
"Ameera, Ayah mau mengatakan sesuatu setiap minggu Ayah selalu datang ke sekolah kamu. Hanya untuk mengurusi masalah kamu dan hari ini kepala sekolah mengeluarkan kamu, jadi mau bagaimana kamu ini"
"Apa kenapa bisa"kaget Ameera kenapa dirinya dikeluarkan dari sekolah.
"Ya karena kamu kayak gitu, kamu nggak bisa diatur jadi anak. Kembalilah nak seperti dulu seperti saat ada mama kamu, jangan seperti ini jangan nakal sayang. Ayah sangat menyayangimu dan ayah ingin kamu menjadi anak yang baik seperti dulu lagi "
Ameera lebih baik bungkam, dia menundukan kepalanya. Entah kenapa pelariannya saat mamanya tiada ya pada kenakalannya. Apalagi setelah mendengar Ace yang bertunangan dirinya tidak mau lagi menonton Televisi atau membaca berita.
Dirinya sudah memikirkan semua nya, akan melupakan tentang masa lalunya tentang dirinya yang dulu, tentang kehidupannya sebagai Delana Dedes Pitaloka. Lupakan semuanya agar dirinya bisa menjadi orang lain.
Dirinya tidak mau menjadi Delana lagi yang cupu, yang selalu dihina yang tidak disukai oleh banyak orang karena penampilannya. Dirinya ingin berubah menjadi perempuan yang dipuji dan dikatakan cantik tanpa harus dirubah. Dirinya tidak mau menjadi perempuan seperti dirinya dulu.
Dirinya tidak mau menjadi perempuan lemah seperti dulu saat dirinya menjadi Delan. Dirinya ingin menjadi perempuan tangguh dan dirinya juga akan melupakan sosok suaminya dulu yang telah membuatnya patah hati, karena ditinggal menikah olehnya.
Tapi sebenarnya dirinya tidak tahu apakah Ace sudah menikah atau hanya sekedar tunangan saja. Tapi tetap saja dirinya berpikir kalau Ace itu sudah menikah dengan tunangannya. Dirinya kecewa katanya dia akan setia, akan setia pada dirinya tapi mana kenyataannya tidak dia malah memilih perempuan lain.
Bahkan Ace tidak mencarinya sama sekali. Dia memang benar-benar sudah melupakan dirinya. Dirinya hanyalah masa lalu untuk Ace dan sekarang dirinya akan berubah dirinya juga tidak akan berharap untuk kembali pada Ace.
Sekarang hidupnya akan berubah, namanya adalah Ameera bukan lagi Delana. Semuanya yang ada dalam diri Delana sudah hilang digantikan oleh dirinya yang sekarang.
Jadi jangan aneh kalian jika melihat sikapku yang tiba-tiba berubah dari Delana yang cupu, hanya bisa menangis dan hanya bisa bersandar di dada seorang pria bernama Ace tapi sekarang bisa berubah menjadi perempuan yang tangguh dan nakal.
__ADS_1
Jangan salahkan aku, aku terlalu kecewa dengan orang orang di masa laluku dan aku ingin membuktikan pada mereka kalau aku bisa berubah. Aku bisa tanpa mereka aku tak akan mengharapkan mereka lagi.
"Kamu bisa kan berubah menjadi seperti dulu lagi, menjadi anak baik manis dan penurut nak, ayah mau kamu seperti dulu. Ayah begitu menyayangimu nak "
"Mungkin aku bisa kabulkan itu sama ayah, tapi sebelum Ayah nikah lagi dan khianati Mama. Aku udah bilang kan aku nggak suka penghianatan ayah. Kenapa ayah khianati mama. Mamah baru aja meninggal tapi ayah kenapa secepat itu ayah menikah lagi. Apakah tidak bisa menunggu beberapa tahun. Dulu baru saja Mama meninggal 2 bulan Ayah sudah menikah lagi, sebenarnya ayah ini sudah selingkuh dari mamah, sejak kapan ayah "
Aldi diam cukup lama, dia sekilas menatap anaknya yang mengusap air matanya "Bukan begitu Ayah hanya ingin kamu punya ibu lagi, agar bisa mengurus kamu. Ayah sama sekali tak menghianati mamah kamu. Tak pernah ayah berfikir seperti itu nak "
"Itu tidak perlu Ayah. Mama aku cuman satu tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun, mau Ayah cari seribu wanita pun aku tidak akan pernah mau mamah pengganti sampai kapanpun, mamah tidak akan pernah bisa tergantikan aku kecewa dengan keputusan Ayah, kenapa ayah tidak berdiskusi dulu terlebih dahulu denganku. Ayah tiba-tiba membawa perempuan itu kehadapan ku "
Aldi menggenggam tangan anaknya. Tapi Ameera langsung melepaskannya "Maafkan ayah mungkin ini keputusan ayah yang gegabah, tapi ini demi kebaikan kamu. Karena kamu sudah dikeluarkan dari sekolah kamu akan pindah lagi sekolah, tapi ayah minta satu hal jangan sampai kamu dikeluarkan lagi dari sekolah itu. Kamu ini kelas 11 kamu ini akan lulus sebentar lagi. Tolong jangan terus membuat onar ya, jadilah perempuan baik seperti dulu "
"Entahlah aku tak menjamin kalau aku akan baik-baik saja di sekolah baru. lebih baik ayah tidak usah menyekolahkan ku saja. Biarkan aku menjadi pengangguran mungkin atau biarkan aku bekerja saja untuk hidupku sendiri. Aku sudah malas untuk sekolah"
Kebetulan mereka sudah sampai. Ameera langsung saja keluar tanpa menjawab kata-kata dari ayahnya yang menyakitkan. Semenjak Mamanya pergi ayahnya selalu saja membentaknya tidak ada kelembutan seperti dulu lagi.
