Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Menyakinkan diri mereka orang yang sama


__ADS_3

"Ya tuan, nona Daisy sudah di jodohkan dengan seorang laki-laki." Laki-laki dihadapan Badai menjawab dengan cepat.


Mendengar apa yang diucapkan laki-laki dihadapannya nya tersebut membuat Badai seketika mengeratkan rahangnya,dia mencengkeram kertas yang ada ditangan nya dengan perasaan penuh kemarahan.


"Lalu siapa laki-laki tersebut?," Badai bertanya ingin tahu.


"Apa hubungan mereka baik, kapan pernikahan mereka akan dilakukan?." Dia terus bertanya pada laki-laki dihadapan nya tersebut.


"Sejauh informasi yang didapatkan, hubungan mereka sejauh ini sangat baik, laki-laki tersebut begitu mencintai nona Daisy begitu jiga sebaliknya, mereka akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, mereka sudah menyiapkan gaun pernikahan dan mulai membuat undangan pernikahan nya." Laki-laki tersebut kembali menjawab pertanyaan Badai.


"Sayangnya kami belum berhasil mengetahui siapa sosok calon suaminya, sedikit tertutup dan tidak pernah terpublikasi secara umum." Lanjut nya lagi kemudian.

__ADS_1


Badai terlihat diam, dia menatap orang kepercayaan nya tersebut untuk beberapa waktu, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut berkata.


"Selidiki terus, aku ingin informasi laki-laki tersebut dalam 1*24 jam." Ucap Badai kemudian.


Laki-laki dihadapan nya hanya bisa menundukkan kepalanya secara perlahan.


"Baik tuan." Jawab nya pelan.


Setelah berkata seperti itu, laki-laki tersebut langsung membalikkan tubuhnya secara perlahan kemudian dia bergerak meninggalkan Badai dengan cepat.


Sejenak laki-laki tersebut memperhatikan dengan seksama kertas lebih kertas yang ada di hadapan, sembari mengeratkan rahangnya laki-laki tersebut terlihat tidak puas dengan pencarian informasi yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut.

__ADS_1


"Daisy Alexander." Badai bergumam pelan.


Terlalu kebetulan jika Daisy dan Pelangi memiliki wajah yang mirip, dia pikir meskipun banyak orang yang memiliki kemiripan tapi tidak ada yang 100% nyaris sendiri antara satu dengan yang lainnya. Dan bagi nya perempuan tersebut terlalu mirip dengan Pelangi, hal tersebut yang membuat dia begitu yakin apakah mungkin Daisy adalah Pelangi?!.


Sebenarnya dia sama sekali tidak mau memikirkan hal tersebut saat pertama kali bertemu Daisy tapi, saat kematian pelangi dia sama sekali tidak yakin jika tubuh yang mereka temukan adalah milik Pelangi, karena saat dia memeluk tubuh tersebut dengan wajah rusak dan beberapa anggota tubuh yang hancur parah karena terlalu lama terendam air, dia tidak memiliki sedikitpun perasaan saat memeluknya.


Tapi ketika dia pertama kali melihat Daisy, hatinya bergetar dan dia berpikir Daisy adalah Pelangi nya. Sangat naif bukan?, tapi dia bisa merasakan bagaimana hatinya memberikan respon kepada tubuh yang telah menyatu dengan tubuhnya dan terikat pernikahan dengan nya.


Dia meyakinkan diri jika kedua orang itu pasti orang yang sama.


Badai mencoba untuk menghela nafas nya untuk beberapa waktu, dia menyingkirkan berkas-berkas yang ada di hadapannya kemudian membiarkan dirinya mencoba untuk meraih handphonenya lantas dia berusaha untuk menghubungi seseorang. Cukup lama hal tersebut terjadi di mana dia mencoba untuk menyambungkan panggilannya pada seseorang di seberang sana. namun sayangnya panggilin tak kunjung tersambung, namun dia terus berusaha untuk menghubungi sosok orang itu untuk beberapa waktu kembali.

__ADS_1


hingga pada akhirnya sebuah jawaban terdengar di ujung sana.


"Katakan padaku." Ucap Badai kemudian.


__ADS_2