Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Daisy alexandria Christopher


__ADS_3

1 tahun berikutnya


The Christopher company.


Derap langkah sepatu heels terdengar memecah keheningan pagi setelah seseorang turun dari mobil mendominasi berwarna hitam di pintu utama perusahaan Christopher company, semua karyawan terlihat menundukkan kepala mereka pada perempuan yang bergerak melangkah dalam balutan pakaian rapi nan mewah. Sang pemilik kaki indah tersebut terus berjalan anggun memasuki gedung perusahaan pencakar langit tersebut.


Tahun lalu perusahaan itu di gadang mengalami kebangkrutan total, tapi siapa sangka perusahaan tersebut mampu terus berdiri dengan kokoh hingga hari ini tanpa sandiwara panjang lebar dan terus berjalan normal seperti semula.


Sosok perempuan tersebut kini terus melangkah menuju ke arah depan di mana semua karyawan Christopher company menundukkan kepala mereka ke arah perempuan cantik tersebut.


"Morning miss."


"Morning miss."

__ADS_1


"Miss."


Sapaan demi sapaan terus terdengar dari segala sisi, tersebut sama sekali tidak menjawab hanya menaikkan wujud tangannya atau menaikkan ujung bibirnya pada orang-orang yang menyapanya.


Dia bergerak menuju ke arah pintu elevator di mana sang sekretaris nya telah bersiap membukakan pintu elevator tersebut dan menunggu sang nona masuk kedalam sana.


"Akan ada rapat pada pukul 10 pagi ini, investor lama berniat untuk kembali melakukan kerjasama kembali dan ada beberapa perusahaan baru yang ingin melakukan kerjasama pada perusahaan Christopher company dalam bulan ini." sang sekretaris bicara pada perempuan tersebut sangat cepat, saat atasannya telah masuk kedalam elevator, dia membiarkan sang nona mendengar kan beberapa jadwal dan laporan terbaru hari ini.


"letakkan data perusahaan yang ingin melakukan kerjasama, pastikan yang tidak pernah memiliki persoalan dengan perusahaan lain sebelumnya." Perempuan tersebut bicara, menjawab dan memberikan perintah.


Sembari elevator bergerak naik ke atas, seketika keheningan terjadi di antara mereka. Perempuan yang dipanggil Miss tampak sibuk menaikkan handphonenya, memperhatikan beberapa pesan yang masuk ke WhatsApp nya.


Tringgggg.

__ADS_1


Pintu elevator terbuka, membuat perempuan tersebut langsung mematikan handphone nya, memilih bergerak keluar dari sana dan bergerak ke sisi kanan menuju kearah sebuah ruangan miliknya.


"Masih tersisa satu jam sebelum rapat, pastikan semua ruangan telah dibersihkan dengan baik, jangan berikan aroma parfum lama, aku tidak menyukainya." Ucap perempuan itu kemudian.


"Cocokkan jadwal ku Minggu depan, kemungkinan aku akan pergi ke Singapura sedikit di majukan jika tidak ada jadwal padat yang bermasalah." Lanjut perempuan tersebut masih kemudian.


'Yes Miss, saya mengerti." Sang sekretaris menjawab dengan cepat kemudian menundukkan kepalanya secara perlahan.


setelah itu perempuan tersebut bergegas bergerak meninggalkan sekretarisnya, dia membiarkan langkah kakinya memecah keadaan di mana beberapa pegawai lainnya yang melihat dirinya menundukkan kepala mereka secara pergantian.


Begitu tiba di pintu ruangannya perempuan tersebut siap untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya di mana di atas ruangan tersebut terdapat sebuah tulisan CEO Christopher company, Daisy alexandria Christopher.


"Daisy." Satu panggilan terdengar dari ujung sana, membuat perempuan itu sejenak mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Dia langsung menoleh ke arah asal suara, menatap satu sosok yang kini bergerak berjalan mendekati dirinya. Seulas senyuman mengambang di balik wajah cantik perempuan tersebut, dimana senyuman itu cukup pelit untuk dia berikan pada siapapun kecuali orang-orang terdekat nya atau seseorang yang memang spesial untuk dirinya.


__ADS_2