Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Permintaan berat


__ADS_3

Nyonya Daniati dan tuan Crish jelas saja saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, saat perempuan di hadapan mereka berkata.


"Siapa?, siapa?, aku siapa?." Perempuan tersebut terlihat bicara dengan kacau, menggenggam kepalanya dengan kedua belah tangannya.


sang dokter jelas gelagapan hingga pada akhirnya mencoba untuk menenangkan gadis tersebut diiringi beberapa perawat lainnya cukup lama waktu berlalu hingga pada akhirnya gadis itu diberikan sedikit suntikan obat tidur untuk menenangkannya.


"Lalu bagaimana ini? kita tidak menemukan identitasnya bahkan kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi mengumumkannya ke kantor polisi juga cukup mengerikan aku jadi serba salah dibuatnya." Nyonya Daniati berkata dengan perasaan cemas menatap suaminya dan juga saudara suaminya secara bergantian.

__ADS_1


kedua laki-laki tersebut memilih untuk diam seolah-olah mencoba untuk memikirkan apa yang harus mereka lakukan berikutnya, tidak ingin terlalu buru-buru mengambil keputusan karena itu bukan hal yang baik apalagi perempuan tersebut sepertinya bukan asli orang sana dilihat dari wajahnya jelas dia memiliki wajah orang Asia, meskipun tidak dipungkiri jika dia memiliki kulit yang begitu putih dan wajah yang memiliki tingkat kecantikan yang cukup tinggi, usianya masih sangat muda persis seperti usia bungsu nyonya Daniati dan juga tuan Crish.


Apalagi terlihat luka bekas penganiayaan dan lain sebagainya terlihat di tubuh perempuan tersebut, tanpa identitas diri jelas akan memberatkan mereka untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib, ada pertimbangan yang harus dilakukan karena ada berbagai macam kemungkinan yang terjadi misalnya perempuan itu merupakan penduduk ilegal yang datang untuk bekerja dan membiayai keluarganya diluar sana atau mungkin perempuan itu merupakan korban penculikan dan lain sebagainya atau mungkin perempuan tersebut.....,


"Oh sudahlah." Tuan Crish tidak mau menyimpulkan segala sesuatu dengan terlalu cepat.


Lupa ingatan jelas aja memberatkan semuanya karena pada akhirnya akan sangat sulit sekali mencari informasi perempuan tersebut tanpa identitas dan juga tanpa ingatan.

__ADS_1


mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya membuat wanita itu mengganggukan kepalanya dengan setuju dia pikir benar adanya melaporkan seorang perempuan tanpa ingatan jelaskan karena itu cukup beresiko besar.


"kita mungkin bisa membawanya pulang terlebih dahulu untuk menyembuhkan luka-luka di tubuhnya dan juga secara perlahan kita bisa mencoba untuk membuat ingatan bagi perempuan tersebut kembali secara perlahan hingga pada akhirnya kita bisa mencari sedikit informasi soal keluarganya." nyonya Daniati bicara dengan cepat ke arah suaminya.


"Sayang aku pikir keadaan ekonomi kita tidak baik-baik saja, membawa anggota keluarga baru itu akan menyulitkan kita, artinya semua akan bertambah dan mungkin ini bukan keputusan yang bijak untuk kita." suaminya berkata dengan cepat mencoba untuk mengingatkan istrinya.


"kita bisa menganggapnya sebagai Putri kita, tidak ada bedanya ketika dia masuk rumah anggap saja dia adalah Daisy ku, biarkan dia tinggal bersama kita dan itu bisa mengurangi stressku karena kehilangan Daisy." Nyonya Daniati meminta kepada suaminya dan mempertimbangkan kembali untuk membawa perempuan itu pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


"Oh sayang aku tahu bagaimana perasaan kehilanganmu saat ini tapi-,"


"aku mohon, apa kamu ingin melihatku gila karena kehilangan Putri kita? setidaknya perempuan itu bisa mengobati luka hatiku setelah kehilangan Daisy kita." bola mata nyonya Daniati terlihat berkaca-kaca, memohon dengan sungguh-sungguh pada suaminya agar mengizinkan dirinya membawa perempuan itu masuk ke rumah mereka.


__ADS_2