
Mansion Utama Badai
Beberapa jam setelah pelangi menghilang.
Sebuah mobil mendominasi berwarna hitam bergerak masuk ke dalam mention utama badai melewati gerbang bagian paling utama menuju ke area parkiran yang ada di sisi kiri bangunan megah tersebut.
para pelayan yang menyadari kehadiran siapa di ujung halaman tersebut seketika langsung bergegas berkumpul untuk menyambut sosok yang ada di dalam mobil tersebut, mereka tahu jika mereka terlambat untuk menyambut sosok yang ada di dalam mobil itu maka mereka harus bersiap untuk menerima keadaan jika mereka akan dipecat satu persatu tanpa perasaan.
Setelah mobil tersebut menepi bisa dilihat secara perlahan di mana pintu mobil tersebut terbuka seorang wanita berusia paruh baya lebih terlihat mulai melangkah turun dari dalam mobil tersebut kemudian bergerak berjalan dari arah pintu masuk kediaman utama Badai.
Sebuah tongkat menemani wanita paruh baya lebih tersebut di mana bisa dilihat kaki kanannya terlihat tidak baik-baik saja, dia berjalan ditemani oleh tongkat yang ada di bagian sisi kanan tangan nya, namun meskipun begitu dia tetap masih mampu berdiri dengan tegak dan berjalan dengan mantan serta mendongakkan kepalanya dengan tatapan wajah sombong ke arah depan.
__ADS_1
Begitu wanita tua tersebut memasuki bangunan megah itu seketika seluruh pelayan dan juga kepala koki masak yang bekerja di kediaman badai langsung menundukkan kepala mereka ke arah wanita tersebut untuk waktu yang cukup lama.
"Dimana Badai?" Satu pertanyaan melesat dari balik bibir wanita tersebut, dia mempertanyakan keberadaan badai karena biasanya ketika dia pulang laki-laki itu jelas akan menyambutnya dengan hangat.
"Tuan pergi ke perusahaan dan belum kembali" kepala koki bicara dengan cepat menjawab pertanyaan dari wanita tersebut, dia menundukkan kepalanya dan mengikuti jalan wanita itu yang menuju ke arah sebuah kamar di lantai bawah.
"dia belakangan terlalu sibuk dengan pekerjaannya bahkan dia tidak memikirkan kesehatannya, aku benar-benar cukup khawatir dengan kesehatannya saat ini, apa dia mengkonsumsi obatnya?" wanita itu bicara sembari berjalan menuju ke arah sisi kanan di mana dia berada saat ini. Bertanya kepada kepala koki dan memastikan apakah badai mengkonsumsi obat yang dia berikan beberapa waktu yang lalu.
Sang kepala koki buru-buru langsung membuka pintu kamar tersebut dan mempersilahkan wanita paruh baya lebih itu untuk masuk ke dalam kamar itu. nyatanya wanita itu memang berniat untuk masuk ke dalam kamar itu namun tiba-tiba dia menghentikan langkahnya lantas berbalik menatap laki-laki yang ada di sampingnya tersebut.
"Apa samudra juga telah kembali?" dia bertanya sembari menaikkan ujung alisnya
__ADS_1
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan wanita itu, laki-laki itu menggangguk kan kepalanya secara perlahan.
"Yes madam Zusan" jawabnya cepat dengan penuh keyakinan.
"Hmmm" wanita itu hanya ber hmmm ria, kemudian dia berpikir untuk membalikkan tubuhnya namun lagi-lagi satu pertanyaan terlintas di kepalanya.
"Apa Badai telah menikahi putri dari Angkasa?" kembali dibesarkan sebaris tanya kepada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Yes madam" dan laki-laki itu menjawab lagi ucapan dari wanita tersebut secara perlahan.
seketika wanita itu mengembangkan senyumannya seolah-olah jawaban laki-laki tersebut begitu memuaskan dirinya dan di detik berikutnya dia langsung bergerak masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintu kamar itu dengan suara yang cukup kencang.
__ADS_1