Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Menunggu nya siuman


__ADS_3

Masih di rumah sakit xxxxxxx,


London..


Aaron terlihat menatap sosok perempuan yang ada dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, menatap perempuan tersebut dari arah balik kaca pembatas yang ada di ruangan tersebut.


"Kita tidak bisa menemukan identitas dirinya." Seorang laki-laki berpakaian dokter bicara cepat kearah Aaron.


Dia tidak ikut melakukan operasi untuk perempuan yang berbaring di atas kasur di samping mereka, begitu tiba di rumah sakit semua sudah berlalu, karena dia bagian kepala dokter rumah sakit pada akhirnya dia langsung mengambil alih untuk mengurus perempuan tersebut. Dia merupakan saudara dari tuan Crish.


"Lalu bagaimana kita mencari keluarga nya? apakah kita harus melaporkan semua pada polisi?." Nyonya Daniati bertanya agak cemas.

__ADS_1


Sejenak semua orang di ruangan tersebut diam, berusaha untuk memikirkan dengan keras apa yang harus mereka lakukan.


"Mungkin sebaiknya menunggu dia siuman, kemungkinan dia pasti akan mampu memberikan informasi soal keluarga, jika saat ini dia masih belum sadarkan diri dan itu jelas akan sulit membuat kita mencari data dirinya atau keluarganya." Dokter tersebut bicara dengan cepat pada semua orang sembari bola matanya menatap ke arah tuan Crish.


"Aku juga khawatir dia akan shok saat mengetahui kenyataan jika dia kehilangan bayinya." Ucap tuan Crish kemudian.


Perempuan yang mereka bantu tersebut nyatanya tengah hamil muda, dalam proses penyelamatan para dokter sama sekali tidak mampu untuk menyelamatkan bayi di dalam kandungannya.


"Dia baik-baik saja, hanya saja kami kehilangan bayinya." bayangkan bagaimana terkejutnya tuan Crish dan juga anggota keluarga lainnya saat mengetahui perempuan itu teman hamil dan dengan sedihnya perempuan itu kehilangan calon bayinya.


Tuan Crish terlihat menghela nafas nya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya kita tidak langsung membicarakan soal bayi nya nanti saat dia bangun, aku cukup takut jika perempuan tersebut merasa shok kemudian histeris dengan keadaan ketika dia mengetahui tentang bayinya tersebut." lanjut laki-laki itu lagi dengan perasaan gelisah


Mendengar apa yang diucapkan oleh tuan Crish, dokter tersebut menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut, dia setuju dan mendukung ucapan saudara laki-lakinya itu karena baginya membicarakan terlalu dini tentang kehamilan yang hilang pada perempuan itu jelas akan membuat perempuan dan tengah berbaring di atas kasur rumah sakit itu akan histeris dengan keadaan.


"Mungkin sebaiknya tetap fokus untuk merawatnya dan membuatnya terjaga dengan cepat, perhatikan luka-luka di tubuhnya, aku berharap ketika perempuan itu terbangun dia dalam keadaan yang cukup baik sehingga kita bisa mencari di mana keluarganya." Lagi laki-laki tersebut bicara ke arah sang dokter.


Dokter laki-laki itu menganggukkan perlahan kepalanya.


di tengah obrolan mereka tiba-tiba saja bisa mereka dengar suara alarm pengingat jika perempuan yang berbaring di atas kasur dominasi berwarna putih di dalam rumah sakit itu tampak mulai mendapatkan kesadaran. Tuan Crish kemudian dia menatap ke arah perempuan yang tengah berbaring di atas kasur di sisi kanannya tersebut.


Bayangkan bagaimana keadaan saat ini, mereka pada akhirnya dengan cepat langsung melesat masuk menuju ke arah di mana perempuan tersebut dirawat saat ini.

__ADS_1


__ADS_2