Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Tamparan telak


__ADS_3

Pagi ini terasa begitu kacau balau, Badai seolah-olah lupa diri akan siapa dirinya dan siapa yang ada di bawah nya, dia mencekik pelangi tanpa hati, seakan-akan sengaja melakukan nya dan berharap pelangi benar-benar mati.


Para pelayan yang melihat jelas saja panik, berusaha menyadarkan sang tuan nya dengan berbagai macam cara, nyata nya Badai sama sekali tidak merespon salah satu dari mereka meskipun berkali-kali mereka berteriak dan berusaha mengingatkan Badai.


"Tuan....tuan... sadarlah"


"Tuan dia bisa mati"


"Tuan nona.....tuan.. pelangi bisa mati...."


Tidak ada yang berani menyentuh Badai karena jika mereka melakukan nya, mungkin mereka yang akan mati di cekik berikut nya, tidak ada yang berani memanggil pelangi nona muda, karena Badai tidak mengizinkan nya, menyertakan pelangi sama seperti seorang pelayan di rumah tersebut dan memperlakukan nya sangat buruk.


Bahkan mereka tidak diperlakukan sama seperti pelangi, masih memiliki harga diri dan sedikit diperlakukan secara manusiawi, pelangi bahkan diperlakukan jauh lebih hina dari pada anjing, itu jelas terlihat sangat mengerikan untuk mereka.


Rasanya salah satu pelayan ingin sekali mencengkeram erat lengan Badai, kemudian menggigit nya agar lengan Kokoh tersebut melepaskan istri nya, nyata nya dia takut melakukan nya, resiko yang akan dia terima diberhentikan secara tidak hormat dan kehilangan pekerjaan, dia membutuhkan pekerjaan ini untuk menghidupi anak-anaknya di desa.


Jangan ditanya bagaimana perasaan mereka, rasanya air mata tumpah tidak ketahuan dimana mereka bisa melihat wajah pelangi semakin memuncat, perempuan tersebut benar-benar mulai kehilangan nafasnya, tidak melakukan perlawanan sama sekali seolah-olah siap mati saat ini juga.

__ADS_1


Ingin sekali mereka berkata, melawan lah nona, ambil apapun yang ada di atas meja, hantam di kepala tuan Badai, tapi apalah daya mereka tidak sanggup mengeluarkan suara mereka.


Siapa? siapa yang seharusnya membantu pelangi lepas dari rasa sakit dan kegilaan Badai saat ini?!


Mereka panik, bingung, takut dan ah... entahlah apalagi mereka tidak tahu, berbagai macam rasa menghantam menjadi satu saat ini.


Badai benar-benar kalap, rasanya seluruh permukaan diri nya telah diliputi awan gelap, seolah-olah di telinga kiri dan kanan nya terus keluar berbagai macam bisikan yang berkata habisi dia, habisi Perempuan sialan itu hingga akhir, dengan begitu dendam mu atas siksaan yang Anggun terima akan terbalas kan, dendam mu atas kematian ayah mu juga terbalaskan dan dendam mu atas kehilangan ibu mu yang entah kini ada di mana juga terbalaskan.


Bunuh... bunuh.. bunuh.


Kalimat-kalimat tersebut terus terngiang-ngiang di telinga nya, tidak dia pedulikan bagaimana sekarat nya pelangi dibawah cengkraman Badai saat ini, yang laki-laki tersebut inginkan perempuan itu mati dalam kesengsaraan nya.


"Badai...."


Satu suara menggema di balik telinga nya, membuat kesadaran Badai seolah-olah di tarik secara perlahan, nyata nya meksipun dia mendengar satu suara menghantam gendang pendengaran nya, dia tidak kunjung melemahkan cengkraman nya.


"Badai..."

__ADS_1


Lagi dia mendengar suara yang meneriaki nama nya dan....


Plakkkkkkk.


didetik berikutnya bisa dia rasakan satu tamparan menyakitkan menghantam pipi kiri nya, membuat Badai seolah-olah tersadar dari kegelapan.


Dia menatap kearah depan, saat menyadari Hera yang telah berdiri tepat dihadapan nya kini, menarik tubuh nya dan baru saja memberikan tamparan menyakitkan di pipi nya.


"Are you crazy? you almost killed her, Badai ( Apa kau gila? kau hampir membunuh nya, Badai)."


Dan Hera berteriak penuh kemarahan, dia panik, mencoba menyadarkan Badai, dibelakang Hera, para pelayan berhamburan menyambut pelangi, mencoba untuk menyadarkan perempuan tersebut.


"Ada apa dengan mu? kau tidak pernah melakukan hal mengerikan seperti ini, You scared me (Kau membuat ku takut), Badai"


Dan rona marah terlihat jelas di balik wajah cantik Hera.


Badai terlihat diam mematung untuk beberapa waktu, menatap sosok pelangi yang terus berusaha di sadarkan oleh para pelayan nya, Perempuan tersebut tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seseorang mengangkat tubuh pelangi, membuat Badai langsung membulatkan bola matanya saat menyadari siapa yang melakukan hal tersebut saat ini.


Di langsung menoleh kearah Hera, menatap Perempuan dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


__ADS_2