
Gadis tersebut masih menatap laki-laki yang bergerak berjalan mendekati dirinya sembari mengeluarkan ekspresi cukup terkejut.
Wajah tampan dengan sosok kharismatik, tatapan bola mata hangat yang dipenuhi dengan cinta, mendekati Daisy dalam senyum mempesonanya, membuat perempuan manapun yang melihatnya pasti tergila-gila padanya.
"Kamu kapan kembali?." Daisy jelas terkejut melihat kehadiran laki-laki tersebut, dia bertanya sambil sedikit mendongakkan kepalanya saat laki-laki itu tiba-tiba memeluknya dan mencium puncak kepalanya dengan hangat untuk beberapa waktu.
"Pagi ini, mungkin sekitar 1-2 jam yang lalu." laki-laki itu menjawab dengan cepat kemudian dia melepaskan pelukannya dari Daisy.
Masih dalam keadaan terkejut perempuan itu terlihat masih menatap dalam wajah laki-laki yang setahun belakangan selalu ada untuk nya tersebut.
Zionathan Victor, sang putra penerus perusahaan The Victoria's company, tunangan Daisy. Laki-laki hangat yang selalu memiliki banyak kejutan untuk diri perempuan tersebut yang menjadi idola banyak kaum perempuan.
Setidaknya sedikit banyak keluarga Victor sudah sangat banyak membantu perusahaan mereka, meskipun seperti hutang budi hingga membuat kesepakatan pernikahan yang dilakukan oleh orang tua mereka, nyata nya dua orang tersebut memang saling mencintai antara satu dengan yang lainnya.
"Bukankah seharusnya kamu mendapatkan istirahat di rumah?." Daisy bertanya sambil menatap dalam bola mata laki-laki tersebut, menampilkan raut wajah yang sedikit khawatir.
"Kenapa langsung menemuiku pagi ini?." Lanjut Daisy lagi dalam tanya nya.
__ADS_1
Zion melakukan perjalanan dinas ke Malaysia, ada urusan perusahaan yang dikerjakan nya disana, target nya pergi 3 hari, dia cukup terkejut tunangan nya kembali dalam 2 hari, bahkan begitu kembali memilih langsung menemuinya tanpa kembali ke rumah.
"Tapi aku sudah sangat merindukan kamu, lalu apa yang harus aku lakukan hmmm?." Laki-laki tersebut balik bicara dan bertanya, menyentuh lembut rambut Daisy sambil dia mengembangkan senyumannya.
Daisy terlihat berdecak sembari terkekeh kecil, dia kemudian bergerak menuju kearah ruangan kerjanya diikuti oleh laki-laki tersebut.
"Jika aku tahu kamu kembali hari ini aku akan membuat persiapan khusus untuk menyambutmu." Daisy kembali bicara setelah mereka masuk ke dalam ruangan kerjanya di mana laki-laki tersebut secara perlahan memilih untuk duduk di atas kursi sofa diikuti oleh gadis tersebut yang ikut duduk tepat di samping sisi kiri laki-laki tersebut.
"Misalnya membuat kan beberapa masakan kesukaan kami."
"Kamu bisa memasakkan sesuatu untuk ku saat kita kembali ke apartemen sore nanti." Dan laki-laki tersebut menawarkan, berharap tunangannya itu mau membuatkan makanan yang dia sukai di apartemen milik mereka.
Mendengar ucapan Zion, membuat Daisy tertawa renyah.
"Baiklah, aku pikir kita harus sedikit berbelanja bahan-bahan nya lebih dulu lalu baru pergi ke apartemen untuk memasak nya." Setelah berkata begitu, Daisy berniat untuk beranjak dari tempat duduknya namun tiba-tiba laki-laki tersebut menarik tangannya dan membuat perempuan itu terkejut.
Refleks Daisy terjatuh kembali ke kursi sofa, namun kali ini dia jatuh ke dalam pelukan tunangan nya itu.
__ADS_1
"Zion?." Daisy seketika terkejut, dia menahan tangan nya pada lengan Zion.
"Oh come on, berikan aku pelukan hangat dan sebuah ciuman." Laki-laki tersebut bicara, menelisik wajah sang kekasih dalam jutaan kerinduan.
Mendengar permintaan Zion, Daisy menaikkan ujung alisnya.
"Sayang, aku pikir ini masih di jam kerja." Protes Daisy cepat.
"Hanya sedikit."
"Itu terdengar tidak menyakinkan." Daisy memicingkan bola matanya.
"Tidak melampaui batasan."
"Aku tahu, aku percaya hmmpppp." Belum sempat perempuan tersebut bicara, Zion secepat kilat menyambar bibirnya.
Menciptakan satu ciuman manis yang cukup lama untuk mereka.
__ADS_1