Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Beritahukan dia dimana istrinya


__ADS_3

Kembali ke kediaman Badai


Malam-malam sebelumnya


Kamar Hera.


Mendengar kemarahan Hera membuat Badai seketika membulatkan bola matanya dan laki-laki tersebut cukup terkejut dengan apa yang diucapkan oleh perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


"Kau bilang apa?!." laki-laki itu bertanya saat Hera berkata jika dendamnya salah alamat terhadap Pelangi.

__ADS_1


"Dendam mu Salah alamat dan kamu gila menyiksa putri dari angkasa tanpa bertanya dengan baik apa yang terjadi dengan masa lalu kalian." Hera kembali bicara dengan cepat sembari menatap tajam bola mata badai, dia bergerak mendekati laki-laki tersebut sembari berkacak pinggang.


"Apa kamu tahu? kamu hanya dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitar mu? seharusnya laki-laki selevel dirimu tahu bagaimana caranya untuk menyelidiki sesuatu sebelum bergerak dan menyalahkan seseorang." kembali perempuan tersebut bicara dengan kekesalannya menatap ke arah balai untuk beberapa waktu kemudian dia mencoba untuk mengalahkan share nafasnya.


"Aku tidak habis pikir bagaimana caranya kamu membuat pelangi tersiksa karena banyak hal, bahkan kamu mengatakannya jika perempuan itu adalah seorang pembantu di rumah ini dan kamu mengatakan nya di hadapanku." kali ini nada bicara perempuan tersebut terdengar begitu kesal dan juga tinggi dia menatap ke arah badai sembari mencoba untuk menahan emosinya.


"Jika pun memang keluarga Angkasa memiliki kesalahan denganmu dan juga keluargamu seharusnya kamu menggunakan otakmu dengan baik Badai, seorang anak dan adik tidak pernah memikul beban tanggung jawab atas dosa-dosa orang tuanya atau bahkan saudaranya, dan kau sangat menjijikan, kau membuat pelangi seolah-olah harus menanggung dosa atas apa yang dilakukan oleh orang lain dan kamu menyiksanya dengan cara yang sangat luar biasa."


Badai pada akhirnya menghela nafasnya setelah dia memastikan Hera menghentikan kemarahannya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini dan juga berhentilah mencoba untuk terlalu menekanku karena keadaan ini, katakan padaku di mana istriku dan izinkan aku untuk menjemputnya saat ini juga." Ucap Badai kemudian.


Laki-laki tersebut bukan tipe seorang laki-laki yang suka memohon atau meminta sesuatu kepada orang lain tapi ini kali pertama dia memohon kepada Hera atas sesuatu yang benar-benar dia inginkan, dia tidak tahu perasaan apa yang ada di dalam hatinya saat ini namun yang jelas kehilangan pelangi membuatnya cukup menggila apalagi ketika dia mengetahui soal kenyataan jika dia ditipu dan dibohongi oleh orang-orang sehingga dia memperlakukan pelangi dengan sangat tidak manusiawi, ditambah lagi istrinya tersebut tengah mengandung bayi darinya jadi dia pikir dia tidak ingin memikirkan persoalan lain terlebih dahulu saat ini, saat ini fokusnya adalah dia harus mendapatkan pelangi kembali dan membawanya pulang ke rumah.


"Katakan padaku di mana kamu mengirimnya? aku akan pergi ke London malam ini juga dan menjemputnya pulang ke rumah." Badai terus bicara sembari menatap perempuan yang ada di hadapannya tersebut, dia meminta heran agar memberitahukan dimana pelangi saat ini dan dia benar-benar akan menjemputnya malam ini juga.


Hera baru saja ingin menjawab pertanyaan daripada Badai, namun tiba-tiba satu suara mengejutkan dirinya di mana seorang pelayan bergerak tergopoh-gopoh dari arah luar dan berusaha untuk menyeruak masuk ke dalam kamarnya.


"Nona, nona, celaka-," satu pelayan di rumah tersebut bicara dengan wajah pucat menatap ke arah Hera begitu dia membuka pintu kamar perempuan tersebut, namun di detik berikutnya wanita itu seketika langsung membulatkan bola matanya saat ia menyadari tentang kehadiran tuan nya di sana.

__ADS_1


"Ada apa, bi?." Hera langsung bertanya sembari mengerutkan keningnya menetap ke arah wanita tersebut dengan jutaan tanda tanya.


Wanita tua itu terlihat cukup kehilangan kata-katanya dimana dia bingung antara ingin menjawab apa yang dipertanyakan oleh Hera atau diam karena takut atas keberadaan sang tuannya.


__ADS_2