Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 10 Maaf


__ADS_3

"Bu, Ibu tunggu ini dompetmu "


"Ya ampun terimakasih nak, pasti aku menjatuhkannya lagi "


"Iya sama-sama Bu, temanku juga yang membantunya mengambil dari orang yang akan mengambilnya. Temanku yang itu "


Dedes menunjuk Ace, tapi Ace sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkannya "Tunggu aku disini ya Bu "


Dedes langsung berlari dan menggapai tangan Ace "Ace ayo temui dia dulu "


"Sudah aku bilangkan jangan berikan pada dia, menjauh lah dariku "


Ace langsung mendorong Dedes begitu saja dan pergi meninggalkan Dedes sendirian. Ibu-ibu tadi juga sudah menghampiri Dedes dengan laki-laki paruh baya dibelakangnya.


"Nak, kamu baik-baik saja"


Dedes langsung bangkit dan menganggukan kepalanya "Aku baik-baik saja "


"Laki-laki itu temanmu apa dia Ace Adyatma mahavir"


Dedes mengelengkan kepalanya "Aku tidak tahu nama kepanjangannya nyonya "


"Ayah itu pasti Ace " ucap ibu ibu itu.


"Bukan sudah kita pulang ya, nak terimakasih karena telah mengembalikan dompet istriku, ini ada sedikit rezeki untukmu"


Dedes langsung menolak pemberian uang dari laki-laki paruh baya itu "Terimakasih Pak, aku ikhlas membantu, aku permisi dulu "


Dedes langsung saja berlari meninggalkan kedua orang itu, Dedes bahkan sampai menangis karena diperlakukan kasar oleh Ace.


"Ayo sayang pulang "


"Itu pasti Ace, aku yakin dia anak kita "


"Kita pulang sekarang ya, itu bukan Ace "


"Aku yakin kalau itu Ace, aku bisa mengenali anakku sendiri dia pasti sudah keluar dari penjara "


"Ayo pulang sayang "

__ADS_1


Tangan ibu ibu itu ditarik oleh sang suami, meski sesekali ibu itu menengok kebelakang siapa tahu dirinya bisa melihat laki-laki yang sama dengan anaknya itu.


Tapi dirinya yakin itu adalah anaknya, anak satu-satunya. Kalau saja dulu dirinya membelanya mungkin Ace tak akan seperti ini.


...---------------...


Ace yang pulang kerumahnya mengambil botol alkohol didalam kulkasnya. Lalu meminumnya langsung, Ace terlihat sangat frustasi.


Pikirannya kalut sekali, rasanya sangat menyakitkan bertemu dengan kedua orang itu. Luka lamanya terbuka kembali "Akhhh"


Ace kembali menegak minumannya sampai-sampai habis beberapa botol minuman. Tapi kembali pikirannya teringat pada Delana yang tadi dirinya dorong dan tinggalkan begitu saja.


Dengan khawatir Ace segera keluar dari rumahnya dan pergi ke rumah Delana. Selama perjalanan Ace terus saja menelpon Delana, tapi nihil tak di angkat sama sekali.


Ace sudah ada di hadapan rumah Delana, Ace terus saja memencet bel tapi tidak ada yang membukanya. Pintunya juga masih dikunci berarti Delana tidak pulang kemari.


"Dimana kamu Delana, maafkan aku karena telah melakukan itu padamu. Maafkan aku maafkan aku maafkan aku" Ace terus saja mengucap kata maaf meski orangnya sekarang tak ada dihadapannya.


Ace kembali pergi untuk mencari Delana. Dia menanyakan Delana pada orang yang dia temui. Dia bahkan pergi lagi ke dekat apartemennya untuk bertemu dengan satpam yang ada di sana.


"Apa kamu melihat Delana kembali ke sini ? "


Ace menarik rambutnya dengan frustasi rasanya dirinya gagal menjaga perempuan itu. Seharusnya dirinya tidak gegabah seperti tadi mendorong Dela dan melampiaskan semua amarahnya pada Dela. Padahal dia tidak tahu apa-apa tentang masa lalunya.


Dela hanya ingin menolong orang itu, tapi dirinya malah salah sangka dan beginilah pada akhirnya menyakiti Dela yang tidak tahu apa-apa.


