Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 50 Tawuran ?


__ADS_3

Ace pagi-pagi sekali sudah ada disekolah anaknya, hanya diam diluar sekolah. Menatap satu persatu siswa dan siswi yang berjalan.


Ace ingin melihat sendiri, apakah benar perempuan yang bernama Ameera adalah perempuan sama yang dirinya tabrak waktu itu. Semoga saja tak salah dan sama.


Ace menegakan badannya, saat melihat seorang perempuan turun dari dalam mobil sambil mengemut lolipop.


"Dela kamu ada disini "


Mata Ace sudah berkaca-kaca. Melihat perempuan yang dirinya sayangi. Ace akan keluar dari dalam mobil tapi Ace urungkan. Tak mau sampai Ameera takut dengannya.


Dengan melihat seperti ini saja, rasannya rasa rindunya yang bertahun-tahun bisa terobati. Melihat dia hidup lagi rasannya bahagia sekali.


Ace mengusap air matanya, Ace melihat kalau Ameera sedang mengobrol dengan seorang perempuan dan masuk kedalam sekolah.


Ace sekarang tak bisa melihatnya lagi. "Aku akan kesini lagi Dela, aku akan kembali menemuimu. Aku begitu bahagia sekali "


Nanti setelah siap Ace akan menemui Ameera, dia akan berbicara langsung dengan Ameera. Dirinya tak boleh sampai kehilangan kembali cintanya.


...----------------...


"Ameera "


Ameera berhenti berjalan dengan tangan masih mengandeng tangan Agnes "Ada apa Kevin"


"Aku udah bilang kan mau jemput kamu, tapi kamu malah pergi sama ayah kamu. Aku udah datang loh ke rumah kamu"


"Apa kenapa bisa kamu ke rumah aku, udah aku bilang kan kamu jangan pergi ke rumah aku. Udah aku tuh nggak mau dijemput sama kamu ya. Tunggu-tunggu kok ada yang aneh kenapa kamu pake masker lagi bisulan ya "


"Enggak kata siapa bisulan enak aja bisulan, masa ganteng-ganteng gini bisulan "

__ADS_1


"Ya terus kenapa masker coba "


Ameera menarik paksa masker Kevin "Ya ampun Kevin wajah kamu kenapa kok babak belur kayak gini sih. Kamu udah dari mana kamu udah berantem sama apa" Ameera malah memegang luka disudut bibir Kevin.


"Jangan dipegang dong sakit tahu" Kevin menepis tangan Ameera yang menekan luka lebamnya.


"Makanya kalau nggak tahan sakit nggak usah sok-sokan berantem kayak gini, udah kejadian kayak gini kan dipegang aja sakit. Baru kayak gitu aja sakit udah yu Agnes ngapain juga ngobrol sama dia"


Ameera berjalan pergi menjauhi Kevin. Kevin masih diam melongo melihat kelakuan Ameera yang tiba-tiba berubah jadi baik, terus tiba-tiba berubah jadi jutek seperti tadi "Apa dia punya kepribadian ganda ya kok bisa gitu ya"


Kevin kembali berjalan untuk pergi kekelasnya. Ya sudahlah memang seperti itu mungkin sikap Ameera tapi tetap cantik dan lucu.


Ameera dan juga Agnes yang baru sama sampai didalam kelas, malah dikagetkan dengan suara teriakan dari luar kelas.


