
Badai membuang pandangan nya dari pelangi, seolah-olah dia begitu sangat bahagia mengatakan pelangi adalah pembantunya kepada semua orang, dia mengabaikan perempuan tersebut dan mencoba untuk kembali makanannya.
"kau memperlakukan pembantumu dengan sangat tidak manusiawi, kau pikir orang mau bekerja seperti itu?"
bisa didengar Samudra bicara ke arah Badai tanpa ingin menata wajah laki-laki tersebut, samudra terlihat tidak suka dengan cara Badai memperlakukan pelangi.
"kamu bisa memecat nya ketika kamu merasa tidak cocok dengan seseorang, mereka juga manusia sama seperti kita, seakan-akan kau berkata kau tidak akan pernah jatuh di bawah dan dia tidak mungkin naik ke atas, kau sangat menjijikan"
ucap samudra lagi kemudian, lantas laki-laki itu menyesap kopinya secara perlahan.
Mendengar apa yang diucapkan oleh paman nya seketika membuat Badai langsung melotot dan menqtap ke arah Samudra dengan tatapan penuh kebencian.
"jika kehadiran paman di rumah ini hanya ingin membuat temperamentalku menjadi semakin tinggi dan ingin semakin memper buruk hubungan kita, sebaiknya paman tidak usah kembali atau aku yang akan pergi dari rumah ini secepatnya"
laki-laki itu bicara dengan cara mengancam, saya tidak suka melihat Samudra yang jika bicara kepadanya tidak menggunakan otak kepalanya.
__ADS_1
dan bisa dia lihat Samudra terlihat mendengus, laki-laki itu melepaskan genggamannya dari cangkir kopi yang ada di hadapannya, sembari menatap dirinya Samudra berkata.
"jika kau keluar dari rumah ini maka aku pastikan aku yang akan mengambil semua alih rumah ini dan menjadi pemilik sah nya"
Dan percayalah apa yang diucapkan oleh Samudra benar-benar membuat badai terpaksa menggenggam erat telapak tangannya.
"kau mencoba untuk mengancamku, paman?"
Laki-laki tersebut bertanya sembari mengeram, bola mata Badai seketika langsung berubah warna, jika bukan karena Hera yang tiba-tiba menggenggam erat telapak tangannya di bawah meja makan, mungkin Badai akan melempar apapun yang ada di hadapannya ke wajah sang paman.
samudra berkata dengan ada yang cukup ditekan seolah-olah dia sengaja menekan Badai atas segala macam ucapannya,
dan percayalah untuk memberikan alih tempat kediaman tersebut kepada pamannya tidak akan pernah Badai lakukan, dia tidak akan pernah memindahkan kepemilikan rumah tersebut kepada siapapun karena baginya rumah itu adalah kehidupannya sejak masih kecil hingga setua ini.
"pergilah ke belakang aku pikir kau tidak dalam keadaan baik-baik saja"
__ADS_1
Bisa Badai dengar Samudra memerintah ke arah pelangi untuk segera pergi dari sana, hal tersebut membuat badai sangat-sangat marah, tapi Hera mencoba untuk terus menggenggam erat telapak tangannya.
seolah-olah memintanya untuk tidak berdebat dengan samudra karena itu jelas hanya akan merugikan dirinya.
pada akhirnya Badai hanya mampu memejamkan bola matanya, mungkin saat ini Samudra bisa membuat Pelangi pergi dari hadapannya, tapi dia tahu setelah ini ketika bola mata samudra mengabaikan istrinya, dia akan kembali membuat pelangi tidak bisa bernafas dengan baik dan benar.
pranggggg.
dan sebuah hantaman keras memecah keadaan.
"Aku tiba-tiba saja kehilangan nafsu makan ku"
Badai berkata sembari berdiri dari posisi, dia memilih untuk mengabaikan makan paginya dan bergerak dengan cepat ke perusahaan, karena baginya menghadapi Samudra hanya membuat kemarahan nya semakin membuncah.
Dan apa yang dilakukan Badai seketika membuat semua orang membeku untuk beberapa waktu termasuk Pelangi, tapi Samudra sama sekali enggan menghiraukan nya.
__ADS_1