
Catatan Mak tolong kalau ga suka dengan tulisan ku jangan kasih bintang 1-3, itu berpengaruh sekali dengan le-vel Mak, Embun untuk Bara itu terjun bebas sampai Mak ga bisa nerus nulis karena sia-sia ga dapat duit capek doang, kalau ga suka dengan ini kisah cukup tinggalkan tanpa harus bikin diri ku nangis darah karena lihat bintang yang kalian kasih 1 atau 2 MakðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜, kalau sampai pelangi dan Badai le-vel bulan depan turun juga bayangin ga sih sakitnya Mak author tanpa pendapatan nulis aja tanpa bisa beli kuota atau susu anak?.
*******
"Dimana?" Badai jelas bertanya ingin tahu di mana keberadaan istrinya, menatap pada laki-laki yang berkata dia menemukan Pelangi saat ini.
"London, sir." laki-laki itu menjawab cepat sembari menundukkan kepalanya dan bayangkan bagaimana ekspresi Badai saat ini ketika dia mengetahui jika sang istrinya telah berada di luar negeri.
"Apa." dan seketika laki-laki tersebut tercekat luar biasa mendengar penuturan bawahan nya, dia kehilangan kata-kata begitu mengetahui keberadaan dimana Pelangi saat ini.
__ADS_1
Badai memundurkan tubuhnya dan mencoba untuk berpikir dengan logikanya di mana dia langsung memutar isi kepalanya.
"Bagaimana bisa?." itu menjadi pertanyaannya atas keberadaan pelangi saat ini, bagaimana bisa perempuan itu ada di London tanpa sepengetahuannya dan bagaimana bisa perempuan itu mendapatkan paspor nya?. Apakah dia telah kecolongan sesuatu hingga dia tidak menyadari istrinya melakukan pelarian diam-diam. Mungkin kah seseorang membantu perempuan tersebut lari Dari dirinya?!.
Pertanyaan nya adalah, siapa?!.
Laki-laki tersebut mengeratkan rahangnya, dia masih menatap ke arah bawahan nya untuk beberapa waktu dimana tangannya masih memegang tongkat golf dan seolah-olah dia siap melempar tongkat tersebut kearah siapapun saat ini, laki-laki tersebut tampak memikirkan tentang sesuatu dimana dia berusaha untuk menyadari tentang hal yang seperti nya lepas daripada pemikirannya dalam beberapa hari ini.
Sambil mengeratkan rahangnya laki-laki itu langsung bergerak melangkah menuju ke arah luar ruangan di mana dia berada, dia melangkah cepat bergerak menuju ke arah satu ruangan yang dia tahu sosok siapa yang pantas dia datangi saat ini, ketegangan jelas terjadi pada saat ini di mana semua orang menatap badai dengan kemarahannya yang melangkah maju dan terus bergerak menuju ke sebuah ruangan yang ada di sisi bagian kanan bangunan tersebut.
__ADS_1
Tanpa berpikir dua tiga kali laki-laki itu langsung mendorong pintu kamar tersebut dengan gerakan yang begitu kasar hingga menyebabkan suara yang memaksakan telinga dari daun pintu tersebut.
Brakkkkkkk.
dan seketika hal tersebut membuat sang penghuni ruangan itu cukup terkejut dan langsung refleks menoleh ke arah Badai. Satu sosok berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih di mana dia telah siap untuk melelamkan bola matanya namun tiba-tiba langsung terkejut dengan cara kasar yang dilakukan oleh Badai terhadap pintu kamarnya hingga membuat sosok tersebut langsung membuka bola matanya dan menatap ke arah badai yang kini terlihat menampilkan ekspresi penuh kemarahan kepada dirinya.
"Badai, ada apa?," dia bertanya sembari mengerutkan keningnya menatap ke arah laki-laki tersebut dengan pandangan lurus ke arah pintu.
Badai bergerak dengan cepat mendekati dirinya sembari mengeluarkan suara menggelegarnya.
__ADS_1
"Kau yang membawa Pelangi menjauh dari kehidupan ku?," dan laki-laki tersebut berteriak didalam keheningan malam.
membuat semua penghuni dalam bangunan itu seketika menelan salivanya.