
Beberapa jam setelah kejadian Pelangi ditenggelamkan paksa,
North London.
Di antara gemerlap kota London, dibagian aliran sungai Thames yang memecah di antara north london dan South london, dibagian north london sebuah luxury boat terlihat bergerak perlahan menyusuri sungai.
Didalam nya terdapat seorang laki-laki muda berusia sekitar 30 tahunan, seorang perempuan muda berusia 26 tahunan, seorang laki-laki tua berusia sekitar lebih dari paruh baya dan wanita berusia hampir paruh baya tampak masih berkabung duka.
Sang laki-laki dan perempuan memilih diam saat wanita hampir paruh baya tersebut terus menangis sejak beberapa jam yang lalu, tidak ada yang berhasil bisa menghentikan tangisannya karena wanita tersebut beberapa bulan ini kehilangan putri nya.
"Mom jangan terus seperti ini." Laki-laki muda tersebut serba salah, dia tidak mampu menghibur ibunya, dia juga jelas merasakan kehilangan yang sama.
__ADS_1
Adik satu-satunya memilih mati bunuh diri menenggelamkan dirinya ke laut saat tahu dirinya akan dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya, alih-alih mendiskusikan ketidakmauan nya, adiknya lebih memilih mengakhiri hidupnya. Sebenarnya orang tuanya terpaksa melakukan hal tersebut, perusahaan yang bangkrut membuat mereka terpaksa memilih untuk menikahkan putri mereka dengan putra salah satu pengusaha ternama pemilik Royal mart yang bergerak di bidang retail terbesar di London.
Mereka butuh investasi besar untuk kembali membangun perusahaan yang hancur, dengan melakukan penikahan bisnis seperti itu akan membuat keuntungan besar pada perusahaan mereka, satu-satunya orang yang bisa mereka kirim adalah adik nya, putri satu-satunya sang ibu. Nyata nya semua belum terlaksana, gadis muda itu memilih mengakhiri hidupnya.
Bunga Daisy itu adalah nama adiknya, agak unik karena mereka bukan asli dari Inggris, ibu mereka keturunan Indonesia sedangkan ayah mereka London, karena itu wajah mereka jelas tidak pure kebule-bulean. Dia lebih memiliki wajah bule, kakak sulung memiliki perpaduan sempurna Indonesia dan Inggris sedangkan bungsu mereka wajahnya cukup unik, lebih ke Indonesia meskipun tidak dipungkiri bungsu memiliki rambut blonde dengan kulit putihnya.
"Ini semua kesalahanku." Wanita tersebut masih menangis tanpa henti, menghabiskan tisu dengan sia-sia.
"Dan kita akan jatuh miskin dalam hitungan hari." Lanjut ibunya lagi.
"Berhentilah menangis Daniati, aku pikir tensi darah tinggi ku mulai naik lagi." Laki-laki disamping ibunya bicara cepat, itu adalah ayahnya.
"Aaron, apa itu?."
Tiba-tiba saja sang istri dari laki-laki muda tersebut bertanya gelisah, melihat sesuatu bergerak di air, dia sedikit bergidik ngeri.
__ADS_1
"Apakah itu hantu air?." Ibunya bertanya, berusaha untuk menghentikan tangisannya.
Laki-laki yang dipanggil Aaron mengernyitkan dahinya, mencoba untuk melihat kearah mana pandangan istrinya, dia mempertajam pandangan nya untuk beberapa waktu, cukup sulit karena ini malam hari.
"Itu seperti gundukan batu." Ibu Aaron berkata cepat.
"Sayang itu seperti pakaian." Ayah Aaron ikut bicara.
Aaron sama sekali tidak menjawab, mencoba mencari senter yang selalu disediakan didalam boat.
"Aku jadi agak merinding, minta tuan Peter memperlambat boatnya." perintah ibu Aaron kemudian.
Istri Aaron bergegas mematuhi perintah ibu mertuanya.
Aaron mulai menyalakan senter, mencari tahu apa yang dilihat mereka, agak lama hingga akhirnya.
__ADS_1
"Oh shi..t itu manusia."