Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Amarah berbalik


__ADS_3

Hera jelas saja langsung mengernyitkan dahinya saat melihat kemarahan daripada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, dia yang berpikir untuk pergi beristirahat seketika langsung terganggu atas kedatangan Badai juga atas apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut.


Badai jelas terlihat begitu marah dan dia tidak bisa mengontrol emosinya saat ini ketika dia benar-benar menyadari jika heran diam-diam telah bermain di belakangnya dan membantu untuk membuat dia kehilangan Pelangi.


Dia tidak pernah marah kepada Hera selama mereka bersama selama ini, dia selalu berusaha untuk menjaga perempuan tersebut bagaimanapun caranya, tapi ini kali pertama dia begitu marah dan ingin sekali mencekik perempuan tersebut saat ini juga.


"Katakan padaku kau membawa pelangi menjauh dari kehidupanku dan mengirimnya ke luar negeri, apa aku tidak salah menebak, Hera? kau diam-diam bermain di belakangku dan bahkan kau pasti sudah tahu di mana keberadaan pelangi sebenarnya tapi berpura-pura untuk tidak tahu dan tidak ingin berkata kepadaku tentang kenyataannya." Laki-laki tersebut terus meninggikan suaranya mencacar berbagai macam pertanyaan kepada perempuan yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


Bola mata laki-laki tersebut jelas terlihat begitu memerah menyatakan betapa marahnya dirinya saat ini dan tidak ada toleransi atas kemarahannya sama sekali kepada perempuan yang ada di hadapannya itu. Laki-laki tersebut memajukan langkahnya kemudian dia benar-benar berdiri di hadapan Hera di mana perempuan itu masih berusaha untuk duduk di tepian panjang, menatap dalam wajah Badai yang dipenuhi dan diliputi api kemarahan.


"Kau memilih untuk Diam tidak mengatakannya sama sekali padaku atau-," Badai kali ini berusaha untuk menarik di kasar dengan Hera untuk pertama kalinya dan mendesak perempuan itu untuk bicara kepada dirinya.


"muka mulutmu dan katakan hal yang sejujurnya dan jangan sampai aku marah melampaui batasanku hingga aku akan menghancurkan atau membunuh siapapun yang ada di sekitar kita saat ini." kembali lagi itu bicara dan kali ini dia menerbitkan sebuah ancaman besar untuk perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


"kenapa kau melakukan hal ini dan kamu memisahkan aku dan pelangi huh?." Badai tentu saja langsung mendengus kasar menatap ke arah wajah Hera saat ini.

__ADS_1


"aku melakukannya karena bagiku kau terlihat sangat tidak manusiawi memperlakukan Pelangi, Badai." dan pada akhirnya perempuan itu mulai membuka suaranya mengatakan tempat kenyataan kenapa dia membawa pelangi untuk menjauh dari Badai sejak beberapa hari yang lalu.


"kau menyiksa dia baik secara lahir maupun batin, tidak kah kamu sadar bagaimana psikisnya Pelangi saat ini?, kau tahu Badai? saat ini dia sedikit terganggu atas seluruh rasa Yang kau ciptakan kepada dirinya hingga menciptakan trauma atas dirimu?." cara bicara Hera terdengar penuh dengan penekanan, dia kali ini menatap tajam bola mata Badai dengan kemarahan nya sendiri.


"seharusnya aku tahu sejak awal jika dia adalah putri dari Angkasa, adik dari Dewa. Kau melampiaskan bendamu pada orang yang salah, Badai, kau membalaskan dendam pada orang yang salah." Lanjut Hera lagi kemudian.


Dan saat laki-laki tersebut mendengar apa yang diucapkan oleh heran seketika membuat dia langsung membulatkan bola matanya karena terkejut.

__ADS_1


"Apa? bagaimana kau-,?" dan lagi lagi tersebut menggantung kalimatnya, menetap ke arah yang cukup terkejut saat perempuan itu tahu soal dendam salah alamatnya.


"Kau bilang apa?." Tanya nya lagi kemudian.


__ADS_2