"Ada apa sih Agnes kenapa mereka pada lari kayak gitu "


"Mana mungkin ada yang kayak gitu, emangnya ada ya zombie emangnya nyata ya. Bukannya zombie itu cuma ada di film-film aja ya. Udah kamu diam di sini aku mau tanya sama orang-orang yang lari-lari ga jelas itu"


Agnes menganggukan kepalanya, Ameera mencegat salah satu siswa yang berlari "Ada apa sih kok ribut-ribut kayak gini, sampai-sampai lari-lari ada apa sebenarnya rame banget"


"Itu anak SMA sebelah nyerang ke sekolah, ga tahu kenapa "


"Hah tawuran maksudnya"


"Kayaknya bakal ada tawuran "


Laki-laki itu kembali berlari, bahkan ada guru-guru juga yang ikut berlari. Ameera masuk ke dalam kelas dan menuntun Agnes untuk duduk di kursinya "Lebih baik kamu diam di sini, aku harus ngecek ke depan katanya ada tawuran. Kamu jangan ikut-ikut ya "


"Ya terus kamu mau apa sampai-sampai harus ke sana. Itu kan tawuran kamu udah tahu sendiri itu bahaya, tapi kamu malah mau ke sana udah kita di kelas aja ngapain juga kamu ke sana"

__ADS_1


"Udah kamu diem aja di sini Agnes ga akan apa-apa. Aku pengen lihat seru ga sih tawuran di sini. Biasanya kalau aku tawuran tuh di jalan ini malah ke sekolah. Udah diam di sini-sini ya jangan kemana-mana jangan ke sana nanti kalau ada yang lempar batu kamu kena udah di kelas aja jangan ikuti aku "


Ameera menyimpan tasnya dan berlari keluar. Dia ingin melihat tawuran di sekolah ini seperti apa, kalau boleh mungkin akan ikut menghajar mereka juga sepertinya akan seru.


Nah seperti ini seharusnya sekolah ada tawuran jadi kan dirinya bisa mengasah lagi kehebatannya ini. Pasti akan sangat menyenangkan saat pukulannya mengenai lawannya.


Makin Ameera mendekat dia melihat banyak sekali laki-laki yang melempari batu, balok dan banyak lagi. Gerbang juga hampir hancur karena di dobrak paksa oleh mereka semua, guru-guru juga sudah menahan dan murid-murid yang lain berlarian untuk cepat masuk tapi Ameera malah kesini.


"Kok ga ada yang melawan sih, heh maju dong jangan kalah"teriak Ameera pada salah satu siswa yang berlari masuk.


Ameera berlari ke arah gerbang, tapi tangannya langsung dicekal oleh seseorang. Ternyata Kevin yang memegang tangannya. Anak ini selalu saja muncul dimanapun dirinya berada seperti bayangan saja.


"Apaan sih Vin bukannya lawan malah diem aja, lihat mereka ngerusak fasilitas sekolah batu udah berterbangan kayak gitu, tapi malah pada diam malah lari emangnya kalian semua nggak bisa ya melawan mereka semua, aneh deh padahal banyak laki-laki disini "


"Jangan gegabah mereka tuh banyak, sedangkan kita mana nggak ada. Udah cepat masuk jangan ikut-ikutan, nanti kalau udah masuk rumah sakit baru tahu rasa"


"Ga bisa gitu Kevin, aku harus lawan mereka. Enak aja mereka nyerang tanpa perlawan sedikitpun mereka akan besar kepala nanti. Sekalian juga kan aku latihan disini "


"Latihan-latihan, lihat mereka itu bawa senjata tajam juga, emang kamu nggak takut kalau mereka tusuk. Mereka itu ke sini nyari aku udah cepat masuk jangan sampai mereka tahu"


"Apa maksudnya gimana nih, kenapa bisa"


"Ya udah mending kabur dulu aja ayo ngumpet, mereka tuh bahaya banget. Udah cepetan kabur dari sini sebelum kita babak belur sama mereka, mereka itu nggak akan pernah pandang bulu. Apalagi kamu perempuan aku aja yang laki-laki sampai babak belur kayak gini"


"Oh tidak bisa begitu, aku harus melawan jangan halangi aku "jerit Ameera.


"Udah ayo ah jangan ngeyel "


Kevin menarik tangan Amira dengan kencang dan berlari untuk pergi dari sana, untuk bersembunyi. Semoga saja tidak ada yang melihat mereka terutama melihat Kevin.

__ADS_1


__ADS_2