Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Kembali nya Samudra


__ADS_3

"Kapan dia kembali?"


Pada akhirnya Badai mengernyitkan dahi nya saat dia menyadari siapa yang datang dan mengangkat pelangi saat ini, bola mata nya menatap kearah Hera dengan kabut kemarahan yang kembali naik.


Mendengar pertanyaan Badai membuat Hera diam untuk beberapa waktu, Perempuan tersebut juga tidak memiliki Jawaban yang paling tepat untuk dilontarkan pada Badai saat ini.


"Jangan angkat perempuan sialan itu dan jangan coba-coba untuk menyelamatkan nya"


Kini suara Badai pecah menggelegar kembali, dia yang telah berpakaian rapi dengan jas nya langsung menerik lengan tangan nya dengan cepat, bergerak menuju kearah sosok laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut, dimana laki-laki itu bergerak mengangkat istri nya.


"Kau memperlakukan seorang pelayan dengan cara yang sangat buruk, Badai"


Dan tiba-tiba laki-laki tersebut membalikkan tubuhnya, menggendong tubuh Pelangi sambil menatap tajam bola mata Badai dengan tatapan yang begitu penuh kemarahan.


"Itu adalah urusan ku"


Badai menjawab dengan intonasi suara yang cukup mengerikan, dia menatap balik tajam bola mata laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.


"Dan apa kau lupa? aku juga punya hak untuk mengatur segala sesuatu di rumah ini tanpa harus menunggu izin dari mu, Badai"

__ADS_1


Percayalah laki-laki dihadapan Badai bicara mengingatkan Badai tentang Adi kuasa nya dirumah tersebut, dia menatap tajam wajah Badai untuk waktu yang cukup lama, masih dalam posisi menggendong pelangi yang berada dalam kesekaratan nya, pelangi jatuh tidak sadarkan diri.


"Aku harap kau berlaku lebih sopan pada orang-orang disekitar mu, meskipun mereka hanya seorang pembantu, seharusnya kau bersikap jauh lebih manusiawi, dan aku tidak suka jika ada kematian di rumah ini"


Lanjut laki-laki tersebut lagi, dia mengeratkan rahang nya, merasa sangat marah saat dia kembali melihat keributan dan mengetahui ada kejadian mengerikan di dalam kediaman tersebut.


"aku cukup terkejut saat tahu Paman kembali kemari"


saat laki-laki itu ingin berbalik membawa tubuh Pelangi, Badai menghentikan laki-laki tersebut dengan ucapannya.


"apakah paman kembali karena mengetahui Hera telah kembali?"


Laki-laki dihadapan Badai berusia jauh lebih tua dari nya, mungkin kisaran 36 tahun lebih, dia adalah adik dari ibu Badai, meskipun sosok itu adalah paman nya, nyatanya hubungan mereka tidak baik-baik saja, ada banyak perbedaan yang terjadi di antara mereka dalam prinsip hidup dan cara berpikir.


Paman nya lebih mengedepankan hati dalam menghadapi orang-orang disekitar, sedangkan Badai menganggap semua akan selesai karena uang.


Dan nyatanya mereka berdua saling menyimpan rahasia antara satu dengan yang lainnya soal masa lalu dimana Badai kehilangan orang tua nya dan laki-laki dihadapan nya kehilangan tunangan nya.


Sakit yang mereka rasakan mungkin sama, tapi mereka berduka dengan cara yang berbeda.

__ADS_1


"Atau kau sebenarnya yang kembali ke mari karena Samudra?"


Dan kini pandangan Badai berpindah pada Hera yang sejak tadi diam mematung karena bingung dan panik.


Samudra, laki-laki yang membuat kehidupan Hera tidak baik-baik saja.


"Hera?"


Badai menatap penuh kemarahan pada Hera, pagi ini rasa nya emosional nya sedang di uji dengan cara yang luar biasa.


Pelangi yang bodoh, Hera yang menampar nya, kembali nya Samudra dan dia merasa Hera sedang membohongi nya.


"Badai..."


Hera berusaha menyentuh lengan Badai secara perlahan.


Nyata bay Samudra sama sekali tidak memperdulikan sepasang kekasih tersebut, dia lebih memilih untuk membawa pelangi Bergerak menuju ke arah kamar utama nya, menggendong nya dengan cara yang luar biasa, seperti seorang laki-laki sejati yang membawa tubuh kekasih nya.


Para pelayan terlihat membeku, mereka saling tatap antara satu dengan yang lainnya sembari menelan saliva mereka.

__ADS_1


Saat Badai dan Samudra kembali bersama, di mana ada Hera dan Perempuan lainnya yang identitas nya masih di sembunyikan Badai, mereka pikir ini jelas tidak baik-baik saja.


__ADS_2