Kenapa dirinya harus terlahir kembali, tapi hidup dengan keluarga yang selalu menyakiti dirinya. Dulu ayahnya yang menyakitinya sekarang Ayah lagi yang menyakiti dirinya. Kenapa harus selalu seorang ayah yang menyakiti dirinya ini. Kenapa harus begitu.
"Ameera kamu sudah pulang, kenapa cepat sekali apa kamu kabur "
Ameera tidak menjawab sapaan dari ibu tirinya, sudah tahu sudah pulang ditanya sudah pulang. Ameera langsung saja masuk ke dalam kamarnya. Bahkan dia membanting pintu dengan keras.
__ADS_1
Ameera muak dengan perempuan itu, saat ada ayahnya dia akan terlihat baik-baik saja. Baik pada dirinya tapi kalau tidak ada dia akan marah-marah padanya. Akan menunjuk-nunjuk dirinya dan berkata akan menyusuinya.
...----------------...
Ameera terbangun, dia tadi ketiduran. Dia melihat ke arah luar jendela ternyata sudah mulai gelap saat dilihat setengah enam. Ameera mencium seragamnya yang bau asem.
"Aduh kok bau banget sih ketek, ga biasanya sebau ini"
Amira tiba-tiba saja ingin menyalakan televisi sudah lama tak melihat siaran televisi. Semoga saja tak melihat orang itu, Ameera mencari siaran yang mungkin akan menarik perhatiannya. Tapi malah berhenti di siaran tentang membahas Ace laki-laki itu lagi.
Ameera malah jadi diam dan menatap laki-laki yang selalu dirinya cintai, meski mungkin dia tidak tahu kalau selama ini dirinya masih ada. Ingin melupakan tapi sangat sulit.
Kenapa apa masa lalunya tidak akan pernah hilang, apakah dirinya tidak bisa menghilangkan masa lalunya apakah dirinya harus terus berkaitan dengan orang-orang di masa lalunya. Apakah hidupnya akan terus berpegangan pada masa lalunya.
Ameera melihat Ace dengan seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya "Ternyata kamu sudah punya anak ya. Kamu menghianati aku sampai kamu punya anak, seharusnya dulu aku tidak percaya kalau kamu akan setia padaku dan seharusnya dulu aku juga tidak terlahir kembali untuk melihat kesakitan ini. Untuk melihat kamu punya anak dan istri kembali"Ameera begitu kecewa dengan apa yang dirinya lihat sekarang.
"Aku tahu mungkin aku hanya masa lalu buat kamu saja, tapi setidaknya kamu tidak boleh mengingkari janji kamu yang sudah kamu buat dulu padaku. Kenapa aku harus mati dulu kenapa aku harus terlahir lagi dan melihat kamu yang bahagia dengan orang lain. Sedangkan aku tidak bisa sama sekali bahagia bahkan Mama meninggalkan aku untuk selamanya"
Ameera mematikan televisinya, sedang asik-asyiknya melamun malah perutnya bersuara cacing-cacingnya sepertinya lapar sekali. Ameera yang sedang sedih malah jadi tertawa.
"Ya ampun cacing kamu nggak sabar ya pengen makan, ya udah deh makan dulu nanti mandinya udah makan baru mandi deh. Kita isi dulu perutku ini "
__ADS_1
Ameera keluar dari kamar, tapi baru saja akan melangkah ke arah dapur dia melihat ayahnya dan juga ibu tirinya sedang berbicara. Apakah harus menguping. Lebih baik menguping saja daripada nanti penasaran.