
"Nona ini ada kado "
Ameera yang baru saja pulang bersama ayahnya sampai mengerutkan keningnya kado dari siapa. Ameera rasa Ameera tidak punya teman dekat dulu. Bahkan Agnes sekarang belum tahu ulang tahun Ameera.
"Kado dari siapa ya Pak. Bapak tahu ga siapa yang ngirimnya"
"Yang kirim ke sini sih kurir non, tapi katanya dari orang spesial"
"Orang spesial, siapa emang aku ga punya orang spesial ini dari ayah ya. Pasti ini kejutan dari ayah kan"
"Bukan, ini bukan dari ayah udah terima aja mungkin dari laki-laki yang suka sama kamu. Hayo siapa apa dari Kevin"
"Ga mungkin Kevin ayah, dia kan lagi di rumah sakit. Dia juga ga tahu ulang tahun aku ayah "
__ADS_1
"Ya udah kamu ambil dulu aja, siapa tahu itu dari teman kamu ambil dulu aja ya. Kamu harus hargain pemberian dari orang "
Ameera dengan ragu-ragu mengambil hadiah itu dan membawanya ke arah kamar. Ayahnya sendiri pergi lagi ke kantor, Ameera juga belum menentukan kado apa yang dia minta dari ayahnya.
"Bikin ulah lagi apa kamu sampai-sampai memar-memar kayak gitu, jangan sampai kamu membuat Ayah kamu harus tinggalin kerjaan buat urus kamu ya ga penting"
"Udah ceramahnya, ada lagi ga biar sekalian kan aku masih di sini"
Ibu tirinya itu malah melengos pergi meninggalkan Ameera. Ameera juga tidak peduli, dia langsung masuk ke dalam kamar dan ingin tahu isi dari dalam kotak ini sangat besar sekali.
"Kebaya ? "
Ameera diam cukup lama, lalu dia sadar kalau ini adalah kebaya yang dulu pernah dia pakai untuk menikah dengan Ace. Ameera kembali membongkar isinya ada foto pernikahannya, foto saat ijab kabul semuanya ada di sini.
__ADS_1
"Kenapa dia bisa tahu, kenapa dia bisa kirim kesini"
Ameera melihat ada sebuah surat paling bawah sekali, dengan perlahan Ameera membuka surat itu. Jantungnya sudah berdebar dengan keras.
Untuk istriku Delana Dedes Pitaloka yang sekarang menjelma menjadi seorang remaja bernama Ameera.
Apa kabar sudah lama kita tidak bertemu, bahkan aku masih berharap untuk bisa bersama denganmu. Tapi aku tidak tahu apakah itu benar kamu atau hanya wajah kalian saja yang begitu mirip, bahkan aku tidak bisa membedakan antara wajahmu dan juga wajahnya yang dulu kalian sam sekali.
Tapi aku yakin itu kamu, dari tatapan matamu aku sudah tahu kalau itu kamu pertemuan pertama kita memang sangat tak terduga. Kamu malah tertabrak olehku. Tapi aku bersyukur bisa bertemu denganmu.
Aku selalu menunggumu, aku tidak pernah menghianatimu. Aku tidak pernah menghianati janjiku padamu. Jika kamu ingin tahu semuanya temui aku. Kita bertemu dan jika ini benar kamu, kamu pasti akan menemuiku kan tidak akan membiarkan aku untuk menunggumu lama.
Aku tunggu di tempat kita pertama kali bertemu, kamu masih ingat kan apartemenku. Masa kamu lupa, kamu pasti ingat di mana tempatnya nomornya apartemennya juga.
__ADS_1
Ameera meremas surat itu dan membuangnya dengan asal. Apa yang harus Ameera lakukan sekarang. Apakah harus datang kesana tapi Ameera tidak mau mengigat lagi masa lalunya.