Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Kelam mencekam


__ADS_3

Disisi lain


Rumah sakit xxxxxxx


Lewat tengah malam.


Pelangi duduk dalam posisi duduk sambil membiarkan kedua tangannya bertaut dengan kedua bagian depan lutut nya, dia menenggelamkan kepalanya ke atas lutut nya untuk waktu yang cukup lama, dibagian gudang belakang rumah sakit. Sisa air mata nya masih tersisa dimana bola mata nya masih terlihat memerah karena dia terus menangis didalam diam.


perempuan tersebut nyatanya tengah menunggu waktu yang paling tepat untuk beranjak dari sana dan keluar dari tempat itu menuju ke arah kamar di mana dia melihat dua orang berbadan kekar dan besar menjaga pintu kamar yang dia intip tadi.


itu adalah kamar kakak laki-lakinya dirawat, Dewa. dia ingin menemui laki-laki itu hanya untuk beberapa waktu saja dan melepaskan kerinduan yang selama ini membuncah, mungkin sedikit berkeluh kesah atau bercerita untuk melepaskan beban yang ada di dalam hati nya. Pelangi tidak baik-baik saja.


Dia berusaha untuk menahan getaran di dalam tubuhnya saat ini di mana dia sejak tadi meyakinkan diri untuk tidak menangis kembali dalam keadaannya, dia berusaha untuk meyakinkan diri jika keadaan satu hari akan baik-baik saja dan sedih serta kesakitannya satu hari akan menghilang.

__ADS_1


sanggupkah dia pergi dari Badai?!.


dua orang berharga yang begitu dia cintai ada di dalam cengkeraman laki-laki tersebut, ayahnya dan juga kakaknya. dia tidak memiliki pilihan kecuali bertahan karena dia menginginkan kebebasan ayahnya juga dia menginginkan kesembuhan daripada kakak laki-lakinya.


Tapi sebelum dia kembali ke dalam cengkraman Badai, dia hanya ingin melihat kakak laki-lakinya, perempuan itu pikir hanya sekali itu saja dia pergi dimana dia ingin mendengar kabar dari ayahnya dan kabar dari kakak laki-laki tersebut, apakah di penjara ayahnya baik-baik saja dan apakah di rumah sakit dewa juga baik-baik saja.


karena itu dia berusaha untuk menghindari para penjaga yang ada di pintu masuk depan kamar di mana kakaknya dirawat.


Kletakkkkk.


Dia menarik kakinya secara perlahan agar semakin rapat ke dalam tubuhnya, pelangi duduk di bagian pojok paling pinggir di dalam ruangan tersebut, terselip di antara lemari dan dinding di mana dia pikir itu adalah tempat paling aman untuk dirinya saat ini sebelum waktu pergantian petugas jaga kakak laki-lakinya berganti.


Pelangi hanya membutuhkan waktu sejenak di mana agar dia bisa masuk ke dalam ruangan itu, di mana dia mengintip melalui bagian kaca yang tertutup rapat dengan gorden dan memiliki sedikit celah untuk mengintip ke arah kamar tersebut dari ruangan di mana dia berada.

__ADS_1


perempuan itu terlihat menengah semakin menarik kedua kakinya dan merapatkan tubuhnya agar semakin terselip di antara lemari dan juga dinding yang ada di sana, berbagai macam rasa takut menghantam dirinya, dia berdoa agar dia tidak ditemukan oleh orang-orang Badai, karena jika dia ditemukan pada saat ini maka dia pikir itu artinya kesempatannya untuk bertemu dengan kakak laki-lakinya berakhir dan habis.


Dia berusaha untuk menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya di mana bisa dilihat tubuh gemetaran pelangi menandakan betapa takutnya dia sebenarnya saat ini, tapi dia berusaha untuk menguatkan diri jika dia mampu untuk terus bersembunyi hingga dia bisa mengunjungi kakaknya sekali saja sebelum mungkin kematian datang menghantamnya karena perlakuan Badai yang begitu mengerikan kepada dirinya.


Dia ingin tahu apakah mungkin kakaknya telah sadar dan jika iya ada sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada dewa tentang masa lalu dan kejadian malam itu, yang melibatkan antara kakaknya dan juga adik perempuan Badai.


Takkkkkkkkkkk.


Takkkkkkkkkkk.


Takkkkkkkkkkk.


bisa dia dengar langkah kaki yang mulai masuk ke dalam ruangan tersebut secara perlahan, warna sepatu hitam dari sang pemilik nya yang sedikit terlihat dari sisi kanan Pelangi membuat perempuan tersebut semakin mengencangkan telapak tangan nya untuk menutup mulutnya dengan tubuh gemetaran dan hati penuh ketakutan.

__ADS_1



Yang dia takutkan saat ini adalah, apakah mungkin itu adalah Badai. Pelangi seketika memejamkan bola matanya.


__ADS_2