Ace kembali mencari Dela, dirinya harus menemukannya. Bagaimanapun caranya dirinya harus menemukan lagi Dela, tidak boleh sampai dirinya ini kehilangan Dela. Dela begitu berharga untuknya.


Ace pergi ke dekat pemberhentian bis, benar saja Dela ada disana. Ace mengusap wajahnya yang lelah dan khawatir.


Dengan perlahan Ace menghampiri Dela yang sedang memeluk sebuah buku. Tak lupa dengan tangisnya. Ace langsung menatap Delana.


"Kenapa kamu tidak pulang ke rumahmu"


"Pulang ke rumahku ? Memangnya aku punya rumah itu punyamu. Bukannya kamu ingin aku menjauh darimu kan, maka aku akan menjauh sejauh-jauhnya"


"Kamu tahu aku ini orang jahat Dela"


"Lalu apakah kamu menyesal telah melakukan itu padaku ?"

__ADS_1


"Ya aku menyesal"


"Kalau begitu katakan maaf"teriak Dedes sambil berdiri.


"Maaf " untuk pertama kalinya Ace mengatakan maaf pada orang lain.


Dedes tanpa ragu lagi langsung memeluk Ace dengan erat, tangisnya pecah lagi. Ace adalah satu-satunya teman yang dia miliki, satu-satunya orang yang peduli padanya tidak ada orang yang peduli selain Ace padanya.


Tanpa Dedes ketahui ada seseorang yang mengikuti Ace tadi, ternyata itu adalah Ayahnya Dedes dia menggenggam erat tangannya saat melihat Dedes memeluk Ace begitu erat.


Dia marah dengan kelakuan anaknya, berarti selama ini benarkan pikirannya kalau Dedes memang punya hubungan dengan laki-laki brengsek itu.


...----------------...


Setelah Mereka ada di dalam taksi Ace menatap Dela dengan dalam "Ibu-ibu dan laki-laki tadi_"


"Iya aku tahu siapa mereka, mereka itu adalah Ibumu dan juga Ayahmu kan "Dedes membuka buku yang tadi dia bawa dan memperlihatkan foto keluarga Ace.


"Ini adalah Nyonya Margaretha, lalu ini Ayahmu Adyatma Mahavir dan ini kamu yang ditengah Ace Adyatma Mahavir. Ayahmu adalah seorang pengusaha tersohor dan paling terkenal di seluruh wilayah. Dia orang terkaya di sini dan kalian difoto di halaman rumah kalian di belakang pohon tinggi ini_"


Ace langsung menyelanya "Sudahlah jangan membicarakan itu, aku sedang tidak mau membicarakannya. Terlalu sakit kalau untuk mengingat semua itu "


Dedes menutup kembali buku itu, tidak mau memancing amarah dari Ace lagi. Sudah cukup tadi"Dela apa ada cara untuk membuat Ayahmu menerimamu kembali, mungkin kamu tahu caranya dan aku bisa membantunya "


"Mungkin ada, tapi Ayah ingin jodohku itu seorang pengusaha, orang yang pintar dan taat akan agama. Mungkin dia akan merestuinya meski tidak menganggap aku sebagai anaknya lagi"


"Maka menikahlah "ucap Ace dengan wajah yang begitu sedih.


Dedes malah tertawa mendengar ucapan dari Ace" Kamu ini bagaimana sih, kamu tidak lihat penampilanku yang seperti ini yang kuno dan jelek. Mungkin tidak akan pernah ada yang mau denganku. Kamu juga pasti sudah mendengarkan berapa kali aku ditolak oleh laki-laki, mungkin itu adalah rekor dunia seorang perempuan yang selalu ditolak "


"Kuno dan jelek"


"Hemm, seperti yang kamu lihat. Aku ini tidak akan pernah cocok dengan siapapun dan tidak akan ada yang menerima aku sampai kapanpun "


"Pak kita ke pinggir kota sekarang"


"Kita mau apa ke sana Ace, ini sudah sangat malam seharusnya kita pulang"


"Sudah ikut saja, akan aku berikan sesuatu padamu. Bukannya itu yang selama ini kamu minta padaku. Maka akan aku kabulkan. Semua pria tidak akan pernah bisa menolakmu, jangan pernah merendahkan dirimu sendiri"

__ADS_1


__ADS_2