Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 39 Terpuruk


__ADS_3

"Ace, Ace bangun ayo kerumah ini sudah malam "


Ace menatap mamahnya yang ada disampingnya, Ace masih disini ditempat yang sama di pemakaman sang istri "Ayo masuk, istrimu tak akan suka kamu seperti ini. Ayo masuk "


Ace tanpa banyak bicara bangkit dan menatap lama kuburan sang istri lalu masuk kedalam rumah. Ace langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya juga.


"Ayah bagaimana dengan Ace "


"Dia akan baik-baik saja. Biarkan dulu dia, dia sedang berduka "


"Tapi aku takut dia sakit "


"Tenang, dia tak akan sakit kita hanya perlu menunggu saja dulu. Jangan memaksanya, takutnya dia akan pergi dari rumah "


Mamah Ace akhirnya menganggukan kepalanya, dia mengikuti kata-kata suaminya. Mau bagaimana lagi dirinya juga takut Ace malah tak nyaman.


Baru saja anaknya menikah tapi sudah ditinggal oleh sang istri. Semoga saja Ace bisa kembali pulih dan menghadapi semua ini.

__ADS_1


Sedangkan Ace yang ada di kamar dia mengambil bingkai foto pernikahannya bersama sang istri, menatapnya cukup lama dan mengusap wajah istrinya. Belum juga sehari mereka menikah tapi sudah ditinggalkan seperti ini.


"Kenapa sayang, kenapa harus seperti ini. Kenapa kamu tinggalin aku, aku disini bagaimana"


Ace memeluk bingkai foto itu dan membawanya tidur, matanya sudah sangat sembab sekali. Bahkan Ace tak menganti pakaiannya, dia masih mengunakan pakaian yang sama.


...----------------...


Sama halnya dengan ayahnya Dedes dia begitu terpuruk bahkan dari pulang dari rumah sakit dia memeluk foto anaknya, pakaiannya barang-barang selalu Dedes pakai.


"Maafkan ayah na, maafkan ayah gara-gara ayah kamu harus pergi. Seharusnya Ayah tidak egois harusnya Ayah tidak seperti ini maafkan ayah"


"Ini karena keegoisan kamu anak kita yang menjadi korban. Seharusnya kamu memaafkannya dari awal bukannya seperti ini. Bukannya malah membuat dia harus pergi"


"Ya aku tahu, aku salah aku salah besar kalau saja aku tidak seperti ini Dedes masih ada disana. Terserah kamu mau apakan aku "


"Lebih baik aku pergi, aku tidak mau sampai anakku kembali seperti ini "

__ADS_1


Ibunya Dedes mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan suaminya. Dia tak peduli dengan suaminya itu.


Dirinya kecewa dengan apa yang suaminya lakukan, kenapa dirinya tak dari dulu saja pergi dan mengurus Dedes mungkin tak akan seperti ini ujungnya.


Dirinya juga menyesal karena tidak menemani Dedes disisa-sisa hidupnya. Kenapa harus secepat ini anaknya meninggalkannya.


...----------------...


"Ace ayo makan dulu mamah sudah memasak, kamu jangan mendiamkan perutmu, mamah tahu kamu sedang kehilangan tapi tolong jangan seperti ini sayang. Buka pintunya "


Ace membuka pintu dan mengambil piring yang mamahnya bawa "Akan aku makan mah "


"Mamah tahu kamu sedang sedih tapi jaga kesehatan kamu "


"Aku ingin mengikuti Dela istriku "


"Ya Allah Ace jangan seperti ini, kamu harus semangat kamu harus bisa hidup terus jangan seperti ini, mamah tidak mau mendengarnya lagi. Ayo mamah temani makan "

__ADS_1


Mereka berdua masuk kedalam kamar berdua, Ace hanya menatap makanannya, masih enggan untuk memakannya. Mamah Ace juga hanya bisa menangis menatap anaknya yang seperti ini.


Kenapa jalan hidup anaknya harus seperti ini, kenapa harus kehilang istrinya secepat ini.


__ADS_2