
Ameera yang baru saja masuk ke dalam kamarnya tersenyum senang, bahagia sekali bertemu dengan kekasih hatinya.
Ameera memberikan kabar pada Ace dan menyimpan kembali ponselnya. Ameera membaringkan tubuhnya dan mengigat apa saja yang baru saja Ameera lakukan dengan Ace.
Ponsel Ameera berdering, Ameera kita dari Ace tapi ternyata bukan ini dari Kevin. Ada apa Kevin menelfonya dengan malas Ameera mengangkat telfonnya.
"Ada apa Kevin "
"Kamu tadi temui siapa"
"Apaan sih kamu tiba-tiba tanya kayak gitu. Emangnya kamu siapa berani tanya-tanya aku tadi temui siapa itu kan hak aku jadi kamu juga ga usah tahu kan"
"Tetap saja aku harus tahu kamu datang ke apartemen untuk menemui siapa. Apa kamu jual diri? "
Ameera yang mendengarkan itu langsung menganga apa-apaan Kevin ini "Heh lo berani-beraninya bilang kayak gitu sama gue, emangnya gue ini cewek apaan sampai-sampai harus gue jual diri. Gue masih punya orang tua yang bisa kasih gue uang, lo itu baru deket sama gue lu udah berani bilang kayak gini sama gue" teriak Ameera dengan kesal.
__ADS_1
"Ya apa lagi temuin laki-laki ke apartemen mau apa lagi kalau bukan lakuin hubungan seksual "
"Gila dasar " Ameera langsung mematikan sambungan. Bisa gila kalau bicara sama Kevin.
"Anak ini gila nih "
Kembali ponsel Ameera berdering dari Kevin lagi, Ameera langsung menolaknya dan mem-block nomor Kevin. "Awas saja, aku tak akan mau bertemu kamu lagi "
Tok tok tok
"Hehehe iya ayah tadi ga sempet "
"Oh iya ayah mau tanya kamu tadi dianterin sama siapa. Ayah baru pertama kali lihat mobil itu, agak ga asing sih menurut Ayah mobilnya tapi ayah lupa"
"Emm, aku tadi dianterin sama temenku yang lain. Agnes nggak bisa anterin aku, dia juga dijemput Jadi masa aku mau nebeng nggak enakan kan ayah "
__ADS_1
"Ayah udah bilang kan sama Ayah aja jemput nanti kalau kamu ada kerja kelompok atau apa-apa lebih baik ayah aja yang jemput. Jangan dianterin sama teman kasihan mereka juga harus istirahat"
"Iya iya Ayah nanti aku bilang, ya udah aku makan sekarang deh udah laper" sambil tersenyum lebar.
"Ya udah gih makan. Ayah udah beliin makanan buat kamu. Udah ayah simpan di meja makan"
"Makasih ayah"
Ameera dengan semangat berlari ke arah meja makan dan benar sudah banyak sekali makanan di sana. Ayahnya tahu saja kalau Ameera ini sedang kelaparan dan ingin makan.
Tadi dengan Ace belum sempat karena ditelepon oleh ayahnya untuk segera pulang, kalau mereka pergi ke restoran dulu yang ada ayahnya akan menyusul dan mencarinya.
Tapi bagaimana Ameera berbicara pada ayahnya tentang Ace, apalagi Ace itu hampir seumuran dengan ayahnya. Apakah ayahnya akan menerimanya takut-takut ayahnya akan menolak.
Ameera tak mungkin menikah tanpa restu orang tua. Apalagi ayahnya, restu ayahnya begitu penting Ameera takut kalau seperti dulu lagi. Bagaimana kalau misalnya ayahnya berubah dan menyumpahinya, Ameera tak mau sampai itu terjadi lagi. Ameera begitu trauma dengan kata menyumpahi.
__ADS_1
Meskipun Ameera tahu kalau itu sudah takdir, tapi tetap saja Ameera merasa takut dan trauma sekali dengan semua itu.