
Dirgantara company Indonesia,
Ruang kerja Badai.
Laki-laki tersebut terlihat fokus pada pekerjaannya, kacamata yang membingkai wajahnya menambahkan kesan maskulin dibalik wajah Badai. Laki-laki tersebut setiap kali fokus pada pekerjaannya pasti melupakan orang-orang yang ada di sekitarnya, dia pasti akan fokus pada kerjaannya dari sama sekali tidak ingin melihat kemanapun kecuali atas apa yang dia kerjakan.
Beberapa kali laki-laki tersebut mengecek beberapa berkas yang ada di hadapanmu kemudian dia mulai menandatangani berkas-berkas yang telah diberikan oleh sekretarisnya.
Diabaikannya orang-orang yang ada di hadapannya saat ini di mana beberapa pekerja terlihat menunggu keputusan darinya apa yang harus mereka lakukan saat ini. Entahlah berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya suara ketukan pintu terdengar dari luar sana.
"Pak?." Sang sekretaris Badai bicara dengan cepat.
__ADS_1
Seolah-olah sadar dari fokusnya yang tidak teralihkan, laki-laki tersebut langsung menatap ke arah sekretarisnya untuk beberapa waktu kemudian dia melepaskan kacamata nya dan meraup kasar wajahnya.
"Maaf aku hampir lupa, keluar lah." Badai pada akhirnya bicara pada beberapa pegawai perusahaannya yang sejak tadi berdiri di hadapannya.
Dari arah pintu depan, seorang office boy masuk membawa kopi untuk Badai.
"CEO Daisy company dan sekretarisnya telah datang." Sekretaris Badai bicara dengan cepat saat dua karyawan Badai melesat keluar dari tempat tersebut.
"Mereka ada di ruangan sebelah, apakah bapak ingin langsung menyelesaikan semuanya atau ingin aku lebih dulu pergi dan bapak bisa memeriksa lebih dulu berkas-berkasnya?." Perempuan muda di hadapan badai tersebut bertanya dengan cepat sembari menatap dalam wajah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Pergilah lebih dulu, aku akan memeriksa berkas nya sejenak kemudian menyusul ke ruang sebelah, pastikan untuk menyiapkan makan siang untuk mereka setelah penandatanganan berkas." Badai memberikan perintah pada perempuan di hadapannya tersebut dia meraih berkas yang diberikan oleh sekretarisnya kemudian mencoba untuk memeriksa berkas yang diberikan oleh perempuan muda itu.
__ADS_1
Seharusnya dia sudah memeriksa berkas kontrak kerjasama mereka sejak kemarin namun nyatanya beberapa pekerjaan membuat dia cukup lupa dengan apa yang harus dia lakukan.
"Nona Daisy cukup tidak suka dengan orang yang kurang tepat waktu, aku harap tuan tidak terlalu lama membuat mereka menunggu di samping." sekretarisnya bicara dengan cepat mencoba untuk mengingatkan Badai tentang karakteristik CEO Daisy company.
Beberapa orang berkata perempuan itu paling tidak suka dengan orang-orang yang suka mengulur waktu dan memiliki jam karet, mood booster perempuan itu terkadang suka berubah-ubah, ketika dia merasa dia tidak menyukai sesuatu dia bisa saja membatalkan perjanjian kerjasama tanpa berpikir dua tiga kali apakah dia dirugikan atau diuntungkan.
Sepak terjangnya 1 tahun belakangan dalam dunia bisnis cukup membuat semua orang terkejut, tapi pencapaiannya jelas terdengar sangat luar biasa karena semua orang sangat suka bekerja sama dengannya, perempuan itu kompeten dan berhasil membuat sebuah perusahaan merawat keuntungan besar bersama dan dia selalu bisa menghitung kapanpun periode saham akan naik atau turun dengan baik dan benar.
Mendengarkan apa yang diucapkan oleh sekretarisnya membuat Badai hanya menganggukkan kepalanya, laki-laki itu membiarkan sekretaris yang bergerak dari dulu kemudian dia sibuk untuk mengecek kembali datang berkas yang akan mereka tandatangani.
Sekretaris yang bergerak dengan cepat keluar dari sana. Sedangkan Badai sejenak memijat-mijat kepalanya, memilih mengecek lembar demi lembar kertas dihadapan nya dan setelah memastikan semua benar dia beranjak dari tempatnya dan bergerak menuju ke arah ruangan samping secara perlahan.
__ADS_1