Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Tidak melibatkan hati


__ADS_3

Badai terlihat sangat marah, dia menatap tajam bola mata Hera untuk beberapa waktu, kemudian langsung menepis tangan perempuan tersebut dengan cara yang kasar, bergerak menjauhi Hera untuk bergerak menuju ke arah depan.


"Badai..."


Perempuan tersebut berusaha menghentikan langkah kaki Badai.


"Jangan sentuh aku"


Badai bicara dengan intonasi suara yang begitu datar dingin, suara berat dan serak nya terdengar tidak baik-baik saja.


"Dengarkan aku dulu, aku mohon aku...."


"Kau kembali karena samudra?"


Dan kini laki-laki tersebut menghentikan langkah kakinya, dia membalikkan tubuhnya dengan cepat, menatap perempuan dihadapan nya itu dengan tatapan mengintimidasi.


"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak tahu dia kembali"


"Cih..."


Laki-laki tersebut berdecih.


"Kau cemburu?"


Pada akhirnya Hera bertanya pada Badai,. membuat laki-laki tersebut mengeluarkan ekspresi aneh nya.


"Kau pikir aku cemburu? kau dan aku hanya dua orang yang saling membutuhkan di atas ranjang tidak lebih, tapi cara mu kembali membuat ku murka karena membawa samudra di antara kita"


Laki-laki tersebut marah, dia menampilkan ekspresi penuh kemarahan dan ketidaksukaan nya atas kembali nya Samudra.


"Kau pikir aku lupa? Hubungan kita hanya sebatas saling menguntungkan, tidak lebih"


Dan Hera bicara begitu dengan cepat, dia Mencoba menghela pelan nafasnya.


"Dan berhentilah bersikap buruk seperti itu, aku bilang aku tidak tahu dia kembali"

__ADS_1


Dan pada akhirnya Hera bersikeras pada ucapan nya.


"Bola mata mu tidak menyiratkan hal seperti itu"


Badai terlihat berusaha menekan Hera, dia benci ada kebohongan di antara mereka.


"Kau benar-benar terlihat seperti seorang kekasih yang sedang cemburu, Badai"


mendengar ucapan Hera, dia kembali mendengus.


"Aku tidak pernah cemburu pada siapapun, apa kau lupa itu? bahkan tidak ada seorang perempuan pun yang mampu membuat ku bertekuk lutut pada mereka, jadi jangan pernah berpikir berlebihan"


Badai berusaha mengingat kan Hera, cukup benci saat ada yang berpikir dia cemburu.


"Sejak awal dalam hubungan kita tidak melibatkan hati, kau dan aku hanya menginginkan sebuah kesenangan dan kepuasan antara satu dengan yang lainnya"


kali ini intonasi nada Badai terdengar penuh penekanan, mengingat kan Hera jika seorang Badai tidak mungkin jatuh cinta Apalagi merasa cemburu terhadap siapapun.


"Apa kau tahu? Samudra hanya akan menyulitkan ku jika dia kembali ke mari saat ini"


"Dan aku tidak benar-benar tahu dia Kembali, aku....


"Buat agar dia pergi dari tempat ini secepat nya"


Badai pada akhirnya memberikan perintah, memotong ucapan Hera dengan cepat.


Mendengar permintaan Badai membuat Hera mengerutkan keningnya.


"Kau tahu bagaimana hubungan ku dengan Samudra bukan?"


"Aku tidak peduli"


Hera terlihat mendengus.


"Kau tidak ingin menjelaskan pada ku kenapa kau begitu marah menghadapi pelayan baru mu? kau hampir membunuh nya?"

__ADS_1


Dan Hera Mencoba mengalihkan pembicaraan, dia penasaran kenapa Badai bersikap berlebihan pada pembantu baru di rumah mereka.


"Kau tidak perlu tahu soal itu"


"Kau hampir membunuh nya Badai"


"Aku bahkan berencana membuat nya berada di ambang kematian setiap waktu"


Dan saat laki-laki tersebut berkata begitu, Hera terlihat membulatkan bola matanya.


"Apa?"


bayangkan bagaimana terkejutnya Hera mendengar ucapan Badai.


"Apa maksud mu?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Hera, laki-laki tersebut langsung berbalik dan melesat pergi meninggalkan gadis tersebut dalam kebingungannya.


Badai terus melangkah kearah depan, di samping mobil nya terlihat seorang laki-laki telah menunggu nya sejak tadi, Laki-laki tersebut menundukkan kepalanya secara perlahan begitu Badai telah tiba tepat dihadapan nya.


Laki-laki tersebut membuka pintu mobil secara perlahan, membiarkan Badai masuk ke dalam sana, nyatanya Badai terlihat mematung untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut terlihat diam dan seolah-olah sedang memikirkan tentang sesuatu.


"Carikan aku sebuah tempat tinggal baru"


Tiba-tiba saja Badai memberikan perintah, dia menatap laki-laki di sampingnya tersebut untuk beberapa waktu.


"Ya?"


Laki-laki itu terlihat mengerutkan keningnya.


Badai tidak melanjutkan kata-katanya, dia pikir dia harus mendapat kan tempat tinggal baru untuk membawa pelangi dari kediaman nya, kedatangan Samudra jelas bukan hal yang baik, laki-laki tersebut mungkin akan mengacaukan semua strategi dan rencana nya untuk menyiksa dan menghancurkan pelangi, dia tidak mau itu terjadi.


"Dan bawa aku ke rumah sakit xxxxxxx, aku akan mengunjungi laki-laki sialan itu saat ini juga"


Lanjut Badai lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2