
Badai jelas terkejut setengah mati mendapatkan pesan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut saat ini, mendengar kata sang mantan pemilik angkasa group meninggal dunia jelas saja membuatnya nyaris tidak bisa berkata apa-apa, laki-laki tersebut refleks berdiri dari tempatnya dan dia bergegas langsung pergi tanpa menoleh ke arah dewa atau sang dokter sama sekali.
"Apa kamu yakin?" dia bertanya dengan laki-laki yang kini berdiri di samping kanannya tersebut dengan cepat, memastikan jika apa yang diucapkan laki-laki itu mungkin salah atau laki-laki tersebut mendapatkan informasi tidak akurat.
"Mereka memberikan pesan seperti itu kepadaku karena itu bergegas datang untuk memberitahukannya pada tuan" laki-laki tersebut bicara cepat kepada Badai, memastikan orang dari pihak kontra kepolisian memberikan informasi yang tepat dan akurat.
Badai memilih tidak melanjutkan kata-katanya, laki-laki tersebut memilih diam dan membiarkan langkah kakinya terus ke arah depan, bergegas-bergerak menuju ke area parkir menuju ke arah gimana tuan Angkasa berada.
*******
Penjara xxxxxxx
__ADS_1
Ruang bawah tanah.
Badai bergerak cepat untuk melihat apa yang terjadi, begitu sampai tadi didepan mobil ambulance telah bergerak jauh lebih dulu daripada dirinya masuk menerobos ruang penjara bawah tanah, dia memerintahkan para polisi tidak bergerak lebih dulu sebelum dia tiba di sana, tapi nyatanya orang-orang dari tim medis ingin bergerak lebih dulu membawa tuan Amrullah.
"Siapa yang memerintahkan membawa Amrullah tanpa perintah dari ku?" Badai mengernyitkan dahi, terlihat sangat marah saat tahu para perawat telah bergerak lebih dulu mengangkat tubuh dari Amrullah. Kilat kemarahan terlihat dari balik wajah Badai saat ini, dia ingin memastikan lebih dulu dengan mata kepala nya apa yang terjadi dan ingin memastikan apakah Amrullah benar-benar meninggal dunia.
"Mereka membawa nya tanpa izin dari kami, sir" salah satu petugas sipir berkata dengan cepat mendekati badai sembari menatap laki-laki tersebut dengan tatapan agak cemas.
"Siapa?" Badai jelas saja Langsung mengernyitkan keningnya, dia ingin tahu siapa yang dimaksud dengan mereka oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"mereka berkata mereka adalah orang-orang suruhan anda, sir" dan lagi laki-laki tersebut menjawab dengan cepat, menyerahkan sebuah kertas yang merupakan surat perintah di mana di dalamnya terdapat tanda tangan dan cap dari dirinya.
__ADS_1
hal tersebut jelas saja membuat badai langsung membulatkan bola matanya, laki-laki itu tentu saja terkejut setengah mati dan seketika satu pembicaraan dari seseorang mengingatkan dirinya.
"Kau salah paham terhadap keluarga Angkasa, jika lengah kau akan kehilangan Amrullah dan kau akan menyesali perbuatan mu pada putrinya, Badai" Orang itu sempat memeringati dirinya.
Dan bayangan kan bagaimana ekspresi laki-laki tersebut saat ini, dalam kemarahan dengan suara memecah keheningan laki-laki tersebut berteriak melengking memerintahkan mereka untuk mendapatkan Amrullah dengan cara apapun.
"Cari dan temukan dia, jika gagal aku akan memenggal kepala kalian satu persatu atau menjebloskan balik kalian ke penjara satu persatu" Teriak laki-laki tersebut penuh dengan amarah yang menggebu.
Badai terlihat tidak baik-baik saja, dia mengeratkan rahangnya sembari mencengkeram erat telapak tangan nya.
Ingatannya pada rekaman yang dilihat nya hari ini semakin membuat nya marah luar biasa dan tiba-tiba dia seolah-olah mengingat akan sesuatu.
__ADS_1
"Oh shi*t.. kembali ke rumah sakit, cari istri ku hingga ketemu....."