CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR
BAB 70. Bukan Bayi Undur-Undur Lagi


__ADS_3

Sarah bukan pahlawan tapi jiwanya tetap jiwa seorang ibu, seperti halnya Cut Nya Dien, ibu Kartini dan sederet pahlawan wanita Indonesia lainnya. Ia memang seorang ibu yang melahirkan putra. Tapi bukan berarti dia yang berkuasa dalam hal bertindak dan bersikap.


Sarah menyadari kekesalan anak remajanya ini. Dan ia mengaku salah, sudah seenaknya menabrak privacy sang putra. Bukankah sejak awal ia ingin datang sendiri dengan motornya. Juga , bukankah saat di antar, ia hanya minta di turunkan di depan pagar. Lalu kenapa Sarah nekad menerobos rumah itu, bahkan membawa dayang-dayangnya yang super duper ceriwis dan usil itu.


Sarah mengerti, jika kini anaknmya bukan bayi undur-undur lagi. Sarah akhirnya menyimpulkan sendiri. Jika Luna ini lah yang sejak beberapa hari lalu sedang menjadi tranding topicnya si boy kesayangannya ini dengan sang dadynya.


“Mommy jangan minta maaf begitu ke Rae." Rae menyahut dengan tak enak melihat pias sang mama.


"Seharus Rae gak perlu juga terlalu ambil hati sama kelakuan Ry sama Rey. Maafkan Rae, ya. Rae yang berlebihan kok mom. Terima kasih mommy sudah meluangkan waktu hujan-hujan menjemput Rae sama adik-adik.” Rae megusir jauh-jauh perasaan dongkol dan berat yang sedari tadi mengganjal. Sikap mommynya ini melumerkan semua kekesalan yang bercokol di hatinya.


Rae pun tahu diri sebagai anak jika tidak meminta maafjuga pada sang mama yang sudah menurunkan harga dirinya untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara mereka.


“Tidak sayang. Mama yang salah tidak menghargai privacymu. Lain kali, mama akan chat kamu terlebih dahulu kalo mau jemput kamu, biar kamu tidak terkejut dan bingung, Agar kesalahan ini juga tidak berulang.” Sarah meletakkan piring berisikan potongan pepayanya ke atas meja dan beringsut mendekati Rae yang duduk sembari menunduk.


"Hey, my boy undur-undur kesayangan, seharusnya mommy sadar, anak mommy ini sudah tumbuh besar dan menjelang dewasa, bukan anak-anak yang harus mama khawatirkan terus." Ucap Sarah lembut sambil mengusap pucuk kepala anakmya dengan penuh kasih sayang.


“Maafkan Rae, mom.” Tanpa malu-malu Rae memeluk sang mommy. Adegan antara ibu dan anak itu terasa dramatis. Sumpah ia malu seolah mamanya yang salah. Padahal kan dia sebenarnya yang keki dan grogi berat sama si pujaan hati hingga semua orang jadi serba salah di matanya.


"Sayang, kamu suka ya sama Aluna itu?' Tanya Sarah tiba-tiba membuat Rae nyaris tersedak dalam pelukan sang mommy.

__ADS_1


"Eh, kok mommy nanya gitu, sih?" Rae melepaskan diri dari pelukan sang mommy dengan wajah merah merona.


"Lho, mommy cuma nanya, kok? Itu wajahmu sampai kayak udang goreng?" Goda Sarah sambil menyeringai menggoda.


"Tidak usah menyangkal, mommy tahu kamu lagi suka sama Aluna. Eh, tua-tua begini, mommymu ini pernah muda juga..." Sarah terkekeh sambil menepuk bahu Rae dan dengan santai mengambil piring potongan buah pepayanya lalu memakannya dengan gaya acuh yang manis.


"Mommy..." Rae memalingkan wajahnya sambil merengut tersipu.


"Sayang, masa remaja adalah tahap di mana remaja menemukan hal-hal baru di dalam hidupnya, seperti cinta pertama. it's okey. No problem. karena ini normal terjadi pada anak laki-laki dan perempuan. Tetapi kadang-kadang anak-anak tak perlu malu mengatakan pada orangtuanya soal ini karena terkadang perasaan jatuh cinta bisa menjadi sulit untuk ditangani, terlebih jika baru dirasakan untuk pertama kalinya." Si mommy ini menyilangkan kakinya dengan gaya seorang dosen yang hendak memberi materi saja.


