Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Kehilangan diri nya


__ADS_3

Bayangkan bagaimana terkejutnya Badai saat mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki dihadapannya tersebut.


"Apa?" Dia bertanya sambil membulatkan bola matanya karena terkejut.


"Kami sudah semaksimal mungkin mencari nya" Lanjut laki-laki dihadapan Badai lagi, bisa dilihat raut wajah cemas laki-laki tersebut tercetak jelas di balik wajah nya dengan keringat dingin yang mengucur di bagian pelipis nya


Badai tidak bicara, memilih bergerak menuju kearah kamar dimana Pelangi di rawat dengan cepat, memastikan sendiri soal berita yang dia dengar. Nyatanya benar saat dia memaksa masuk kedalam kamar tersebut, yang dia hadapi hanya ruangan kosong mendominasi berwarna putih tanpa penghuni nya.


Seketika hal tersebut membuat Badai menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu sembari dia mengeratkan rahangnya.


"Maafkan kami...." Laki-laki disamping Badai baru saja ingin bicara tapi tiba-tiba.


Srrrtttttttttr.

__ADS_1


Brakkkkkkk.


Satu tarikan diiringi hempasan keras dirasakan oleh laki-laki tersebut dimana awal nya Badai menarik kerah pakaian nya dengan kasar kemudian menghempas kan laki-laki tersebut menuju kearah dinding.


Laki-laki tersebut meringis merasakan sakit luar biasa atas hantaman yang diberikan Badai, merasa gila karena laki-laki tersebut seketika kehilangan akal warasnya.


"Aku tidak tahu bagaimana cara kalian menjaga nya" Ucap Badai dengan tatapan yang begitu mengerikan, bola mata nya siap keluar saat ini juga dimana bisa dilihat bola mata tersebut benar-benar memerah menandakan jika laki-laki tersebut siap untuk membunuh siapapun yang ada dihadapan nya.


"Hanya menjaga seorang perempuan lemah yang bahkan tidak bisa berdiri dengan kaki nya dengan benar membuat kalian gagal melakukan nya" Dan kini Badai semakin mencengkram erat leher laki-laki dihadapan nya tersebut.


"Maafkan kami tuan Badai tapi istri anda cukup cepat menghilang, nona juga tidak dalam kondisi baik-baik saja" laki-laki tersebut mencoba untuk menjelaskan, berharap Badai segera melepaskan cengkraman nya, itu cukup menyiksa dirinya dan membuat dia tidak bisa bernafas dengan baik.


"kalaupun istri anda pergi, dia mungkin tidak akan bisa melangkah jauh karena kondisi fisiknya tidak dalam keadaan baik-baik saja" lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.

__ADS_1


Mendengar ucapan laki-laki tersebut membuat Badai berusaha untuk mengendurkan cengkraman nya, kemudian laki-laki tersebut berkata.


"Cari hingga ketemu setelah itu bawa dia kembali ke rumah bagaimana pun caranya" Ucap Badai kemudian.


Dia melepaskan cengkraman nya dengan cepat, membiarkan laki-laki tersebut menghilang dari hadapan nya. Badai menatap kasur mendominasi berwarna putih yang ada dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu hingga akhirnya bisa dilihat laki-laki tersebut menggenggam erat telapak tangan nya.


"Kau akan merasakan hukuman yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya, Pelangi" Batin laki-laki tersebut.


Dia membalikkan tubuhnya dengan cepat dimana bisa dilihat rahang laki-laki tersebut saling mengerat antara satu dengan yang lainnya.


******


Disisi lain.

__ADS_1


Pelangi terlihat berlarian dengan terseok-seok, sesekali dia menoleh kearah belakang dengan jutaan ketakutan didalam diri nya, wajah pucat perempuan tersebut jelas menyiratkan satu ketakutan luar biasa, dia mencoba untuk menyakinkan diri nya jika dia pasti tiba ke tempat yang dia tuju saat ini.


Sejenak perempuan tersebut menghentikan langkah kakinya, dia menatap kearah depan di ujung sana. Dimana bisa dia lihat 2 laki-laki bertubuh kekar berdiri menjaga satu pintu dibelakang nya, Pelangi berusaha mengintip sembari berpikir bagaimana caranya dia bisa masuk kedalam ruangan tersebut saat ini.


__ADS_2