Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Menyelidiki diam-diam


__ADS_3

Pemakaman xxxxxxx,


Pusat kota,


Jakarta.


Ditengah sisa guyuran hujan yang melanda dimana beberapa pelayat yang tersisa secara perlahan mulai menghilang satu persatu, Badai terlihat membiarkan dirinya menatap batu nisan yang ada di hadapannya untuk waktu yang cukup lama, untuk apa yang dipikirkan oleh laki-laki tersebut sebenarnya namun bisa dilihat jika Badai cukup merasa bersalah dan berdosa dengan keadaan.


Madam Zusan terlihat begitu marah ke arah laki-laki tersebut di mana wanita tua itu berjalan dengan dibantu oleh pelayan nya untuk segera pergi juga dari tempat pemakaman Pelangi.


Jangan ditanya bagaimana kecewanya wanita tua tersebut saat dia tahu Badai setelah menikahi pelangi memperlakukan gadis tersebut dengan sangat tidak manusiawi.

__ADS_1


"Seharusnya kamu berpikir dengan baik menggunakan kepalamu, sebelum melakukan sesuatu harusnya kamu tidak bergerak dengan tergesa-gesa dan juga tapi mencoba untuk menyelidikinya lebih dulu apa yang terjadi pada masa lalu sebenarnya." itu adalah barisan ucapan yang disampaikan madam Zusan pada Badai.


"Aku begitu antusias saat tahu kamu ingin melamar putri Angkasa, berpikir pagi siang sore dan malam di negara tetangga kapan bisa kembali ke Indonesia dan melihat kalian berdua, aku tidak menyangka kamu masih mematik dendam atas peristiwa di masa lalu, di mana siapa pelaku dari kehancuran keluarga Dirgantara yang sebenarnya belum diketahui secara pasti siapa, tapi nyatanya kamu bertindak melampaui batas anda berpikir angka salah yang menyebabkan semua kehancuran keluarga Dirgantara, nenek benar-benar kecewa." ucap wanita tersebut lagi kemudian pada Badai kemarin.


Dan kini wanita tersebut memilih untuk membungkam mulutnya dan tidak ingin bicara dengan badai sama sekali, rasa kecewa yang dimilikinya jelas sangat besar hingga membuat dia merasa tidak dapat memaafkan Badai karena baginya Badai bukan hanya menyiksa pelangi baik secara lahir dan batinnya, bahkan baginya Badai telah membunuh sosok gadis yang tidak tahu apa-apa itu.


Begitu selesai menghadiri pemakaman daripada pelangi pada akhirnya wanita itu memilih untuk pergi pulang ke rumah lebih dulu dan mengabaikan badai, baginya tidak ada hal yang perlu dia bicarakan pada laki-laki tersebut saat ini karena dia lebih memilih untuk berendam kekecewaannya di tempat kediamannya dan juga kamarnya.


"Tuan." di tengah lamunan yang terjadi pada dirinya tiba-tiba satu suara mengejutkan dirinya.


Badai secara perlahan langsung menoleh ke arah asal suara sembari menatap sosok laki-laki yang kini menundukkan kepala kehadapannya.

__ADS_1


"Ada informasi tentang apa yang terjadi pada masa lalu." ucap sosok laki-laki tersebut ke arah Badai.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Badai menaikkan ujung alisnya.


"Katakan." pada akhirnya Badai berkata dengan cepat, dia menatap sosok laki-laki di hadapannya untuk beberapa waktu sembari menunggu apa yang akan diucapkan oleh laki-laki itu yang merupakan orang yang dipercaya untuk menyelidiki tentang masa lalu.


"Ada pihak keluarga yang terlibat untuk menjadikan keluarga angkasa sebagai tersangka atas kehancuran keluarga Dirgantara." ucap laki-laki tersebut dengan cepat ke arah Badai.


Dan percayalah mendengar ucapan laki-laki itu seketika membuat Badai langsung terbelalak kaget sembari berkata.


"Apa?." Tanya Badai kemudian.

__ADS_1


__ADS_2