang seperti itu.
Tetapi, kalau mendengar orang lain menyukai adik Rae itu, entah mengapa dadanya bergemuruh. Dia merasa tak rela.
"Jordy? Jordy menganggu Ry dan Rey?"
Rae tak menjawab tapi raut mukanya benar-benar kesal, bahkan dia tak menyadari jika Aluna berada di belakang mereka bersama Emma, mengikuti dua orang itu sedari keluar kelas.
"Kamu harus bicara dengan Rae..." Emma menarik tangan Aluna setengah menyeret gadis itu. Dia tak tahan lagi melihat Rae dan Aluna tak saling bicara berhari-hari, sementara dia tahu Aluna diam-diam memberi perhatian pada Rae.
...***...
Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah
kesayangan othor๐ค i love you full....
Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap
semangat menulis๐๐๐๐
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...