
"Ace kenapa tidak ada dimana dia, kenapa tidak ada kenapa dia sampai menghilang. Dedes mencarinya dasar anak nakal, awas saja ya dia akan aku marahi dia, awas saja akan habis dia "
Ibunya Ace sendiri mencoba mencari keberadaan Ace, tapi nihil tidak ketemu sama sekali. Ace tidak ada kemana dia, kemana anak itu kenapa bisa tak ada. Satu lagi bisa-bisanya meninggal kan Dedes. Dia sangat butuh Ace.
"Ace kamu dimana "
Benar-benar ibunya mencari keberadaan Ace, kemanapun dia terus mencarinya, berkeliling kesana kemari. Tak peduli dengan keadaanya.
Yang terpenting sekarang Ace ketemu. Dasar dia keterlaluan kenapa harus tak ada juga. Ini hari dimana Dedes pulang tapi anaknya malah tak ada.
...----------------...
Dedes membuka buku itu, dan melihat tanggal peminjaman buku ini. Dedes memeluknya dengan erat sekali.
Saat di balikan ada sebuah tulisan, ini pasti tulisan Ace. Dedes membacanya sambil tersenyum. Ternyata selama ini Ace selalu menuliskan sesuatu untuknya.
__ADS_1
Hai kamu, iya kamu gadis cantik yang aku temui di lift. Boleh aku tahu namamu. Jika kamu berkenan mari minum teh.
Dedes mencari kembali buku yang pernah Ace pinjam, satu persatu Dedes cari dan untungnya ketemu juga kan.
Dedes membukanya lagi, ada pesan lagi didalamnya cukup panjang tapi dirinya suka membaca ini semua.
Kamu belum membalasnya, padahal aku tunggu balasan mu. Aku benar-benar ingin tahu siapa namamu. Aku begitu tertarik padamu. Aku senang melihat kamu.
Dedes kembali membuka buku ketiga, masih ada pesan disana.
Aku tahu sekarang nama kamu Delana Dedes Pitaloka nama yang sangat bagus. Biar aku beritahu aku begitu sudah tertarik padamu diawal kita bertemu.
Kamu sangat cantik sekali. Aku sudah mencintaimu pada saat itu. Aku melepaskan perempuan itu demi kamu. Benar aku benar-benar tertarik padamu bukan hanya sebuah bualan saja.
Aku janji akan setia padamu dan kamu adalah pelabuhan terakhirku tak akan ada lagi. Kamu hanya satu-satunya untukku.
__ADS_1
Dedes menangis membaca yang satu itu, dirinya baru tahu kalau Ace mencintainya sedalam ini. Ternyata ada laki-laki yang bisa menerimanya. Dirinya tak menyangka itu.
"Ace kenapa tidak dari awal kenapa kamu tulis disini semua"
Dedes kembali membuka buku ke empat.
Aku mulai binggung dan putus harapan, kamu malah memilih laki-laki itu yang jelas-jelas belum tentu menginginkan kamu. Aku tidak percaya dengannya..
Kalau dia memang mencintaimu mungkin dari dulu dia menikahimu. Tapi aku akan mengalah demi kebahagian mu, demi kamu bisa diterima lagi di keluargamu.
Aku akan mengalah, aku akan mencoba untuk melepaskanmu meski rasanya sakit sekali Dela. Tapi aku akan menahannya demi kebahagian mu.
Oh ya seperti biasa kalau kamu butuh aku dan ingin mengatakan sesuatu telfon saja aku, aku akan selalu siap untuk kamu.
Dedes langsung mengambil ponselnya dan menelfon Ace, tapi tidak diangkat. "Kamu kemana kenapa tidak bisa dihubungi"
__ADS_1
Lagi-lagi air mata Dedes mengalir, kenapa dirinya baru tahu sekarang. Tapi dirinya tak berharap Ace bersamanya waktu hidupnya sebentar lagi.
Apa yang diucapkan orang tua akan terkabul. Allah akan mengabulkan itu. Maka dirinya hanya perlu siap-siap saja untuk pergi dan menghadap Allah.