Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Dalam kesadaran


__ADS_3

Ketegangan terjadi saat alarm tanda peringatan terdengar, tubuh sang perempuan yang tergeletak tersebut mengeluarkan respon tidak pasti di mana terlihat guncangan di dalam tubuh tersebut yang cukup hebat, beberapa dokter dan perawat bergegas mencoba untuk menarik kesadaran perempuan yang berbaring di atas ranjang berdominasi berwarna putih di dalam rumah sakit itu.


Tuan Crish tampak sedikit panik, dia kini menatap apa yang dilakukan oleh para dokter dan perawat untuk beberapa waktu, di tengah kecemasan dan kepanikannya istrinya datang tepat dari arah belakangnya dan berkata,


"Ada apa Crish?." jutaan kekhawatiran terlihat dari balik bola mata wanita tersebut.


"aku belum tahu mereka sedang mencoba untuk memeriksanya." Crish bicara dengan cepat menjawab pertanyaan dari sang istrinya.


"Apakah hal buruk terjadi pada perempuan tersebut?, aku jadi khawatir melihatnya takut sesuatu yang tidak-tidak terjadi." Wanita itu kembali bertanya pada suaminya dengan tatapannya sedikit penuh kekhawatiran.


"Jangan khawatir, ini semua pasti baik-baik saja dan perempuan itu tidak akan berada dalam bahaya, jadi jangan cemas atau khawatir soal apapun sayang." laki-laki tersebut bicara dengan cepat mencoba untuk menenangkan istrinya karena dia tahu istrinya tipikal wanita yang gampang cemas karena orang lain.


Nyonya Daniati hanya diam, mendengar kan penjelasan suaminya sambil menganggukkan kepalanya secara perlahan.

__ADS_1


pada akhirnya mereka memilih diam dan fokus bola mata mereka menatap ke arah depan untuk waktu yang cukup lama membiarkan diri mereka tenggelam dalam pemikiran masing-masing.


******


Masih di rumah sakit xxxxxxx


Pusat kota


London.


Sisa operasi kuret janin akibat keguguran juga membuat kondisi fisik Perempuan tersebut semakin melemah, meskipun begitu mereka patut senang sebab perempuan itu memiliki stamina tubuh yang jauh dari kata baik, tidak membuat nya koma atau mengalami hal buruk lainnya.


Perempuan dihadapan mereka terlihat menatap orang-orang dihadapan nya tersebut secara bergantian, diiringi rasa sakit dikepala yang terus menghantam.

__ADS_1


Sang dokter sejenak menatap kearah tuan Chris dan nyonya Daniati secara bergantian, kemudian pandangan nya kembali tertuju pada perempuan dihadapannya tersebut.


"Kamu bisa bicara dibagian mana saja yang terasa tidak nyaman."


Saat dokter tersebut berkata begitu, sang perempuan terlihat diam, dia mengernyitkan keningnya untuk beberapa waktu.


"Sekarang katakan pada kami siapa nama anda, Miss?." Dokter tersebut bicara, mengembang kan senyuman nya kearah perempuan itu.


Semua orang menunggu jawaban dari perempuan itu dan ingin tahu siapa namanya juga siapa tahu perempuan itu mengetahui di mana keluarganya saat ini.


Mendengar pertanyaan dari soal dokter sejenak perempuan itu mengernyitkan dahinya, seolah-olah dia sedang berpikir dengan keras siapa namanya.


Namun sayangnya saat dia berusaha untuk berpikir tiba-tiba saja perempuan itu menyentuh kepala bagian sisi kiri dan kanannya sembari mencoba untuk menahan sesuatu yang sakit di dalam kepalanya.

__ADS_1


"Siapa?." sekelabat tanya menghantam dirinya soal siapa dirinya dan di detik berikutnya perempuan tersebut meneken kepala nya dengan kedua belah telapak tangannya, kepalanya Seolah-olah siap untuk meledak saat ini juga.


"No..." Perempuan tersebut menggeleng kan kepala nya.


__ADS_2