Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Dalam permainan luar biasa


__ADS_3

"Bisa memuaskan ku? aku pikir seperti biasa aku sedang tidak bernafsu"


Badai bicara sembari menaikkan ujung alisnya.


"Selalu bisa, apa kamu meragu kan kemampuan ku?"


Hera terkekeh, merasa tertantang, dia meraih leher Badai dan menatap dalam bola mata laki-laki di hadapannya tersebut.


"Lakukan lah"


Badai bicara dengan cepat.


Dan dalam hitungan detik Hera langsung menyambar bibir Badai, laki-laki tersebut membiarkan perempuan tersebut melakukan apapun sesuai kemauan nya.


Bisa badai rasakan bagaimana cara Hera mencoba untuk memancing hasrat nya, di bawah guyuran air shower yang terus mengucur membasahi tubuh mereka berdua saat ini di mana tangan Hera terlihat begitu nakal mulai mengeranyangi tubuh Badai dengan cara yang begitu nakal, membiarkan diri perempuan tersebut terus bergerak, memancing laki-laki dihadapan nya itu dalam kerinduan nya yang mendalam.


Dibalik gerakan tangannya yang nakal, bibir gadis tersebut terus menjelajahi bibir Badai, menyesap nya dengan cara yang begitu agresif dan begitu liar.


Badai membiarkan Perempuan tersebut berbuat sesuka hati nya, menunggu Hera untuk membangunkan diri nya.


Dia tidak gampang menginginkan sesuatu, sedikit sulit untuk hasrat nya terjaga, Hera biasa nya harus berusaha ekstra untuk membuat milik nya terjaga.


Hera menghentikan ciuman nya, kali ini dia membiarkan diri nya menatap Badai untuk beberapa waktu.


"Mau di kamar mandi atau di atas ranjang?"


Hera bertanya, menatap penuh kerinduan kearah Bara sambil membiarkan tangan nya bergerak nakal ke bagian milik Badai, Perempuan tersebut sengaja memainkan milik laki-laki tersebut yang masih ditutupi oleh kain penutup terakhir nya.

__ADS_1


Saat laki-laki tersebut mendengar pertanyaan Hera, Badai langsung menaikkan ujung bibirnya.


"aku suka sensasi percintaan dalam posisi menantang, di kamar mandi jauh lebih indah dari pada di atas kasur, ini jauh lebih menantang dan membuat hasrat ku semakin menggila"


Laki-laki tersebut menjawab cepat.


Dan kini pada akhirnya dengan gerakan cepat pula Hera menarik leher Badai kembali, membiarkan diri mereka menempel dengan ketat antara satu dengan yang lainnya, dan di detik berikutnya Hera kembali menautkan bibir nya dengan cara yang panas dan liar, bergerak tanpa malu membawa Badai untuk saling menyesap bibir antara satu dengan yang lainnya, berbagi saliva bahkan Perempuan tersebut menyesap lidah Badai.


Percaya lah Mereka bagaikan sepasang kekasih yang dimabuk adi kuasa hasrat kerinduan tanpa jeda, dimana Hera tidak membiarkan sedikit pun bagian dari tubuh mereka tidak saling menyentuh dan menjamah.


Hera bergerak jauh lebih liar dan nakal, seolah-olah tahu dimana saja titik kelemahan sang Badai, memainkan hasrat laki-laki tersebut agar sampai pada puncak kenikmatan nya.


Dia merindukan Laki-laki tersebut pagi, siang, sore dan malam, pekerjaan yang dilakoni sungguh menyita waktu dan menciptakan jarak besar untuk mereka.


Dan saat kembali dia benar-benar tidak bisa melepaskan rasa rindu yang menggebu menghantam diri nya.


Perempuan tersebut mengeluar kan segala jurus kemampuan nya, memancing hasrat Badai agar laki-laki tersebut mulai ingin bermain bersama nya, dimana tangan, bibir dan lidah menjelajahi seluruh permukaan kulit Badai baik dari bibir, leher, dada hingga ke bawah sana.


Membuang bagian penutup terakhir Badai, menggunakan mulut nya tanpa rasa malu untuk memancing hasrat laki-laki tersebut.


Cukup lama hingga akhirnya Badai mengeluarkan suara nya, dia mulai menikmati saat perempuan tersebut bekerja begitu keras membangunkan milik nya hingga akhirnya dia mendapat kan pelepasan nya. Dan di detik berikutnya laki-laki tersebut pada akhirnya menukar posisi, bergerak membawa Hera mensejajarkan diri dengan nya.


Kali ini dia yang bergerak menjelajahi Hera, membawa perempuan tersebut hingga berkali-kali mengeluarkan suara indah penuh desah'an nya, bola mata Hera berkali-kali tertutup menikmati rasa yang diberikan oleh Badai pada dirinya, meskipun sebenarnya dia yang lebih mendominasi karena paling aktif dan tidak tahu malu memancing laki-laki dihadapan nya agar terus menjamah seluruh bagian dari dirinya tapi dia bahagia Badai selalu mampu membuat dia merasakan sensasi indah penuh peluh yang membuat dia berteriak berkali-kali karena rasa nikmat yang begitu hakiki.


Entahlah berapa lama permainan dasar terjadi hingga akhirnya Badai memutar tubuh Hera kebelakang, laki-laki tersebut bermain dibalik telinga bahkan bagian punggung leher nya, membuat Hera berkali-kali mengeluarkan suara indah nya yang penuh kenikmatan atas perlakuan Badai.


Dan dalam satu waktu Hera mencapai satu pelepasan sempurna meskipun laki-laki tersebut belum membiarkan diri menyatu bersama.

__ADS_1


"Oh sayang, aku sampa"


Hera berteriak kecil, memejam kan bola matanya saat dia pikir sesuatu di bawah sana tumpah.


"Lepaskan lah dan sebut nama ku, aku suka mendengar nya"


Laki-laki tersebut berbisik, menikmati suara demi suara rintihan yang diberikan oleh Hera, membuat perempuan tersebut benar-benar merasakan pelepasan nya, dia memejamkan bola matanya sembari mengencangkan pegangan nya pada dinding kamar mandi dan benar saja sesuatu tumpah di bawah sana meskipun Badai seperti biasa tidak membiarkan mereka menyatu dengan sempurna.


Hera masih menikmati rasa , membiarkan bola matanya terpejam sempurna, nyata nya di tengah rasa nikmat yang baru dirasakan nya tiba-tiba satu suara mengejutkan dirinya.


Pranggggg.


Demi apapun kedua orang itu mendengar suara pecahan kaca berhamburan di luar sana, membuat Badai dan Hera menoleh ke sisi kanan mereka secara bersamaan.


"Apa-apaan?"


Hera terlihat marah, saat menyadari seseorang berdiri didepan pintu kamar mandi dengan tatapan yang aneh, seorang gadis muda dengan bola mata yang terlihat berkaca-kaca.


Badai menaikkan ujung bibirnya, menatap sinis kearah pelangi kemudian berkata.


"Kau benar-benar mengacaukan suasana, ja.. lang"


Tidak peduli bagaimana ekspresi pelangi, laki-laki tersebut tampak kesal, menghentikan permainan, menyambar handuk kemudian berkata.


"Mandi dan beristirahat lah, kita akan melanjutkan nya nanti"


Dia sengaja berkata seperti itu pada Hera, mencium puncak kepala perempuan dihadapan nya dimana Hera tampak menatap bingung kearah Badai sambil bertanya.

__ADS_1


"Dia pembantu baru mu? benar-benar tidak punya etika"


__ADS_2