Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Pilih salah satu


__ADS_3

Mendengar apa yang diucapkan oleh pamannya yang ada di hadapannya tersebut jelas saja membuat Badai terlihat begitu marah, laki-laki tersebut tanpa menunggu apapun dengan cepat langsung bergerak menyeret pelangi dengan cepat.


Hal tersebut jelas membuat Samudra terkejut sama seperti hal nya Embun, perempuan itu langsung tersentak saat badai menari tangannya dan menyerah dirinya dengan cara yang kasar.


samudra jelas saja mengeram dan marah mencoba untuk mengejar langkah Badai.


"Ada apa dengan mu? kau memperlakukan seorang perempuan dengan kasar, Badai" laki-laki itu bicara sambil menahan lengan Badai, dia tidak suka melihat sang keponakannya menarik perempuan tersebut dengan cara yang kasar.


Bagi nya terlalu tidak gentle ketika seorang laki-laki memperlakukan seorang perempuan dengan kasar meski semarak apapun dirinya, bola mata samudra menatap tajam ke arah Badai, seolah-olah dia siap menghajar laki-laki tersebut kapanpun.


"apa kau lupa kau dilahirkan dari seorang perempuan? meksipun kau tidak suka padanya bersikaplah sedikit lebih baik dan sopan" laki-laki tersebut bicara dengan intonasi nada yang tinggi, mencoba menarik pelangi agar berada di belakang punggungnya sehingga badan tidak bisa untuk kembali menaruh pelangi dan membuat perempuan itu terluka.

__ADS_1


mendengar ucapan samudra jelas saja membuat Badai terlihat semakin marah.


"tidak usah membawa ibuku di antara semuanya, ibuku dan perempuan ini jelas tidak setara, dia tidak pantas dihormati seperti aku menghormati ibu ku" Balas Badai dengan cepat.


baginya Pelangi jelas tidak setara dengan ibunya, tidak ada kata untuk menghargai atau menghormati Pelangi sama sekali karena bagi nya perempuan itu lahir dari orang-orang yang tidak terpuji yang telah melenyapkan keluarganya dan juga menghancurkan keluarganya.


Mendengar ucapan Badai bayangkan bagaimana perasaan Pelangi, dia yang ada di belakang Samudra seketika merasa hatinya hancur berkeping-keping, seharusnya seorang suami melindungi dirinya dan membuat dia bahagia, nyatanya Badai memperlakukan dirinya seperti sampah.


"Seharusnya kau memecat nya dari pada menghinanya seperti itu" Dan Samudra berkata seperti itu dengan cepat.


Mendengar apa yang diucapkan Samudra seketika membuat Badai bergerak maju, kali ini dia menarik kerah baju Samudra dengan kasar kemudian berkata.

__ADS_1


"Jangan melakukan segala sesuatu melampaui batasan mu, paman. Aku tidak suka itu. Dan pelangi itu urusan ku, bukan urusan mu" Ucap Badai dengan jutaan kemarahan, urat-urat di pelipis nya terlihat bergerak menandakan betapa marah nya dia saat ini, laki-laki itu benar-benar benci saat paman nya terlalu dalam ikut campur.


Samudra seketika mencengkeram kedua belah tangan Badai, dia menatap tajam balik bola mata Badai kemudian laki-laki tersebut berkata.


"Aku punya adikuasa dirumah ini, siapapun yang bekerja di sini itu juga akan menjadi urusanku, dan kau jangan sampai lupa jika aku ini Paman dan bukan orang yang setara dengan mu, Badai" Ucap laki-laki tersebut cepat. Setelah berkata seperti itu laki-laki itu langsung menghempaskan lengan badai dengan cara yang kasar.


dan hal tersebut sontak membuat badai semakin marah juga kesal, dia menggerakkan rahangnya kemudian menoleh ke arah pelangi sembari dia mendengus kasar untuk beberapa waktu.


"Pilih untuk mengikuti ku atau mengikuti dia, pelangi?" Tanya Badai dengan cepat kearah Pelangi.


Hal tersebut sontak membuat pelangi terdiam.

__ADS_1


__ADS_2