Dalam Cengkraman Sang Badai

Dalam Cengkraman Sang Badai
Mari bertemu lagi dalam keadaan baik-baik saja


__ADS_3

Di sisi lain


Beberapa hari yang lalu


Masih di rumah sakit xxxxxxx

__ADS_1


Pusat kota.


Pelangi berusaha untuk mencengkeram lengan kiri nya dengan telapak tangan kanan nya yang tampak gemetaran ketika dia mendengar nama ayahnya di sebutkan oleh orang-orang dari Badai. sebenarnya bukan nama ayahnya yang membuat dia gemetaran tapi karena apa yang disampaikan atas berita yang diberikan oleh laki-laki yang baru saja masuk ke dalam ruangan kak dewanya dirawat seketika membuat Pelangi benar-benar membuat perempuan tersebut tercekat setengah mati juga cukup membuat nya tidak percaya.


Badai yang ada di ruangan yang sama seperti dirinya terlihat tidak mengeluarkan suara nya sama sekali, dia tidak tahu apa yang terjadi pada laki-laki tersebut setelah laki-laki itu bertanya cukup terkejut atas apa yang terjadi pada bawahannya hingga pada akhirnya secara perlahan Badai dengan cepat langsung bergegas pergi dari ruangan itu tanpa berpikir dua tiga kali.

__ADS_1


perjuangannya yang panjang sepertinya sangat sia-sia dan Pelangi pikir jika pada akhirnya pengorbanan yang dia lakukan untuk menikah dengan Badai demi untuk melindungi kakaknya dan juga ayahnya, demi untuk menyelamatkan kedua orang tersebut nyatanya sama sekali tidak membuahkan hasil. Dan hari ini dia pikir dia berada pada bagian akhir dari kesabaran saat dia menunggu segalanya dan berharap ada keajaiban yang terjadi kepada kedua orang yang dia cintai dan nyatanya semua memang benar-benar sia-sia.


Begitu memastikan laki-laki tersebut telah pergi dari ruangan tersebut, Pelangi yang baru saja menghabiskan sisa air matanya menggenggam berat telapak tangan kakaknya yang terbaring lemah tidak sadarkan diri sejak berbulan-bulan yang lalu dan berada pada masa komanya, pada akhirnya perempuan itu berkata.


"Aku berada pada batas ambang akhir kak, aku masih berharap kakak bangun juga ayah akan keluar dari jeruji besi dan dinyatakan tidak bersalah, namun nyatanya apa yang aku harapkan sama sekali tidak terjadi sehingga aku pikir aku tidak mampu bertahan dan maafkan aku jika aku pergi saat ini, kak" Ucap perempuan tersebut secara perlahan sembari menggenggam arah telapak tangan kakaknya, dia membiarkan telapak tangan itu berada pada pipi kanannya secara perlahan.

__ADS_1


"aku mungkin tidak akan mampu melihat kakak untuk waktu yang cukup lama, jika kita diberikan umur yang panjang dan kakak mau berjanji untuk bangun demi diriku nantinya, Mari bertemu pada masa di mana aku baik-baik saja dan kakak juga baik-baik saja." lanjut perempuan tersebut lagi kemudian.


hingga pada akhirnya pelangi tidak melanjutkan ucapannya, perempuan itu secara perlahan melepaskan genggamannya dari telapak tangan Dewa, dan dengan gerakan perlahan dia mulai meninggalkan laki-laki tersebut kemudian beranjak pergi dari ruangan itu dengan gerakan perlahan dan juga tenang.


__ADS_2