
Di sisi lain
Rumah sakit xxxxxxx
Pusat kota.
Badai masih mengeratkan rahangnya sejak tadi, jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini yang jelas dia masih begitu marah dan kesal karena dia tidak kunjung menemukan Pelangi sejak gadis tersebut menghilang.
"kenapa kalian bergerak begitu lamban dan juga bodoh? apakah hanya untuk mendapatkan gadis itu kalian tidak bisa melakukannya? apakah kalian tidak bisa memeriksa kamera CCTV di setiap sudut rumah sakit ini? di mana kepintaran kalian sebenarnya?" Laki-laki tersebut berang, dia begitu marah bicara sembari berteriak dengan perasaan kesal.
Badai pikir bagaimana bisa orang-orang yang saat ini bisa bekerja dengan sangat lama bahkan tidak mampu mendapatkan Pelangi yang bahkan tidak memiliki kekuatan apapun saat ini, bayangkan bagaimana marahnya dia karena baginya orang-orangnya terasa begitu bodoh dan juga tolol.
"bergerak dengan cepat dan temukan dia atau aku benar-benar akan menghajar kalian satu persatu atau mungkin aku akan melenyapkan kalian saat ini juga" kembali laki-laki tersebut berteriak dengan penuh kemarahan dia nyaris menghantar pukulannya pada salah satu anak buahnya jika saja seseorang tidak masuk ke dalam ruangan di mana kini dia berada.
__ADS_1
"Badai .." satu suara mengejutkan dirinya membuat laki-laki itu menghentikan gerakan tangannya dan dia menoleh ke arah pintu masuk di mana dia berada saat ini.
Hera terlihat bergerak mendekati Badai dengan cepat.
"apa kamu kembali ingin melakukan kekerasan kepada orang lain?" Hera bertanya sembari mengerutkan keningnya saat dia melihat laki-laki yang ada di hadapan yaitu mencoba untuk memukul anak buahnya kembali.
mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan tersebut membuat badai membuang pandangannya pada orang-orang yang sembari dia memberikan kode kepada orang-orang yang ada semua orang segera pergi dari harapannya dengan cepat. mendapatkan kode dari sangkuannya membuat orang-orang itu menunjukkan kepala mereka kemudian memilih untuk pergi dari hadapan Badai dan Hera dengan cepat.
"Kau kenapa selalu berlaku begitu keras dan juga kasar kepada orang-orang di sekitar belakangan?" Hera kembali bicara pada laki-laki tersebut sembari menaikan ujung alisnya.
"Jangan terlalu ikut campur dengan urusanku yang ini, kenapa kau ada di sini?" Badi menjawab dengan cepat ucapan dari perempuan yang ada di hadapannya tersebut kemudian dia menaikkan ujung alisnya.
"bukankah seharusnya kamu ada di perusahaan saat ini?" lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
__ADS_1
Alih-alih menjawab ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu, Hera malah berkata.
"Aku dengar pelayanmu yang bernama pelangi melakukan aksi bunuh diri dan dia dirawat di rumah sakit ini?" Hera bertanya sedikit memancing.
mendengar pertanyaan perempuan tersebut seketika membuat Badai mendengus.
"tidak biasanya kamu mempertanyakan hal itu padaku? begitu memperhatikan pelayan" Ucap nya agak mendengus.
"Kamu yang tidak biasa, kamu memperlakukan seorang pelayan dengan cara yang begitu buruk, aku pikir pasti ada yang salah dengan isi kepala mu?" Dan Hera berbalik mengejek Badai, dia sedikit mendengus.
"Apa kita harus berdebat karena seorang pembantu? ini sangat tidak lucu " Dan Badai terlihat kesal, dia bicara kepada Hera sambil mencoba menahan kekesalannya, kemudian memilih untuk bergerak membalikkan tubuhnya.
"Pembantu? aku nyaris mempercayai nya, kau terlalu pandai berbohong pada ku Badai, kenapa tidak bilang kalau dia istri mu huh?" Dan Hera tiba-tiba berkata begitu, membuat Badai terkejut setengah mati, laki-laki tersebut menghentikan langkah kakinya secara perlahan.
__ADS_1