
Begitu Daisy menandatangi kontrak perjanjian kerjasama mereka, Badai terlihat menatap tanda tangan perempuan tersebut untuk beberapa waktu, dia tidak mengeluarkan sedikitpun suaranya hingga pada akhirnya laki-laki itu menetap dalam wajah Daisy untuk waktu yang cukup lama.
Jangan ditanya bagaimana risihnya tatapan laki-laki tersebut bagi Daisy, dia merasa tidak nyaman dengan cara CEO Pelangi company menatap dirinya sejak tadi.
"Aku bukan tipe kalau orang yang ketika merasakan satu kejanggalan atau keanehan akan diam, atau ketika merasa tidak suka dengan sesuatu memilih untuk tidak mengeluarkan suaraku sama sekali. Anda sejak tadi menatapku dengan tatapan yang aneh dan itu cukup membuatku tidak nyaman, tuan Badai." ucap perempuan itu kemudian sembari mengernyitkan keningnya.
Badai yang mendengar nada protes yang diberikan oleh perempuan di hadapannya tersebut seketika terdiam, dia hanya menggeratkan rahangnya untuk beberapa waktu di mana Badai menyakinkan diri jika Pelangi nya tidak pernah bicara seperti itu sekali dan tidak bersikap sedingin itu seingat nya, dia memang melihat sosok orang yang sama namun sayangnya dengan karakteristik yang sangat berbeda.
"maafkan aku karena melihatmu seperti itu, tapi kamu mengingatkanku pada seseorang."Ucap laki-laki tersebut kemudian.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan oleh CEO Pelangi company, membuat Daisy mendengus dengan kasar dan sedikit mengejek, perempuan itu pikir laki-laki di hadapan nya menggunakan metode lawas untuk merayu seorang perempuan di mana laki-laki akan berkata kamu mirip seseorang, mirip ibunya atau bahkan mirip dengan mantan kekasih atau bisa jadi mendiang istri.
"Sangat pasaran dan tidak elegan." Batin Daisy.
Dia membuang pandangannya dari Badai kemudian dia berkata pada sekretaris laki-laki tersebut.
Dia jelas bukan tipe perempuan yang suka bertele-tele atau mengulang sesuatu yang tidak penting, baginya waktu adalah uang dan dia tidak suka seseorang yang terlihat bodoh yang menyia-nyiakan waktu dan membuat dia harus kehilangan waktu berharganya.
"Aku akan memeriksa kembali dokumennya nona, seandainya ada yang kurang aku akan menemui nona dan juga sekretaris nona di hotel di mana kalian menginap, aku akan memastikan semuanya selesai tanpa ada sedikit kekurangan hingga hari kepulangan anda tiba, nona." perempuan itu menjawab dengan cepat memastikan jika dia tidak akan membuat kesalahan fatal hingga membuat CEO Daisy company merasa tidak nyaman dalam ke professional'an kerjanya.
__ADS_1
"Itu bagus, kami permisi untuk pergi dan pastikan tidak ada yang membuat aku kecewa dengan kontrak kerjasama ini." Daisy kembali bicara, dia kali ini secara perlahan berdiri dari posisi duduk nya, dan mencoba memalingkan wajah nya, Daisy berniat untuk beranjak dari sana dengan cepat.
Tapi sayangnya belum dia sempat beranjak dari posisinya tiba-tiba saja Badai berkata.
"Mari melewati makan malam bersama." Ucap laki-laki tersebut kemudian.
Hal itu seketika membuat Daisy mematung untuk beberapa waktu, dia menoleh kearah Badai dan langsung mengerutkankan keningnya.
"Maaf?."
__ADS_1