
Di sisi lain,
Dirgantara group,
pusat kota,
Jakarta.
Disebuah ruangan kerja mendominasi berwarna putih dengan ukuran yang begitu luas terlihat seorang laki-laki tampak sibuk pada beberapa berkas-berkas yang ada dihadapan nya.
Badai tampak fokus menandatangani berkas-berkas yang diberikan pada dirinya sejak tadi, fokus bola matanya sama sekali tidak berpaling dari barisan kertas-kertas yang ada di hadapannya itu.
Sang sekretaris nya terlihat berdiri di hadapannya sejak tadi dan menunggu laki-laki tersebut menyelesaikan menandatangani berbagai macam berkas-berkas yang ada di hadapannya cukup lama dia menunggu hingga pada akhirnya badai menyelesaikan semua tanda tangannya satu persatu.
__ADS_1
"Ada harapan yang akan dilakukan pada pukul 02.00 siang hari ini kemudian ada inves terbaru yang akan tuan temui di perusahaan xxxxxxx." sekretarisnya tersebut bicara dengan cepat begitu dia menerima berkas-berkas yang diberikan oleh atasannya tersebut.
"Bagaimana perkembangan proyek kerjasama yang terakhir?, apa mereka sudah menerima kesepakatan kerjasamanya dan bersiap untuk menandatangani kontrak kerjasama?." Badai bertanya pada sang asistennya sembari bola matanya menatap ke arah perempuan yang ada di hadapannya tersebut di mana dia tampak bertanya dan menunggu jawaban dengan tidak sabaran.
"Mereka baru saja menyetujui kesepakatan nya pagi ini, kontrak kerjasamanya akan ditandatangani dalam tiga hari ke depan, tuan Hambali bermata, CEO mereka sendiri yang akan datang langsung ke Indonesia untuk menandatangani kontrak kerjasama, bersamaan datang dalam acara amal di galeri xxxxxxx yang akan dikunjungi oleh mereka nanti." Sekretaris Badai menjelaskan dengan detail tentang kontrak kerjasama mereka yang sempat tertunda beberapa waktu yang lalu dari perusahaan yang berbeda.
"Mereka cukup lama untuk menyetujui kesepakatan tersebut apakah ada masalah dalam berkas-berkas kerjasama nya?." Badai sejenak mengernyitkan keningnya.
"Sekretaris perusahaan tersebut menyampaikan maaf, mereka memiliki beberapa proyek yang masih berjalan di waktu kemarin, tidak suka mengambil sifat gegabah dalam mengambil semua kerjasama terbaru, CEO mereka sangat kompeten dan teliti, dia tidak suka ada kegagalan dalam semua kesepakatan, lamban sedikit bukan masalah namun harus mendapatkan hasil yang sangat memuaskan." Lanjut perempuan tersebut lagi kemudian.
Badai terlihat diam, dia pada akhirnya membuang pandangannya kemudian dia menghela kasar nafasnya.
"Itu bukan masalah, pastikan dengan baik jadwal penandatanganannya kapan, apakah benar 3 hari ke depan atau di undur kembali atau bahkan akan mereka majukan?, aku punya beberapa jadwal pertemuan dan juga acara dalam beberapa hari ini pastikan jadwal pertemuanku dengan CEO mereka tidak bentrok dan bertabrakan antara satu dengan yang lainnya." pada akhirnya laki-laki tersebut bicara dengan cepat kepada sekretarisnya, ingin memastikan kapan jadwal sebenarnya yang akan lakukan.
__ADS_1
"Jangan khawatir soal apapun, aku akan langsung memberitahukan pada tuan jauh sebelum waktu penandatanganan." perempuan itu bicara dengan cepat sembari meyakinkan Badai jika semuanya akan berjalan dengan rencana, memastikan jika tidak akan ada jadwal yang saling bertabrakan antara satu dengan yang lainnya.
Badai pada akhirnya memilih diam dan dia tidak melanjutkan kata-katanya. Sang sekretaris secara perlahan menundukkan kepalanya dan bergerak berbalik kemudian meninggalkan laki-laki tersebut secara perlahan.
Setelah sekretaris Badai pergi berlalu dari ruangan tersebut, Badai terlihat menyandarkan tubuhnya dan kepalanya ke atas kursi kerjanya, laki-laki tersebut memejamkan bola matanya sejenak sembari mencoba mengingat tentang apa yang terjadi di masa lalu.
Cukup lama laki-laki tersebut memejamkan bola matanya, membiarkan pikirannya berkelana cukup jauh ke arah manapun yang dia inginkan hingga pada akhirnya tiba-tiba satu suara mengejutkan.
"Masih belum bisa melupakan nya?." tanya suara tersebut perlahan.
Badai sama sekali tidak membukakan bola matanya, dia hanya menjawab.
"Hmmm terkadang aku begitu merindukan nya." Jawab laki-laki tersebut pelan.
__ADS_1