
Badai mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu ketika dia masuk ke dalam kamar di mana sebelumnya Pelangi dirawat, api kemarahan terlihat jelas di balik bola matanya, laki-laki tersebut berusaha untuk menetralisir kemarahannya saat ini namun nyatanya dia sama sekali tidak bisa melakukannya karena dia pikir kehilangan pelangi benar-benar membuat dia diliputi kemarahan mendalam.
Brakkkkkkk.
Laki-laki tersebut meninju dinding di bagian sisi kirinya, membuat dua perawat di sisi kanannya tampak terkejut dan menundukkan kepala mereka.
"katakan padaku siapa yang berjaga dan siapa yang memeriksa keadaan terakhir kali? apa yang terjadi padanya saat dia ingin melakukan bunuh diri?" barisan demi barisan pertanyaan tersebut dilesatkan oleh dirinya kepada dua perempuan yang ada di sisi kanan nya itu, dan dia ingin tahu jawaban apa yang akan mereka sampaikan kepada diri nya.
Sebenarnya pertanyaannya cukup tidak berguna hanya saja dia merasa dia perlu mengeluarkan tanya tersebut.
Mendengar pertanyaan dari laki-laki tersebut, salah satu diantara mereka terlihat menundukkan kepala nya, dengan bibir sedikit bergetar perempuan itu berkata.
"dua penjaga Anda yang menjaganya terakhir kali dan aku yang memeriksa keadaannya bersama dokter Milia,nona melakukan percobaan bunuh diri di dalam kediaman anda di kamarnya dengan cara memakan beberapa pil tidur" perempuan itu menjawab dengan sedikit ragu-ragu, dia memejamkan sejenak bola matanya dan dia pikir menghadapi laki-laki di hadapan mereka itu bukanlah pilihan yang baik.
"jadi dia mencoba untuk memakan pil tidur sebanyak-banyaknya?" laki-laki itu bertanya sembari mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
dia pikir dari mana pelangi bisa mendapatkan obat tidur? itu artinya ada seseorang yang bisa diajak oleh perempuan itu untuk melakukan komunikasi dan memberikan apa yang perempuan tersebut mau kepada dirinya, dia mencurigai salah satu penghuni mansion nya.
"kenapa dia tidak mati saja sekalian?" tiba-tiba saja laki-laki tersebut melesatkan ucapannya seperti itu, tidak tahu kenapa tapi rasanya itu menjijikan, dia benci pada bagian sisi orang yang mencoba untuk melakukan bunuh diri.
"seharusnya kamu jadi lebih kuat dan mencoba untuk menyerang ku balik" Laki-laki itu bicara sendiri membuat kedua perempuan yang ada di sampingnya terlihat bingung dengan ucapannya.
"kau..." dan kini badai bicara sembari menatap lurus ke arah depannya, seorang laki-laki tanpa berdiri di dekat pintu masuk di mana di ruangan ulangi dirawat tersebut sebelumnya.
laki-laki yang diajak bicara langsung menundukkan kepalanya.
"Periksa rekaman cctv-nya dan aku ingin lihat ke mana dia pergi saat ini" badai memerintahkan laki-laki tersebut dengan cepat.
"kalian berdua juga boleh pergi dari sini" ucap Badai kemudian kepada dua perempuan itu.
kedua perempuan itu menundukkan kepalanya dan bersiap untuk beranjak dari sana namun salah satunya mencoba menghentikan gerakan kakinya Dan dia dengan ragu-ragu berkata.
__ADS_1
"Maaf tuan" ucap salah satu dari mereka secara perlahan.
hal tersebut jelas membuat badai langsung menetapkan wajah perempuan yang ada di sampingnya tersebut, dia menaikkan ujung alisnya dan menunggu perempuan itu bicara kalimat selanjutnya.
"Aku pikir jika anda menemukan nona, bisakah anda tidak terlalu kasar kepadanya? karena..." perempuan itu bicara dengan ragu-ragu dia berusaha untuk sedikit menaikkan kepalanya dan mencoba untuk mengambil keberaniannya.
mendengar ucapan perempuan yang ada di hadapannya itu, seketika membuat badai langsung berkata.
"Apa kau pikir kau memiliki hak untuk bicara dan mengaturku?" tanya laki-laki tersebut kemudian.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Badai seketika membuat perempuan itu terkejut, dia buru-buru menundukkan kepalanya kemudian dia berkata.
"Aku mana berani mengatur anda, tuan" dia bicara dengan cepat dalam nada yang begitu penuh ketakutan.
"Aku mengatakan hal tersebut karena Nona muda tengah mengandung bayi anda" lanjut perempuan itu lagi kemudian.
__ADS_1
Dan percayalah saat badai mendengarkan apa yang diucapkan perempuan itu seketika dia langsung membulatkan bola matanya.
"Apa?" tanya nya dengan tatapan tidak percaya.