
Badai terus menggeratkan rahangnya setelah kepergian Hera, dia pikir siapa yang bercerita pada perempuan tersebut soal pelangi. lagi-lagi itu bergerak dengan cepat menuju ke arah dalam, mencoba untuk mencari tahu apakah mereka telah mendapatkan informasi soal Pelangi.
Dia cukup kesal saat tahu orang-orang yang sama sekali belum mampu mendapatkan informasi tentang perempuan tersebut hingga sejauh ini, bayangkan bagaimana rasa kesalnya dirinya saat ini di mana dia telah kehilangan pelangi sejak malam tadi.
"Masih belum mendapatkan nya?" laki-laki itu bertanya pada seseorang yang ada di hadapannya, dia masuk ke sebuah ruangan yang merupakan salah satu ruangan CCTV di rumah sakit tersebut.
Menatap ke arah salah satu layar monitor yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, bola mata awas ya terus mengawasi apa saja yang diputar oleh laki-laki di hadapannya itu.
"Kami masih belum menemukannya, tuan" laki-laki di sisi kanannya menjawab dengan cepat.
__ADS_1
Laki-laki tersebut membiarkan laki-laki yang duduk di hadapan badai terus memutar video yang ada di hadapan mereka. rekaman CCTV sejak semalam hingga hari ini terus diputar dengan gerakan seperti slow motion.
Badai terlihat mencoba untuk menetralisir kemarahannya karena dia pikir hanya untuk melacak keberadaan pelangi melalui CCTV harus memakan waktu yang sangat lama.
"kenapa sistem kerja kalian sangat tidak kompeten? hanya untuk mencari keberadaan gadis yang lama harus butuh waktu yang sangat lama" laki-laki itu bicara dengan perasaan kesal ke arah kedua orang yang ada di sisi kanan dan juga di hadapannya.
mendengar ucapan badai laki-laki yang ada di samping kanannya hanya memilih untuk diam dan tidak menjawab sama sekali sedangkan laki-laki yang ada di hadapannya menundukkan kepalanya sembari berkata.
Badai terlihat mendengkur dengan kesal dia pikir bagaimana orang-orang seperti itu bekerja dan hanya bisa mengucapkan maaf atas kebodohan mereka.
__ADS_1
bola mata laki-laki tersebut kembali terus menatap ke arah depan untuk beberapa waktu memperhatikan layar monitor yang ada di hadapannya dengan perasaan yang berkacamuk menjadi satu dia masih menunggu di mana keberadaan Pelangi saat ini, dan dia pikir jika dia mendapatkan perempuan tersebut bisa dipastikan dia benar-benar akan menyiksa pelangi sekali lagi tanpa ampun karena berani-beraninya perempuan itu mencoba untuk melahirkan diri darinya padahal dia sudah berkata jika pelangi berani melakukan Halo nikah seperti itu dia akan menjamin orang tua pelangi dan juga kakaknya tidak akan baik-baik saja.
Sejenak bola mata badai menangkap dua sosok orang yang ada di di dalam layar monitor yang ada di hadapannya tersebut, hal tersebut jelas saja membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu, dia pikir dia jelas saja mengenal dua orang itu.
"berhenti dan putar kembali ke belakang" laki-laki tersebut memberikan perintah dengan cepat.
mendengar apa yang diucapkan oleh badai laki-laki yang sibuk didepan layar monitor tersebut seketika menuruti permintaan badai dan memundurkan rekaman tersebut secara perlahan.
Badai terus mengernyitkan keningnya saat ini, menatap ke arah dua sosok orang yang bergerak menuju ke arah bagian belakang rumah sakit secara perlahan.
__ADS_1
"lihat ke mana mereka pergi dan tampilkan padaku rekamannya juga suara mereka" ucap Badai kemudian dengan cepat.
Dan laki-laki di hadapan Badai mematuhi perintah dari Badai dengan cepat, dia menggerakkan kursor yang ada di hadapannya secara perlahan dan membiarkan layar monitor tersebut menampilkan dua orang yang dilihat oleh Badai secara perlahan.