CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR
BAB 33 Perkara Boneka


__ADS_3

Rae tidak sering menggunakan mobil ke sekolah, tetapi hari ini dia memang berencana untuk menggunakan mobil. Selain untuk membawa beberapa selimut dan pakaian serta berencana membeli cemilan untuk di bawa ke Panti Asuhan, dia sengaja mengantar dua adiknya itu ke Sekolah.


Dia harus menginterogasi si kembar ini, karena perselisihan keduanya berurusan dengan cowok bernama Jordy, sepupu Aluna yang sok itu.


Ry naik ke mobil masih dengan muka masam, dia langsung duduk di samping Rae, pada jok depan sementara Rey tak kalah masamnya, mengambil tempat duduk di bagian belakang.


Dua gadis kembar dalam seragam SMP itu, benar-benar sedang oerang dingin sepertinya.


Rae menyetir mobil, keluar dari pekarangan rumah. Dia belum memiliki SIM sebenarnya karena usianya yang baru menginjak enambelas tahun. Tapi, Raka kadang-kadang memang mengizinkan Rae membawa mobil.


"Anak laki-laki kadang-kadang memang harus begitu." Alasan Raka pada Sarah, meskipun Sarah pasti protes, dia lebih suka anak-anaknya di antar sopir.


Rae sendiri jarang menggunakan mobil, meski dia sudah mahir menyetir sejak usia 13 tahun, di ajari sendiri oleh Raka sang ayah. Dia lebih menyukai menggunakan motornya ke sekolah.


Tapi, hari ini Rae benar-benar perlu menggunakan mobil, karena selain ingin ke Panti membawa beberapa kebutuhan tadi, dia ingin mendengar duduk permasalahan pertengkaran dua adiknya ini.


"Masih ribut?" Rae melirik pada Ry yang manyun di sebelahnya.


Yang di tegur, diam seribu bahasa. Ry lebih tua beberapa menit dari Rey, pembawaannya juga lebih kalem dari Rey yang agak pecicilan. Tetapi, kali ini sepertinya Ry sedang benar-benar kesal dengan Rey, dia bahkan tak mau bicara pada adiknya itu.


"Kalian bertengkar saja sampai bulukan, ntar aku kasih tahu mommy, paling-paling gak di ijinin ke mall sebulanan." Ancam Rae.


"Biarin..." Ry menyahut, mukanya masih di tekuk saja.


"Eh, Rey udah minta maaf, bang. Ry aja yang masih marahan sama Rey."


Rey nyeletuk dari belakang.


"Masalah kalian apa, sih?" Tanya Rae, menahan dongkol melihat perseteruan dua adiknya itu.

__ADS_1


"Kan Rey dah bilang...."


"Rey, abang gak nanya kamu, abang mau dengar dari Ry sekarang."


"Tapi..." Ry menyela sambil pasang wajah merengut.


"Rey...!"


Rey langsung diam saat mendengar Rae meninggikan suaranya, biar bagaimanapun, dia tidak berani dengan abangnya itu jika marah.


"Masalahnya, kak Jordy ngasih boneka itu ke Rey, padahal dia tahu kalau suka banget sama karakter RJ." Sahut Ry kemudian dengan mulut komat-kamit.


"Tapi kak Jordy kan gak tau kalau kamu suka RJ, please deh..." Rey menyahut dari belakang.


"Astaga...itu perkara boneka saja kalian sampai ribut begini enggak kelar-kelar? Kalau beli boneka, bang Rae beli tuh satu lemari ntar."


"Kenapa? Kan, sama boneka juga?"


"Gak mau kalau bang Rae yang beliin, gak ada kesannya," Rey menyela, Ry diam saja.


"Itu sama boneka kan? Dari pada ribut saja soal boneka."


"Kalau Bang Rae yang kasih, gak ada romantis-romantisnya." Jawab Rey nyeletuk dari belakang.


Rae menggeleng-geleng kepalanya, dia baru tahu kalau di beliin kakak beda dengan di beliin cowok yang di taksir.


"Kenapa harus dari Jordy?" Tanya Rae, mukanya sekarang yang kesal.


Ry dan Rey tak menjawab, mereka tampak bingung sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kalian bisa kenal om-om itu?" Tanya Rae lagi.


"Dia bukan om-om..." Ry menyahut dari sebelah Rae.


"Kalian masih tiga SMP, dia dah mau tamat SMA, lah dia tetap lebih tua jauh dari kalian."


"Dia gak tua-tua amat." Protes Ry.


"Menyukai orang sedikit lebih dewasa itu normal kok di artikel yang Rey baca." Si adik yang ceriwis dari belakang ini menimpali.


Rae sampai geleng-geleng kepala dengan tingkah dua adikknya itu. Dalam keadaan berseterupun mereka sempat-sempatnya membela Jordy.


"Si Jordy tua itu merayu kalian, ya...?" Rae bertanya setengah mendengus.


"Gak, Kak Jordy malah gak bilang apa-apa, bang Rae. Waktu dia dikenalin ke Rey sama Ry sama temen Rey waktu bazar sekolah, kak Jordy kalem aja padahal yang naksir dia di sekolah kami banyak. Pas dia liat kalau kami berdua pake tas BT21, terus dia bilang...besok aku kirimin boneka RJ. Dan, yang di kirimin kak Jordy boneka lewat Pipin itu aku, tapi Ry yang ngamuk-ngamuk. Salah Rey di mana coba." Rey bercerita dengan semangat.


"Kamu kam sudah tahu, aku lebih dulu bilang kalau Kak Jordy cakep, kak Jordy ganteng. Dasar pelakor." Sahut Ry meradang menoleh ke arah adiknya di belakang.


"Astaga! Stop! Stop!" Rae berteriak dari belakang kemudi berusaha menengahi sambil terheran-heran melihat tingkah dua adiknya itu. hanya perkara boneka dengan satu cowok, mereka berdua bertengkar aan saling menuding.


Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah


kesayangan othor๐Ÿค— i love you full....


Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap


semangat menulis๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

__ADS_1


__ADS_2