Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Sedikit tekanan


__ADS_3

Keesokan harinya,


Hotel xxxxxxx,


pusat kota.


Daisy terlihat mengerutkan keningnya saat sekretaris Badai berkata mereka harus melihat secara langsung tempat proyek pembangunan yang akan mereka kerjakan dalam waktu dekat.


"Aku pikir aku tidak bisa melakukannya dan biarkan sekretarisku yang pergi bersama kalian, aku harus kembali bertolak ke Swiss secepatnya."perempuan itu menjawab dengan cepat, dia ingin Naila yang menyelesaikan sisa pekerjaannya untuk kedepannya.


Dalam tiap proyek berjalan harus ada satu orang yang bertanggung jawab untuk segalanya dan untuk proyek kali ini memang sengaja Daisy ingin Nayla yang mengerjakannya sendiri dan menyelesaikan nya. Dia harus meninggalkan Naila dan kembali bertolak ke Swiss mengingat persiapan pernikahan dirinya dan Zion yang semakin mendekat.

__ADS_1


Sejak awal dia telah menyusun semuanya, berkata jika dia butuh waktu 1 Minggu untuk mengabaikan sedikit pekerjaan nya untuk mengurusi pernikahan secara agama dengan Zion. Mereka akan melaksanakan resepsi pernikahan setelah proyek kerjasama selesai, sebab mereka tahu menggelar pernikahan di saat jadwal pekerjaan padat jelas akan mempersulit mereka.


3 bulan dari sekarang pilihan paling baik untuk menggelar resepsi pernikahan, itu artinya 100 hari proyek berjalan, pasti sudah hampir rampung dan tidak perlu terlalu di awasi. Dia dan Zion sudah mendiskusikan semuanya dengan baik.


"Aku pikir ini cukup sulit sebab akan ada hal-hal yang harus di perhatikan dan dilakukan langsung oleh anda seperti soal konsep desain dan lain sebagainya, ini kerjasama pertama dimana pembangunan ini harus cukup melibatkan kedua belah pihak." Sekretaris Badai berkata dengan cepat.


"Aku yakin sekretaris ku bisa mengatasinya, aku akan kembali di Minggu berikutnya untuk memantau secara langsung, ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan disana." Daisy menyakinkan perempuan tersebut jika sekretaris yang mampu menyelesaikan semua persoalan tanpa dirinya dan tidak akan mengecewakan semua orang.


Daisy semakin mengerutkan keningnya, dia pikir biasanya bukan persoalan jika dia membiarkan sekretaris yang mengawasi semuanya.


"aku pikir sebelum kontrak kerjasama ditandatangani dan saat aku masih di Swiss, aku sudah sempat mengatakan soal alasan aku mungkin tidak akan bisa memantau secara penuh untuk Minggu pertama ntar aku memiliki suatu kesibukan lain yang cukup terdesak." Lanjut Daisy lagi.

__ADS_1


"aku pikir Anda bisa langsung bicara dengan tuan Badai, tapi aku tidak yakin beliau akan menyetujuinya karena Tuhan badai biasanya juga langsung terjun secara langsung untuk proyek-proyek yang berjalan bersamaan para relasinya terdahulu itu dia tidak berdiri sejajar dengan sekretaris mereka." dan perempuan itu bersikeras untuk memberikan penjelasan.


"aku akan bicara dengan atasanmu kau bisa mengatur perjanjian di antara kami berdua siang ini di mana yang menurutmu cukup baik, aku akan bicara dengannya dan menjelaskannya." pada akhirnya Daisy mau tidak mau menetapkan sebuah pemecahan persoalan dengan memberikan sedikit solusi titik tengah.


mungkin dia harus menemui laki-laki tersebut secepatnya, dia harus beranjak pergi malam ini untuk kembali ke Swiss, karena dia tahu jika tidak Zion pasti akan menyusul dari sana ke Indonesia.


Mendengar apa yang diucapkan Daisy seketika membuat sekretaris badai diam untuk beberapa waktu kemudian dia mengganggukan kepalanya.


"aku akan bicara dengan tuan badai dan memintanya menyusun jadwal pembicaraan di antara kalian berdua, miss." Jawab gadis tersebut cepat.


Daisy terlihat diam, dia hanya mengganggukan kepalanya kemudian langsung berbalik dari hadapan gadis tersebut dan meminta Naila untuk menyelesaikan sisanya.

__ADS_1


Dan tanpa Daisy sadari, di seberang sana Badai memang sengaja melakukan nya dan memberikan sedikit tekanan pada Daisy agar mereka bisa duduk di tempat yang sama saling berhadapan dan bicara tentang beberapa hal.


__ADS_2