Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Sepenggal ingatan dimasa lalu


__ADS_3

Alfamart daerah xxxxxxx


Jakarta.


Bola mata Badai menatap punggung adiknya yang bergerak menjauh dari hadapannya, membiarkan gadis tersebut pergi membeli sesuatu yang tidak dia ketahui apa. Laki-laki tersebut menyandarkan kepalanya dan juga tubuhnya di kursi mobil di mana dia berada saat ini, membiarkan bola matanya menetap ke arah sisi yang berbeda.


bisa dilihat beberapa anak remaja berseragam SMP tertawa terbahak-bahak tepat di depan Alfamart di mana dia berada, di jam malam yang jelas tidak normal, membuat orang yang melihat akan berpikir yang tidak-tidak atas kegiatan mereka di jam malam seperti ini.


Tiba-tiba saja ingatan Badai sejenak berkelana, membiarkan diri tenggelam dalam satu kenangan masa lalu yang terkadang menghantui dirinya, ingatan panjang yang nyaris jangan lupakan.


Flashback


Alfamart berbeda


pusat kota Jakarta.


"Mau titip sesuatu?." Suara seseorang memecah keheningan, membuat Badai muda yang memejamkan bola matanya sejak tadi seketika langsung membuka bola matanya secara perlahan.


Masih dalam kondisi sedikit mengantuk ditambah kepalanya sejak tadi membuat dia enggan untuk ikut turun bersama laki-laki yang ada di sampingnya tersebut, masih sambil melipat kedua belah tangannya di depan dadanya badai menggelengkan kepalanya kemudian menjawab.


"Pergilah aku masih cukup mengantuk."


laki-laki di samping badai hanya menaikkan kedua bahunya kemudian dia bergerak keluar dari dalam mobil dan turun secara perlahan dari sana. Badai muda berniat datang kembali memejamkan bola matanya namun tiba-tiba bisa dilihat segerombolan anak berseragam SMP melintasi mobil yang dia naiki. Anak-anak itu mengingatkan nya pada Anggun, adik bungsunya yang begitu dia rindukan.


Satu-satunya orang yang pertama kali ingin ditemui adalah gadis manja dan cengeng tersebut.


Badai hanya memperhatikan beberapa anak berseragam SMP itu yang secara perlahan melewati mobil nya, tapi 1 anak terlihat menghentikan langkah kakinya, memilih untuk menatap karena sisi kiri dan kanan disekitar nya, kemudian tiba-tiba gadis tersendiri mengeluarkan sesuatu di dalam tas nya.


Benda kecil berwarna pink tampak berada ditangan gadis tersebut, didetik berikutnya gadis itu memasangkan benda tersebut di bibirnya.


"Pelangi, cepat-," Satu teriakan terdengar diujung sana.


"Sana... biarkan aku mempercantik bibir, lihat? mereka tampak manis di bibir ku." Gadis di samping Badai menyahut sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

__ADS_1


Pelangi, nama yang indah seindah orang nya. Usianya persis seperti adik nya.


"Berikan pada ku." Seseorang mendekat, mencoba meraih benda di tangan gadis bernama Pelangi dengan cepat, memunyungkan bibirnya kearah kaca jendela mobil.


"Yakkk apakah tidak ada orang didalam nya?, bagaimana jika ada seseorang?." Satu gadis muda lainnya bertanya.


Anak-anak dalam balutan seragam SMP, terlalu bocah ingusan tapi sudah sibuk membuat merah di bibir mereka, bergantian menggunakan pewarna di bibir mereka tanpa tahu jika di dalam sana terdapat laki-laki yang berdecih mengejek kelakuan mereka.


Badai memijat-mijat kepalanya, mencoba mengabaikan semua orang dan membiarkan mereka melakukan hal semau nya, selama tidak membuat lecet mobil tersebut, itu bukan urusan nya.


Setelah semua selesai, gadis bernama Pelangi masih berdiri di sampingnya, membuat Badai mengernyitkan keningnya untuk beberapa waktu.


Dalam beberapa detik berikutnya, tiba-tiba saja gadis tersebut memajukan bibirnya ke arah kaca mobil.


"What?." Badai mengerinyitkan keningnya.


Gadis tersebut memberikan cap pada kaca mobilnya, lambang bibir berwarna pink tepat di samping pipi kirinya.


"Oh shi-t." Laki-laki tersebut mengumpat tertahan, menurunkan kaca mobilnya dengan terburu-buru.


"Hahhhh?!." Dia terkejut, menampilkan ekspresi wajah panik dengan rona wajah memerah.


Badai sejenak tidak bergeming, menatap Pelangi dengan lekat, baru melihat wajah gadis tersebut dengan jelas ketika membuka kaca jendela mobil nya.


Cantik.


Itu yang ada didalam kepalanya.


Gadis tersebut secepat kilat berlarian kabur dari hadapan nya ditengah Badai yang masih belum bisa menetralisir detak jantungnya.


"Ada apa?." Dan satu suara mengejutkan dirinya.


*******

__ADS_1


Kembali ke masa kini


Masih di Alfamart xxxxxxx


Jakarta.


Laki-laki tersebut mengehela nafasnya berat, mencoba untuk meraih rokok di kantong celananya tapi sejenak laki-laki tersebut menghentikan gerakan tangannya, baru ingat dia kehabisan rokoknya.


Dia memijat-mijat kepalanya sejenak, memilih turun secara perlahan dari mobil dan beranjak dari sana. Dia butuh rokok untuk mengatasi seluruh pemikiran berat nya.


******


Di sisi yang berbeda,


Di Alfamart yang sama.


Daisy terlihat melangkahkan kakinya mencari sesuatu di bagian rak yang ada di sisi kanan nya, membiarkan bola matanya menatap beberapa pilihan cemilan yang dia ingin kan dan selanjutnya mencari tisu untuk mereka nanti.


Dibalik telinga nya sebuah headset bluetooth tertempel disana, dia terlihat bicara dengan seseorang di seberang sana.


"Menyusul kemari?, aku hanya 2 hari disini, itu tidak lama." Daisy bicara, meraih sebuah cemilan dihadapan nya dan bergerak menuju ke arah tak yang berbeda.


Di ujung sana Badai bergerak masuk kedalam Alfamart sambil mencoba mencari keberadaan adik perempuan nya.


******


Catatan \=


Ada yang tanya Daisy itu Pelangi kan Mak?.


Jawaban nya, yah Daisy itu Pelangi Mak.


Pelangi ga operasi plastik,wajah nya tetap Pelangi tapi penampilan nya di rombak abis, yang jelas jauh lebih cantik, growing, dengan pakaian yang berkelas. Hanya saja dibagian hidung sekarang ada tahi lalat yang sengaja di buat oleh nyonya Daniati oleh dokter bedah nya hingga membuat Pelangi menjadi agak berbeda yah Mak.

__ADS_1


Dan Pelangi mengalami lupa ingatan yah Mak, dia memiliki karakter yang sangat berbeda dengan dia yang dulu, Pelangi punya temperamental yang agak rumit, dingin pada orang-orang disekitar juga bermulut pedas. Karakter nya berbanding terbalik dengan Pelangi di masa lalu yah Mak.


__ADS_2