Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Dalam ketegangan


__ADS_3

Seketika kedua orang tersebut menoleh ke arah bagian samping lemari di mana mereka berada, bola mata mereka mencoba menatap ke arah sana pada sisi gelap samping lemari yang tidak di rapatkan pada sisi dinding nya.


"Siapa?" sang perempuan bertanya sembari menaikkan ujung alisnya.


sejenak kedua orang tersebut saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, tentu saja sedikit menegang saat mereka pikir apakah mungkin ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua saat ini. seketika Sang laki-laki berusaha untuk memberikan kode pada perempuan yang ada di hadapannya itu di mana dia meminta agar perempuan itu segera melepaskan cengkraman nya.


Dan benar saja perempuan itu melepaskan cengkramannya pada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, berusaha untuk bergerak dari sana dengan cepat dan mengintip ke bagian samping celah lemari. Laki-laki di depan nya buru-buru merapikan pakaian nya yang di cengkeraman oleh perempuan itu, dengan perasaan kesal dia mengumpat atas perlakuan Perempuan itu terhadap dirinya.


'Sialan" dia berdecih, sangat kesal, merapikan pakaian nya yang ditarik oleh perempuan tersebut.

__ADS_1


"Kau merusak penampilan ku" rutuknya dengan kesal.


Alih-alih peduli dengan ocehan laki-laki tersebut, perempuan itu bergerak mencoba untuk mengintip ke arah balik lemari, ingin tahu yang ada di sana, karena suara tadi yang tiba-tiba terdengar mengejutkan diri nya. Dia bergerak, menelisik secara perlahan di bagian sisi kanan nya.


Pelangi yang melakukan sedikit kebodohan dan kecerobohan tadi jelas saja semakin menutup rapat mulut nya, berusaha untuk memejamkan bola matanya, dia hanya mampu berdoa semoga saja kematian tidak mendatangi nya saat ini, tapi dia tidak bisa terlalu banyak berharap, nyata nya dalam beberapa bulan ini kehidupan nya tidak baik-baik saja, hidup didalam cengkraman Badai rasanya sangat sakit, berulangkali hampir mati di tangan Badai jelas terus dia rasakan dalam tiap waktu nya jadi apa yang dia harapkan saat ini untuk keselamatan diri nya?!.


Dan pelangi pikir, kemanapun dia lari mungkin memang takdir nya sudah seperti itu, dia tidak mungkin akan bernasib baik dimana pun kaki nya melangkah. Dia pasrah dengan keadaan, memasrahkan diri jika perempuan tersebut menangkap nya dan mungkin hidup nya akan berakhir saat ini juga.


"Akhhhhh" Satu teriakan menggema dari perempuan tersebut, membuat Pelangi terkejut dan membuka bola matanya.

__ADS_1


Perempuan tersebut histeris, berlarian sambil mengumpat saat seekor tikus mengejutkan diri nya, sangat besar dan terlalu menjijikkan untuk dirinya, seolah-olah mengejar nya dan siap menggigit bagian kaki nya.


"Sial.... singkirkan dia dari ku, Rendra.....tikus sialan...". Seketika kehebohan terjadi saat itu juga.


Nama laki-laki tersebut yang dipanggil Rendra secepat kilat bergerak mencoba untuk menyingkirkan apa yang dilihat Perempuan tersebut. Jangan ditanya bagaimana keadaan saat ini, sedikit terdengar suara berisik dan kacau di ruangan gelap tersebut.


Seolah-olah mereka sadar terlalu berisik disana, kedua orang tersebut langsung menyadari diri kemudian dengan cepat bergegas pergi dari sana karena takut akan menimbulkan kehebohan diantara banyak orang dan membuat mereka segera keluar dari tempat tersebut dengan cepat.


Pelangi jelas saja merasa lega dengan keadaan saat ini di mana kedua orang tersebut pergi dari ruangan itu, dia benar-benar mencoba membuka matanya dengan lebar sembari mencoba untuk menarik nafasnya dengan berat hingga pada akhirnya secara perlahan dia mencoba untuk mengintip dan meyakinkan diri jika kedua orang tersebut benar-benar telah pergi dari sana.

__ADS_1


Ketika dia meyakinkan diri jika kedua orang itu telah pergi, sejenak pelangi berpikir atas ucapan yang di dengarnya tadi.


Apakah mungkin kak dewa nya malam itu terjebak bersama putri Dirgantara? hingga akhirnya kakak nya mengalami satu hal yang cukup mengerikan pada waktu itu, mencoba mencari putri Dirgantara yang menghilang bersama keluarga nya entah kemana.


__ADS_2