Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Belum juga menemukan nya


__ADS_3

Mansion utama Badai


Jelang malam hari.


Bayangkan bagaimana perasaan Badai, pencarian terhadap Pelangi nyatanya tidak membuahkan hasil sama sekali, berhari-hari mencari dia kehilangan jejak istrinya dan orang-orang nya sama sekali tidak berhasil melacak keberadaan istrinya, kamera CCTV yang terpasang bahkan tidak berhasil mendapatkan di mana istrinya bergerak pada hari itu sejak pagi hingga malam hari sejak dia menghilang dari kamarnya hingga pada malam kejadian di mana tuan Angkasa dinyatakan meninggal dunia.


Malam itu semua terasa kacau galau bahkan dia harus mencari keberadaan ayah dari pelangi yang dibawa pergi oleh seseorang dari penjara bawah tanah. Bayangkan bagaimana sulitnya seorang badai menyelesaikan segala persoalan pada hari itu hingga hari berikutnya.

__ADS_1


Badai terlihat mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu, dia berdiri di depan meja kerja yang biasa digunakan di dalam ruangan khusus yang menghadap langsung ke arah langit yang menjulang tinggi di atas sana, sejenis laki-laki tradisional mendongakkan kepalanya untuk beberapa waktu sembari badai berusaha untuk berpikir dengan keras ke mana sebenarnya istrinya pergi saat ini.


Dia cukup mencurigai Samudra, namun nyatanya laki-laki tersebut sama sekali tidak banyak melakukan pergerakan sejak beberapa hari yang lalu, lebih fokus pada pekerjaannya di rumah kemudian pergi ke perusahaan setelah itu kembali lagi ke rumah dan berikutnya terus seperti itu selama beberapa hari, Samudra sama sekali tidak menampilkan gelagat anehnya atau pergi ke manapun dan lepas dari pengawasannya. Paman nya masih tetap bergerak sewajarnya seperti biasa.


Mencurigai Hera jelas tidak mungkin, karena Hera tidak memiliki alasan kuat untuk menyembunyikan Pelangi, perempuan tersebut mendapatkan job dari pekerja nya, bergerak ke luar negeri atas kontrak barunya. Sedangkan nenek Suzan terus mempertanyakan keberadaan pelangi sejak wanita tua tersebut kembali ke kediamannya namun sayangnya badai sama sekali tidak bisa mempertemukan wanita itu kepada pelangi sejak pertama kali kedatangan dan itu cukup membuat Badai merasa bersalah.


"Kau memperlakukan pelangi dengan buruk di saat aku tidak ada setelah pernikahan kalian, kau benar-benar membuatku marah" lagi wanita tersebut mengoceh, ekspresi wajah neneknya jelas tidak baik-baik saja dia sangat marah ketika tahu Badai kehilangan pelangi beberapa hari ini.

__ADS_1


"Balas dendam mu tidak masuk akal, jika ayah dan kakak nya yang bersalah seharusnya bukan putri atau adik mereka yang kamu sakiti, kamu benar-benar sudah kehilangan akal waras mu, Badai."


Laki-laki tersebut hanya bisa menghela kasar nafasnya, dia mengeratkan rahangnya berkali-kali, mencoba memijat-mijat pelipis nya dan mengabaikan ocehan dari neneknya. percayalah rasanya kepalanya terlalu berdenyut-denyut saat ini. Bukan Pelangi saja yang dia khawatir kan tapi anak yang ada didalam kandungan istrinya juga yang semakin membuat dia khawatir saat ini.


"Cari putra dan putri prakarsa hingga dapat, jebloskan dia ke penjara dan pastikan mereka membuka mulut mereka atas tragedi kejadian pada masa lalu, aku ingin tahu secara detail apa yang terjadi pada masa itu " Ucap Badai pada orang kepercayaan nya dengan cepat.


"Baik tuan" Laki-laki dihadapan Badai bicara sambil menundukkan cepat kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2