Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Yang membuat nya gelisah


__ADS_3

Badai seketika diam untuk beberapa waktu kemudian dia membalikkan tubuhnya secara perlahan, laki-laki itu menantap ke arah Hera yang baru saja berkata jika pelangi adalah istrinya.


"Aku tidak tahu kapan kamu menikahi pembantu itu, tapi aku ingin tahu di mana kamu mengenalnya dan siapa sebenarnya perempuan muda tersebut?" dan perempuan tersebut kembali bertanya karena dia ingin tahu siapa pelangi sebenarnya.


"terlalu aneh saat kamu menikahi seorang gadis dari kelas bawah tanpa alasan, aku tahu betul siapa dirimu karena itu aku ingin tahu, siapa Pelangi?" Hera bergerak mendekati Badai Dan dia menatap bola mata laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


"belakangan kamu terlalu memiliki banyak rahasia dan itu membuatku berpikir aku nyaris tidak mengenalimu lagi saat ini, Badai. Kau banyak berubah" Ucap Hera lagi kemudian.


Badai memilih menatap bola mata Hera untuk beberapa waktu dan dia tidak ingin menjawab pertanyaan Hera sama sekali.


"kamu tidak pernah berlaku buruk pada siapapun dan kamu tidak pernah tertarik pada seorang perempuan dari kalangan kelas bawah, aku tahu betul bagaimana seleramu dan jika itu hanya untuk membuatku cemburu kamu tidak mungkin menyembunyikan pernikahanmu dan jika pernikahanmu juga sungguh-sungguh kamu tidak mungkin memperlakukan pelangi dengan sangat buruk, katakan padaku apa yang kamu sembunyikan dari ku, Badai?" perempuan itu berusaha untuk mendesak Badai.

__ADS_1


Sayangnya seperti nya desakan Hera sama sekali tidak membuat laki-laki tersebut tertarik untuk menjelaskan soal hubungannya dengan Pelangi.


"Pulanglah ke rumah, ada yang harus aku kerjakan dan aku selesaikan saat ini juga" laki-laki tersebut memilih mengalihkan pembicaraan dan meminta perempuan di hadapannya tersebut untuk segera pergi dengan cepat.


"Badai...." Hera terlihat kesal dengan respon yang diberikan badai kepada dirinya.


"Berhentilah memintaku untuk menjelaskan apa yang tidak ingin ku jelaskan, Hera. saat ini ada urusan yang harus aku selesaikan dan ini cukup penting, pulanglah ke Mansion dan berhenti berpikiran yang tidak-tidak " laki-laki tersebut kembali mendesak Hera agar segera pergi dari hadapannya.


Mendengar apa yang diucapkan badai serta perintah yang diberikan kepadanya juga ekspresi badan yang mencoba untuk menghindari pertanyaan tentang Pelangi membuat Hera mengernyit kan dahi nya, dia pikir seperti nya ada yang Badai sembunyikan diam-diam dibelakang nya.


Dia ingat bagaimana para pelayan rumah dan kepala koki berkata.

__ADS_1


"Tuan Badai menikahi nona Pelangi, tapi kemudian tuan memperlakukannya dengan tidak manusiawi, kami tidak tahu kenapa dan kami tidak tahu siapa itu Pelangi "


para pelayan hanya tahu jika laki-laki itu menikahi Pelangi pada beberapa bulan yang lalu selama dia berada di luar negeri, tapi tidak pernah badai memperlakukan perempuan itu dengan baik , Badai menyiksanya baik secara fisik maupun mental.


Sebenarnya Hera seharusnya cemburu dan marah dengan keadaan, tapi ada satu hal yang membuat dia menjadi tidak ingin untuk mengintimidasi pelangi.


Kalung yang digunakan perempuan tersebut mengingatkan nya pada seseorang.


"Apa mungkin?" Dia membatin.


"Pulanglah" Lagi suara Badai terdengar memecah keadaan.

__ADS_1


__ADS_2