Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Membuat nya curiga


__ADS_3

Disisi lain


Mansion Utama Badai


Bagian halaman belakang mansion.


"Apa ada yang tidak aku ketahui?" Hera bertanya pada seorang pelayan dengan tatapan yang begitu tajam, dia mengerutkan keningnya sembari ingin memastikan sesuatu.


"Aku yakin kalian sedang menyembunyikan sesuatu saat ini" dia kembali bicara dan bertanya ingin tahu soal pelangi yang katanya memutuskan untuk bunuh diri.


"Anak itu tidak mungkin melakukan hal yang nekat, seharusnya jika dia bekerja di sini dan diperlakukan dengan tidak adil dia bisa pergi dan memutuskan untuk berhenti, lalu kenapa dia masih bertahan ditempat ini dengan perlakuan Badai?"

__ADS_1


Dan saat gadis tersebut mempertanyakan hal tersebut seketika membuat pelayan dihadapan nya menundukkan kepala nya, dia sama sekali tidak punya adik kuasa untuk menjawab apa yang dipertanyakan oleh perempuan yang ada di hadapannya tersebut, buka mulut sama saja mereka mencari mati itu yang mereka pikirkan.


"saya tidak punya kuasa untuk mengatakannya nona, sebaiknya Anda bisa bertanya langsung kepada tuan badai" salah satu menjawab secara perlahan sembari tetap menunjukkan kepalanya, tidak berani untuk menjawab apa yang dipertanyakan oleh Hera.


Mendengar jawaban dari salah satu pelayan tersebut jelas saja membuat Hera semakin mengernyitkan dahinya, dia yakin ada kebohongan yang terjadi di tempat itu dan dia yakin pelangi bukan hanya sekedar pelayan di sana, pasti ada sesuatu yang tidak dia ketahui sama sekali hingga sejauh ini.


'Aku tidak paham kenapa kalian sama sekali tidak ingin membicarakannya padaku tapi aku hanya ingin mengingatkan kalian tentang satu hal, jika kalian terus memutuskan untuk tidak membicarakannya padaku dimana ternyata Pelangi memiliki hubungan dengan Badai dibelakang ku karena takut aku berlaku buruk pada nya, aku pikir itu salah besar " dan kini perempuan tersebut berkata dengan cepat dia menatap satu persatu para wanita dan perempuan yang ada di hadapannya.


"aku pikir dia berada pada hubungan yang toxic, dan itu jelas sangat tidak sehat menurutku, jika memang mereka memiliki satu hubungan rahasia, seharusnya Badai dengan memperlakukan perempuan muda itu dengan buruk, kecuali ada sesuatu yang terjadi di antara mereka hingga membuat Badai begitu membencinya" Hera terus bicara dan mencoba untuk menekan semua orang yang ada di hadapannya, dia ingin tahu sebenarnya apa hubungan Badai dan Pelangi.


kepulangannya kali ini setelah kepergian yang lama membuat dia cukup terkejut dengan sifat badai yang cukup berubah, dia tidak mungkin mengintimidasi seorang pelayan sedangkan kalian diperlakukannya biasa-biasa saja" dan dia pada saat ini menyandarkan tubuhnya di atas sebuah kursi sofa sembari dia melipat kedua belah tangan nya.

__ADS_1


"setidaknya jika ada yang membicarakan soal hubungan mereka kepadaku, aku bisa tahu apa yang terjadi dan mencoba untuk meluruskan juga apa yang terjadi kenapa Badai bisa memperlakukan pelayan muda itu dengan cara yang sangat buruk" setelah berkata seperti itu Hera memilih untuk meraih gelas minuman, dia menyesap minumannya secara perlahan sembari menatap satu persatu para pelayan yang ada di hadapannya tersebut.


"Saat ini aku menganggap kehidupan Pelangi ada di tangan kalian, bicara padaku mungkin aku bisa membantu atau tetap tutup mulut dan biarkan badai memperlakukannya secara tidak manusiawi"


dan ketika perempuan tersebut berkata seperti itu seketika membuat para pelayan saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, mereka tidak dapat memutuskan apa yang harus mereka lakukan saat ini, diam atau bicara seolah-olah menjadi momok menakutkan untuk mereka.


Memilih diam membuat mereka takut karena setiap kali badai menatap pelangi dan melihat pelangi laki-laki tersebut memperlakukannya seperti seekor hewan, bahkan mungkin lebih berharga seekor anjing yang ada di halaman rumah ketimbang Pelangi yang merupakan istri Badai sendiri.


Tapi memilih bicara juga belum tentu membuat mereka merasa baik-baik saja, mereka tahu betul siapa Hera karena selama ini Hera menyimpan kecemburuan terhadap beberapa perempuan yang ada di sekitarnya yang ada di dekat Badai, bicara pada Hera tentang pelangi jelas saja tidak menjamin keselamatan perempuan tersebut, mereka takut Hera juga akan memperlakukan Pelangi dengan buruk saat perempuan itu tahu jika Pelangi adalah istri dari Badai.


Semua pilihan bagi mereka terlalu berat, dan ini sangat sulit sekali untuk mereka putuskan pada saat ini juga. tidak ada satu pilihan pun yang membuat mereka tenang saat ini, apalagi setelah pelangi memutuskan untuk melakukan aksi bunuh diri, hal tersebut membuat mereka semakin takut untuk bicara lebih banyak di dalam rumah tersebut. Belum lagi kembalinya Madan Suzan benar-benar membuat mereka semakin menegang dan takut berada di tempat tersebut saat ini.

__ADS_1


Pemikiran demi pemikiran terus menghantam mereka di mana rasa kasihan dan sedih menyelimuti perasaan mereka terhadap kondisi Pelangi.


Hera masih menatap satu persatu orang-orang yang ada di hadapannya, menunggu jawaban dari para pelayan tentang keingintahuannya, siapa tahu di antara mereka ada yang mau membuka mulut mereka tentang sebuah kenyataan yang belum dia ketahui hingga hari ini.


__ADS_2