"Maksud mommy apa, sih?" Rae menanggapi dengan malu-malu tetapi jelas terpancing dengan topik yang di bawa sang mommy ini.


"Hmmm...Jatuh cinta memang bisa membuat seseorang pada usia berapa pun merasa gelisah secara emosional, tetapi mungkin akan sangat sulit bagi remaja untuk mengelola perasaan ini pertama kalinya. Jadi fenomena baper yang berlebihan bisa bikin anak seusia kamu ini gampang kesal, marah dan semacamnya, ini jelas berpengaruh lho kalau sampai di lampiaskan pada orang-orang sekitarmu. Bisa bikin ribut gak jelas kayak tadi itu..." Sarah menyeringai pada Rae yang mukanya masih saja memerah.


"Berubah gimana sih, mom? memangnya Rae Ultraman?" Rae terlihat salah tingkah sendiri di todong sang mommy.


"Semua ciri-ciri anak yang lagi jatuh cinta kayaknya nempel di kamu, yang pertama pastinya kamu lebih merhatiin penampilan dari kostum sampe bau parfummu dah seperti model saja." Sarah tertawa kecil melihat Rae semakin salah tingkah saja.


"Terus, makanmu kadang tidak ku habiskan di meja makan, entah seleramu berkurang atau memang tidak fokus dengan makananmu. Dan kadang kamu tidak sadar membicarakan orang yang sama berkali-kali, terus bisa senyum-senyum sendiri pas nyebut namanya."

__ADS_1


"Ih, mommy suka lebay. Mana ada Rae begitu." Sambar Rae.


"Eh hukum utama orang jatuh cinta, dia tidak sadar dengan kelakuannya sendiri, lho. Bukti yang paling besar kamu jadi lebih betah kumpul bareng sama teman-temanmu apalagi kalau ada dia di antaranya, ya kan? Terus paling parahnya kamu sekarang menjadi lebih jaga privacy, jarang main di luar kamar sama daddymu, betah banget mendem dalam kamar seharian. Lebih suka sibuk ngurus ponselnya. Dan ketertarikan baru yang lumayan bikin mommy sempat bingung, sejak kapan anak mommy ini suka ikut lomba-lombaan?" Semua analisis sang mommy yang begitu terarah serta terukur itu membuat Rae geleng-geleng kepala.


"Mommy sok tauuuu..." Rae kehilangan kata-kata.


"Mommy tidak bermaksud menjudgemu, sayang. it's normaly kok selama kamu tertarik sama lawan jenis, nah kalau sesama jenis itu baru mommy bakal demo." Sarah tertawa santai menanggapi sikap malu Rae.


"Mommy sama aja kayak daddy, ngomongnya suka begitu." Rae membuang mukanya lalu berpura-pura sibuk kembali kepada bukunya.


"falling in love is normal, it's okay. Hanya saja ingat, jangan berlebihan mengekspresikan perasaan. Jangan kebablasan, kalian masih punya banyak hal yang harus di coba dalam hidup, perjalanan masih panjang, masa depan masih jauh. Jaga diri dan pergaulan, don't ruin your own future with promiscuity. Jadikan cinta itu sebagai motivasi menjadi orang yang lebih baik." Nasehat mommy ini panjang lebar dan kadang diselipin engres-engres begitu, membuat Rae cuman mendengarkan dengan penuh khidmat tanpa berani menunjukkan ekspresinya.


“Ya sudah, Belajar lagi ya, sorry mommy ganggu kamu. LKIRnya sudah di depan mata kan. Semangat. fighting!” Sarah mengepalkan satu tangannya tanda berjuang pada Rae, sudah model emak-emak di drama korea saja.


Tingkah mommynya itu hanya di balas senyum tipis dari bibir anak tampannya tersebut. Dia menerima kecupan di ubun-ubunnya dari sang mommy sebelum perempuan cantik yang selalu di kagumi Rae itu keluar dari kamarnya.


Eh, mom tunggu dulu!" Panggil Rar tiba-tiba.


"Apa?" Sang Mommy yang sudah sampai di pintu menoleh.

__ADS_1



(Tetap stay, yaaaaah sama bayi undur-undur ini🤣🤣🤣 luv u all🙏😘😘😘)


__ADS_2