Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 72 Panggil namanya


__ADS_3

Ameera sudah siap dengan pakaian seragamnya masih takut untuk keluar dari dalam kamar takut-takut Ayahnya masih marah padanya. Kenapa Ameera sampai menyimpulkan itu. Karena Ameera tahu kalau ayahnya sedang marah pasti akan diam seperti itu tidak akan berkutik sedikit pun.


"Gimana ya apakah aku harus keluar atau enggak, aku bingung banget kalau misalnya Ayah marah gimana. Aku takut banget Ayah marah. Aduh kenapa jadi pusing gini "


Ameera perlahan membuka pintu dan keluar melihat sekitar yang ternyata tak ada ayahnya. Hanya ada ibu tirinya saja.


Ameera duduk dikursi meja makan, menatap makanan yang sudah lengkap "Dimana Ayah Tante "


"Pagi-pagi sekali ayah kamu sudah pergi, kalian ini punya masalah apa sih. Jangan membuat suasana rumah menjadi tenang seperti ini. Kalau punya masalah makan selesaikan dengan baik-baik jangan saling diam seperti itu "


"Hanya masalah kecil "


"Masalah kecil tapi sampai seperti ini, sampai ayah kamu pergi kekantor pagi-pagi jangan main-main Ameera dengan aku. Aku tahu bagaimana watak ayahmu itu. Pasti dia sangat marah sekali padamu makannya seperti ini "


"Bisa Tante diam, aku ingin makan dulu tolong jangan terus bicara aku harus makan. Jangan berisik setelah sarapan aku akan pergi dan tak akan menganggu Tante "

__ADS_1


Mita langsung bungkam, Mita duduk dikursinya dan segera ikut sarapan. Mita takut Ameera membongkar tentang perselingkuhannya jadi sekarang diam dulu saja.


...---------------...


"Terimakasih Pak karena sudah mau datang "


"Tidak masalah, tuan tolong jauhi anak saya Ameera dia tak cocok dengan kamu. Dia masih sekolah sedangkan kamu berusia hampir sama dengan aku. Tolong jangan membuat aku menjadi serba salah. Lepaskan anakku "


"Alasannya karena umur saja ? "


"Memang kalau aku tua dan mencintai anakmu apa salahnya. Apakah aku terlihat jelek dan tak berpenghasilan dihadapan mu. Sampai kamu ragu anakmu dengan ku. Aku akan memanjakan putrimu dan memberikan apapun yang putri mu mau "


"Aku tahu kamu akan bisa membahagiakan anakku, tapi umur kalian sangat jauh sekali "


Ace mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Aldi, Aldi melihat satu persatu foto itu lalu menatap Ace dengan tak percaya.

__ADS_1


"Dia adalah istriku yang kembali terlahir, apakah kamu tega memutuskan hubungan kami ini hanya karena usiaku saja. Apakah kamu ingin membuat anakmu sedih seperti ayahnya dulu yang telah membuatnya kecewa "


"Ini hanya saja, mama mungkin anakku adalah istrimu"


"Kamu bisa bertanya padanya. Namanya adalah Delana Dedes Pitaloka. Coba kamu panggil dengan nama itu dia akan meresponya. Jika sampai dia tak merespon nama itu maka aku akan menjauh bagaimana "


"Baiklah aku akan melakukannya kamu harus menepati janji kamu "


"Tentu, silahkan kamu lakukan itu jika sampai gagal dan Ameera tak merespon maka aku tak akan pernah muncul lagi dihadapan anakmu Ameera. Aku tak pernah ingkar janji "


Aldi yang mendengar itu dengan semangat langsung menganggukan kepalanya, Aldi yakin Ameera tak akan merespon itu hanya sebuah kebetulan saja kalau wajah mereka sama.


"Baiklah aku setuju "


Mereka bersalaman setelah itu pergi dari sana. Pergi ketujuan masing-masing. Kenapa Ace sampai mempertaruhkan itu semua karena Ace tahu bahwa Ameera akan menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2