
Penjara pusat kota
Dalam ruang lembab dan dingin
lewat tengah hari tanpa matahari.
Tranggggggg.
Suara memekakkan telinga pertemuan antara tongkat yang ada di tangan sipir penjara dan besi teruji penjara saling berhantam antara satu dengan yang lain nya, dimana seorang laki-laki berpakaian dinas lengkap tampak berjalan dengan wajah pongah dan angkuh nya. Tubuh besar tinggi dengan kulit tubuh hitam dan kumis yang menghiasi wajah nya membuat penampilan sang sipir semakin terlihat menyeramkan.
Dibelakang nya terlihat seorang laki-laki berjalan dengan langkah yang begitu tenang, menampakkan sepatunya dalam gerakan yang begitu tenang dan tidak terburu-buru.
Badai terlihat berjalan mengitari ruangan lembab dan pengap di sekeliling nya tersebut bersamaan dengan sang sipir penjara yang terus melangkah maju menuju ke arah depan, mencari salah satu ruangan diantara puluhan ruangan yang ada di bawah sana, dia akan mengunjungi seseorang didalam sana yang telah merikut di dalam penjaranya karena skandal kasus yang pecah dalam beberapa waktu ini.
Angkasa Group hancur babak belur, tidak perlu melewati dua babak final untuk menghancurkan perusahaan itu, syukur bergerak dengan hati-hati di mana dia melewati satu gerakan dan melompat pada gerakan yang lainnya secara bersamaan sehingga dapat menghancurkan perusahaan milik ayah pelangi dengan tangan nya sendiri.
Tranggggggg.
Lagi suara memekakan telinga terdengar memenuhi seluruh ruangan tersebut, sang sipir penjara telah mendapat ruangan di mana ayah pelangi berada.
di dalam sana seorang laki-laki yang tengah duduk meringkuk di dalam kegelapan tanpa lampu seketika langsung terbangun saat mendengar suara memekakkan telinga tersebut berasal dari jeruji besinya.
__ADS_1
seolah-olah sadar siapa yang datang lagi-lagi paruh bayar lebih itu langsung beringsut dari duduknya, bergerak dengan cepat mendekati pelangi.
"Kau sudah datang, nak?"
dia bertanya dengan bola mata berkaca-kaca seolah-olah mencari kehadiran seseorang yang mungkin ada bersama Badai saat ini, nyatanya sama tanya menatap dan mencari penuh haram dia tidak menemukan sosok yang ingin dia lihat dalam beberapa bulan ini.
Pelangi, Putri kecil kesayangannya tersebut tidak terlihat ingin mengunjunginya.
"apakah pelangi tidak ingin datang kemari?"
laki-laki tua paruh baya itu bertanya dengan bola mata berkaca-kaca, menatap ke arah badai yang kini berdiri tepat di hadapan nya.
alih-alih menjawab, Badai lebih memilih untuk menggelengkan kepalanya sembari dia menatap wajah yang ada di hadapannya tersebut, meskipun ruangan itu terlihat gelap namun cahaya pantulan dari lampu yang berasal dari arah berbeda mampu menampilkan pemandangan yang menampakkan ekspresi wajah tua dan pucat yang penuh dengan harap.
"Pelangi merasa kecewa dan malu atas tindakan paman"
Laki-laki tersebut bicara, dia menyeringai dengan penuh kepuasan saat memberikan semua kebohongan terhadap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, sengaja mengatakan hal seperti itu agar laki-laki dihadapan nya itu kecewa dan merasa putus asa saat tahu Putri nya sudah tidak mengharapkan nya lagi atas rasa malu dan kecewa karena perbuatan ayah nya.
Laki-laki tua itu seketika meraih tangan Badai, dengan bola mata penuh kesedihan dia berkata.
"kau percaya paman tidak melakukannya bukan? aku tidak pernah memanipulasi dana proyek perusahaan bahkan aku tidak membunuh CEO Hambali group malam itu, seseorang mencoba menjebak ku Badai dan kau tahu itu"
__ADS_1
Laki-laki tersebut berucap dengan penuh penekanan, dia berharap Badai memberitahukan pada putrinya dia tidak melakukan hal tersebut hingga pelangi mungkin mau mengunjungi nya satu hari nanti.
"tentu saja aku percaya Paman tidak melakukannya, aku akan berusaha untuk menjelaskan pada pelangi dan membawanya kembali untuk bicara dengan paman"
badai bicara dengan cepat sembari berusaha untuk meyakinkan laki-laki tua di hadapan nya itu, nyatanya dia sangat suka melihat penderitaan yang diderita oleh laki-laki tersebut, dia sangat senang laki-laki tersebut mendekam di penjara dan mendapatkan berbagai macam tuduhan juga kehancuran hidup serta karir nya.
"Kenapa kasus nya semakin rumit dan sulit? paman yakin seseorang pasti sedang bermain-main di belakang kita"
Dan laki-laki tua tersebut kembali bicara, menyakinkan Badai jika seseorang pasti sengaja membuat dia tidak bisa bebas dan terus tenggelam didalam penjara.
Dan Badai yang mendengar ucapan laki-laki tua dihadapan nya terlihat menatap tajam kearah laki-laki tua tersebut sambil bergumam didalam hati nya.
"Apa kau tahu siapa yang melakukan nya laki-laki tua sialan? aku ..aku yang membuat mu tetap berada disini selama ini dan apa kau tahu? aku akan membuat mu menerima hukuman yang jauh lebih menyakitkan lagi setelah hari ini"
"jangan khawatir salah apa-apa karena aku akan mencari pengacara yang berbeda yang bisa membela paman dalam kasus tersebut dan membebaskan Paman dari seluruh tuduhan serta tuntutan"
Ucap Badai kemudian.
Dan percayalah laki-laki tua itu mengangguk kan kepalanya, terus percaya pada ucapan Badai yang merupakan suami dari putri kesayangannya tersebut.
"aku benar-benar hanya mampu mengandalkan mu"
__ADS_1
ucap laki-laki paruh baya tersebut dengan bibir dan tangan bergetar.